
Zoya menatap langit biru tanpa berkedip, kejadian di kantin masih melekat di ingatan. Zoya tak menyangka semua masalah menghampiri nya bertubi tubi. Hal yang lebih membuat Zoya terpuruk adalah disaat Zoya merasa terpuruk, tidak seorang pun yang berada didekatnya, tidak ada tempat mencurahkan isi hati.
"Loe udah gak papa? "
Azlan memegang bahu Zoya, secara spontan Zoya langsung menipisnya. Meskipun Azlan sudah membantunya, Zoya tetap menatap Azlan dengan tatapan kebencian.
"Gue sudah peringatkan loe kemarin, jangan ikut campur dengan urusan gue! " ketus Zoya mengalihkan pandangannya.
"Gue hanya tidak suka melihat loe di bully"
"Gue gak butuh perhatian dari loe! "ucap Zoya tegas, meskipun itu semua bertolak belakang dengan yang ada di hatinya.
Azlan menatap Zoya dalam, ia tahu gadis ini sangat butuh teman, Azlan tidak sengaja melihat majalah terbaru, ada foto mama Zoya di sana. Azlan yakin jika Zoya merasa kesepian.
"Loe itu butuh teman, kalo ada masalah jangan di pendam sendiri! "
"Diam!! gue gak butuh belas kasian dari loe. Loe gak tahu apa apa tentang gue!! " ketus Zoya dingin, lalu melangkah meninggalkan Azlan yang masih menatapnya yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu.
"Gue tahu Zoya, loe pasti sangat kesepian" lirih Azlan.
Flashback on.
" Bi Zoya nya ada? "
Bi Iyun menatap pemuda yang ia prediksi seumuran dengan nona mudanya.
"Maaf den, Aden siapa yah? "
"Saya Azlan bi, teman sekolah Zoya" ucap Azlan memperkenalkan diri.
"Aduhhh gimana yah, non Zoya lagi tidak bisa di ganggu, apa saya bilang tidak ada yah? " pikir bi Iyun.
"Bi... Bi Zoya nya ada? " ulang Azlan menyadarkan bi Iyun dari lamunannya.
"Oy iya maaf den, Nona muda lagi gak di rumah" jawab bi Iyun berbohong.
"Kemana yah bi? "
"Ada perlu apa yah den? " tanya bi Iyun balik bertanya.
"Gak papa bi, cuma mau liat kondisi Zoya saja" jawab Azlan asal.
"Yaudah bi, saya pamit dulu" kata Azlan hendak berlalu namun di tahan oleh bi Iyun, Azlan di bawa ke taman belakang.
"Maaf den, sebenarnya ada apa yah sama nona muda di sekolah? apa ada masalah? " tanya bi Iyun penasaran dengan perubahan Zoya sejak pulang dari Bali.
__ADS_1
Azlan tak langsung berbicara, ia malah melamun.
"Den... " tepuk bi Iyun membuat Azlan tersentak.
"Gak tahu bi, saya juga bingung. " kata Azlan pura-pura tidak tahu, ia takut jika berkata jujur Zoya akan merasa malu.
Azlan menatap sekeliling rumah Zoya, Sepi seperti tak ada penghuni. Azlan membandingkan rumah Zoya dengan rumah nya. Sama sama besar tapi rumah Azlan tidak terlihat sepi seperti ini.
"Bi, Zoya tinggal berdua sama bibi saja? " tanya Azlan ragu ragu takut melanggar privasi.
Terdengar helaan nafas bi Iyun, raut wajah bi Iyun berubah sendu.
"Sebenarnya saya kasian sama nona muda, sejak kecil di tinggal mulu sama kedua orang tuanya. Nona muda sangat kesepian, namun tidak pernah mengatakan pada siapapun. " jelas bi Iyun.
Azlan semakin penasaran, Zoya yang gigih, garang dan terlihat orang paling bahagia, apalagi ketika Intan dan teman teman yang iri padanya mencoba untuk membully nya. Tidak ada raut kesedihan pada Zoya selama ini kecuali setelah kejadian malam itu.
"Emang nya kedua orang tua Zoya kemana bi? " tanya Azlan penasaran.
"Nyonya yang bekerja sebagai model terkenal sering keluar masuk Negeri, sementara tuan sibuk dengan jabatan pemerintah nya. nona muda jadi tidak di perhatikan, hanya saya satu satunya teman nona muda di rumah ini. Sejak kecil nona mudah sudah bersama saya, nona muda sering menyendiri di kamar bahkan nona muda menangis di tengah malam merindukan orang tua yang selalu mementingkan urusan pekerjaan dari pada anak mereka sendiri"
Azlan tertegun, kehidupan Zoya sungguh di luar dugaan, Azlan semakin merasa bersalah telah merusak Zoya, pasti gadis itu sangat terpukul karena kejadian waktu itu.
Flashback off
Zoya tiba tiba merasa pusing, tulang belulang nya terasa ingin tanggal saking lemesnya Zoya sekarang, sesekali Zoya merasa mual dan memuntahkan cairan bening saja. Zoya bertumpu pada pagar tangga agar bisa menuruni anak tangga.
Zoya memutuskan untuk ke UKS, Azlan sengaja membawanya ke atap sekolah berniat agar Zoya tenang, tapi malah membuat Zoya semakin emosi karena Azlan berada di dekatnya.
Zoya tiba di UKS, mungkin tubuhnya kelelahan sehingga merasa lemes seperti ini. Gadis itu juga belum makan sejak semalam.
"Eh Zoya? loe sakit? "
Angga selaku penjaga UKS kaget melihat Zoya sangat pucat masuk ke ruang UKS, dengan sigap angga menangkap Zoya yang hampir jatuh.
"Ya ampunn badan loe dingin banget"
Angga mengangkat Zoya, lalu membaringkan Zoya diatas ranjang yang ada di ruang UKS.
"Gue gak papa kok, biarkan gue tidur sebentar saja" ucap Zoya memejamkan matanya.
"Tapi loe pucat banget Zoya, loe pasti sakit kan? " tanya Angga, namun Zoya menggeleng.
"Gue gak sakit, gue cuma kelelahan aja" kekuh Zoya menggerakkan tangannya agar Angga pergi dan membiarkannya untuk tidur.
Angga dengan berat hati membiarkan Zoya untuk tidur, meskipun ia sangat yakin jika Zoya sedang sakit. Angga menatap kasian gadis itu, hari ini pasti hari yang berat bagi Zoya, di bully satu sekolahan.
__ADS_1
"Loe pasti bisa lewati ini Zoya" batin Angga menutup tirai agar Zoya lebih nyaman dan tidur nyenyak.
"Azlan!!!!! " teriak Mila kuat.
Azlan yang berjalan melewati kelas IPA 1 menghentikan langkahnya, dua gadis cantik berdiri di depannya menghalangi jalan Azlan. Salah satu di antara mereka adalah sepupu nya sendiri.
"Mana Zoya? " tanya Nisa.
"Mana gue tahu" jawab Azlan Acuh, lalu melanjutkan langkahnya kembali.
"Ehhh mau kemana loe!! "
Azlan kembali terhuyung ke belakang akibat tarikan dari Nisa. Ia tidak akan melepaskan Azlan sebelum mengatakan dimana Zoya.
"Aduh apaan sih!! gue gak tahu, tadi Zoya udah pergi. "
"Kemana? " desak Nisa tak sabaran.
"Mana gue tahu, ke kelas mungkin. "
"Kalo tu bocah ada di kelas, kita gak bakal nanya ke elu bang... " ucap Mila.
"Zoya ada di UKS" Ucap angga.
Azlan berbalik, menatap siswa IPA 2 yang selalu saja mencoba untuk bersaing dengan nya. Jika di tanyakan di bidang pelajaran, mungkin Angga lebih unggul, tetapi di bidang olahraga Azlan lah rajanya.
"Kok bisa?? Zoya kenapa? "
Nisa dan Mila sangat khawatir, kedua gadis itu langsung berlari menuju UKS.
"Apa? " tanya Angga datar.
Azlan mengalihkan tatapan nya, lalu berbalik melanjutkan langkah yang sempat tertunda.
"Loe jangan ambil kesempatan dengan situasi Zoya saat ini" ucap Angga membuat Azlan menghentikan langkahnya.
"Gue gak sepicik loe, lagian gak ada gunanya bagi gue lakuin hal yang sedang loe lakuin" kata Azlan melirik Angga tanpa berbalik, lalu pria tanpa itu melesat masuk ke dalam kelasnya.
Angga merasa terhina, siswa tampan yang tak kalah populer dengan Azlan mengepal tangannya. Sejak lama ia menggeram melihat tingkah Azlan yang semena mena, sudah beberapa kali mencoba melawan Azlan, Angga tak pernah berhasil.
*
*
*
__ADS_1
Hai sahabat ku semua😘😘😘terimakasih sudah mampir. Yuk kasih komentar terbaik mu, agar aku lebih baik lagi dan semakin lebih baik lagi dalam berkarya. Terus dukung aku yah😘😘 aku sayang kalian.
...T E R I M A K A S I H...