
Setelah penandatanganan kontrak tersebut, Zoya dan Azlan tak lagi saling tegur. Azlan hanya masuk ke kamar Zoya jam 10 malam hingga Ziya tertidur. Lalu keluar kembali setelah memastikan Zoya tertidur pulas. Meskipun tak saling bicara Azlan sempat memikirkan Zoya jika tidak ia temani untuk tidur, apalgi Zoya sedang hamil anak darinya.
Hari ini seperti biasanya Azlan bangun terlambat, mandi dengan buru buru lalu keluar dari kamarnya menuju meja makan. Di sana sudah tertata rapi sarapan untuk Azlan.
"Hmm... apa dia sudah berangkat? " gumam Azlan mengambil sandwich buatan Zoya, lalu memakannya tanpa pikir panjang.
"Tidak buruk" ucapan Azlan mengomentari soal rasa sandwich itu. Meskipun pernikahan mereka hanya karena kecelakan yang tidak di inginkan itu, namun Zoya tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri.
Zoya tiba di sekolah, ia memarkirkan mobil di parkiran biasa menampung mobil nya. Kemarin sebelum tidur Zoya menghubungi supirnya untuk mengantar mobil nya ke apartemen tempat tinggal Zoya sekarang.
Tampak banyak pasang mata yang menatap ke arahnya. Pikiran tentang Zoya yang anak koruptor masih melekat di pikiran mereka, namun karena Zoya adalah pacarnya Azlan mereka tak berani mengganggu nya.
"Hai, " sapa seseorang, Zoya pun berbalik.
"Hmm Hai" balas Zoya, ia sedikit kaget melihat Mila menghampiri nya.
Setelah melempar sapaan, keduanya saling mengunci mulutnya, mereka terlihat begitu canggung.
"Gue minta maaf"
"Gue minta maaf"
Zoya dan Mila mengucapkan permintaan maaf secara bersamaan, membuat kedua siswi kelas 2 itu terkekeh pelan.
"Maaf udah marah sama loe" ulang Mila mengulurkan tangannya.
"Gue juga minta maaf karena gak jujur" balas Zoya menyambut uluran tangan Mila.
"Cieeeeee udah baikan ni yeee" Nisa tersenyum senang, tiba di sekolah matanya di suguhkan oleh pemandangan yang menyejukkan hati nya yang beberapa minggu ini resa.
"Pelukan?? " ucap Zoya merentangkan kedua tangannya dengan bersuara ala ala anak kecil.
"Berpelukan!!!!! " girang nisa menarik kedua pundak Zoya dan Mila masuk ke dalam pelukannya. Kedua gadis itu tak menolak, akhirnya mereka bersatu kembali.
"Yuk ke kelas" ajak Zoya. Mila dan nisa mengangguk, kemudian mereka melangkah beriringan menuju kelas nya.
Terjadi keramaian ketika Zomian melewati lorong sekolah, seluruh perhatian terarah kepada mereka. Susah hampir 2 minggu mereka tidak melihat hal indah seperti ini,Dan sekarang Zoya dan Mila sudah bersatu.
Banyak siswa siswi berisik bisik melihat ketiga gadis gadis populer lewat dengan anggunnya. Zoya yang cantik dan pintar, Mila yang Pationable sehingga selalu tampak cantik dan mengagumkan. Di tambah Nisa si gadis imut yang sedikit lola. Mereka adalah geng ZOMIAN, kumpulan cewe cantik se sekolah triyaksa.
"Mereka cantik banget"
"Liat tuh Zoya"
"Mila... "
"Si imut Nisa"
__ADS_1
"Tak ada apa apanya" gerutu mereka yang tidak suka dengan Zomian, mereka hanya iri karena Zomian lebih populer.
Pembelajaran pertama pun selesai, Zomian bergegas menuju kantin untuk merayakan kembalinya pesona Zomian yang sudah bangkit.
"Loe mau pesan apa Zoy? " tanya Nisa.
"Bakso aja deh, minumnya teh anget" jawab Zoya, lalu Nisa beralih menatap Mila.
"Samain ajah sama Zoya, tapi gue minumnya jus jeruk yah" sahut Mila. Nisa pun mengangguk mengerti, kamudian berlalu memesankan pesanan kedua sahabat nya pada mang dodin.
Terdengar gelak tawa pria yang tak lain adanya tak bukan adalah Ali, terlihat Agai, Adit dan yang pasti Azlan ada di sana. Mereka memasuki kantin, mencari cari meja kosong untuk mereka duduki.
"Eh ada si Mila" Ali langsung menarik Agai menuju meja Zomian, lalu mendudukkan Agai di depan Mila. Setelah itu menarik Azlan agar duduk di depan Zoya.
"Gue di mana? " tanya Adit.
Ali tampak berpikir, jika di samping Azlan, maka Adit akan berhadaoan dengan ayang bebeb Nisa, tentu saja Ali gak setuju.
"Ha... di sini aja" ucap Ali menarik satu kursi dari meja lain, lalu membawanya ke meja mereka.
"Terimakasih" gumam Adit.
Mila curi curi pandang pada Zoya dan juga Azlan terlihat aneh ber pacaran, tetapi malah acuh tak acuh seperti saat ini. Mila semakin yakin jika hubungan Zoya dan Azlan ada sesuatu.
"Lahhh kok jadi rame!! " ujar Nisa kaget melihat meja Zomian penuh di tempati ke empat siswa pembuat onar.
Zoya tak banyak bicara seperti sebelumnya, ia terlihat lebih banyak diam dan menunduk.
"Kok yang baru jadian gak ada mesra mesra nya" celoteh Ali.
Zoya dan Azlan saling melirik kemudian menatap tajam pada Ali.
"Wohooo selau guys, gue cuma bercanda" ujar Ali mengangkat tangannya pertanda menyerah.
"Pacaran Casanova dan cewe jutek emang beda broo" bisik Adit.
"Bener juga, melirik aja kompak" imbuh Agai.
"Ekhem! " dehem Azlan menghentikan bisik bisik ketiga pria konyol itu.
"Eh kalian itu kalo mau ngomongin orang, jangan di depan nya lah, kan gak seru. " sahut Nisa.
"Biar gak dapat dosa" sahut Ali.
"Bisa diem gak? " bentak Mila tiba-tiba. Azlan sempat melirik ke adik sepupunya itu.
Mereka tak bersuara lagi, fokus pada makanan masing-masing. Zoya merasa kakinya sedikit keram, jadi Zoya menggerak gerakan kakinya. Tanpa di sengaja Zoya menyenggol kaki Azlan, membuat sang empunya kaki melirik nya.
__ADS_1
"Apa? " tanya Zoya nyolot yang menyadari tatapan Azlan.
"Loe yang apa. ngapain nendang nendang kaki gue? " balas Azlan sinis.
"Wahhh kode kodenya begitu yah?? " Gumam Agai berdecak.
"Gue gak ada nyenggol kaki loe! " bantah Zoya.
"Jelas jelas tadi loe yang nyenggol kaki gue! "
"Najis" sahut Zoya.
"Loh tu yang najis!! " balas Azlan tak terima.
"Loe!!! "
"Loe!!! "
Zoya menatap Azlan tajam, begitu juga sebaliknya. Perhatian seisi kantin sudah tertuju pada mereka.
"Gilaaaakk....gini yah teenyata kalo musuhan trus pacaran, tetap aja terlihat seperti musuhan" ujar Ali menatap Azlan dan Zoya bergantian.
"Diam!!! " teriak Azlan dan Zoya bersamaan.
"Gak usah ngikutin gue! " marah Zoya karena Azlan mengatakan ucapan yang sama dengan nya.
"Siapa yang ngikutin loe"
"itu tadi!! loe ngikutin ucapan gue" ucap Zoya menggebrak meja.
"Heh, loe pikir loe siapa huh?? najis gue ngikutin loe! " balas Azlan tak mau kalah, kini mereka saling berhadapan dengan saling melempar tatapan tajam.
"Udah!!!!! diem!! kalian ini ribut mulu!!! gak pernah damainya" Mila ikut berdiri melerai Zoya dan Azlan. Ia benar-benar tidak tahan lagi, bayangan Mila terhadap Azlan dan Zoya pacaran meleset jauh. Mereka terlihat seperti musuh, bukannya mau iri Mila malah merasa memiliki tugas untuk membuat Azlan da sahabat nya menyatu.
Kring~~
suara bel yang nyaring menjadi pemisah antara Zoya dan Azlan. Gadis itu menghentakkan kakinya, lalu pergi begitu saja meninggalkan kantin.
"Eh Zoya!! " teriak Nisa mengejar Zoya, tak lupa Nisa juga menarik Mila sebelum melaju mengejar Zoya.
"Benar benar menyebalkan! " dumel Zoya, gadis itu terus melangkah menuju kelasnya.
Brak~
tubuh Zoya terhenyak ke lantai, masih untung tidak terlalu kuat. Sehingga tidak berpengaruh bagi kandungannya.
...T E R I M A K A S I H...
__ADS_1