Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Uwuuu si pembuat Onar


__ADS_3

Zoya mulai merasa lelah, keringat terus bercucuran di pipinya, bahkan terasa dingin di dalam bajunya yang sudah basa oleh keringat.


"Loe istirahat aja, biar gue yang gantiin hukuman loe" ucap Azlan.


"Gak papa, hukuman nya tinggal setengah jam lagi kok" tolak Zoya tetap kukuh menjalankan hukumannya.


"Tapi loe udah capek banget tuh" ucap Azlan lagi khawatir.


Zoya tak menjawab, ia terus menggerakkan punggung tangannya untuk menghapus setiap keringat yang mengalir di pipi dan dahinya.


"Ehh" kaget Zoya ketika Azlan tanpa berkata mengangkat tubuhnya lalu membawanya ke pinggir lapangan yang teduh.


"Loe duduk di sini, Ali akan mengantarkan minuman untuk loe" ucap Azlan yak terbantahkan, lalu kembali berjalan menuju tengah lapangan untuk melanjutkan hukumannya.


Zoya mengipas-ngipaskan tangannya untuk menghilangkan rasa panas di tubuhnya. Hingga beberapa menit kemudian Ali datang membawa 2 botol minuman.


"Nah buat loe" ucap Ali memberikan sebotol minuman yang langsung di Terima Zoya dan meminumnya. Gadis itu benar-benar haus saat ini, begitu juga den Azlan pikirnya.


"Ini buat Azlan kan? " tanya Zoya mengambil botol minuman yang satunya. Ali mengangguk.


"Biar gue kasih ke dia" ucap Zoya yang langsung berdiri kemudian berlari kecil ketengah lapangan.


Zoya berdiri tepat di depan Azlan agar pria itu sedikit terhindar dari terik matahari, yah meski tak terlalu melindungi karena Zoya sedikit lebih pendek dari Azlan.


"Minum ini" Zoya memberikan botol minum pada Azlan. bukannya mengambil botol itu, Azlan malah menarik Zoya lalu memutar posisi mereka menjadi Azlan yang melindungi Zoya dari sinar matahari.


"Ini baru pas" ucap Azlan tersenyum manis. Zoya sampai terpana ketika Azlan memutar tubuh mereka, melihat rambut Azlan yang basah karena kering berayun.


Mata gadis itu tak berkedip, bahkan ia lupa tujuannya kembali ke lapangan.


"Apa minuman itu untuk gue? " tanya Azlan membuat Zoya tersadar. Gadis itu mengangguk pelan, pipinya bersemu merah menahan malu.


"Cieeeeeeeee" sorak murid murid lain, Zoya dan Azlan sempat tak menyadari bel istirahat telah berbunyi.


"Astaga, malunya!! " pekik Zoya tertahan, ia benar-benar malu sekarang.


Zoya berlari ke pinggir lapangan, di sana sudah ada nisa dan Mila.


"Cieee yang uwu uwu di lapangan" ucap Mila menggoda Zoya. Nisa ikut terkekeh melihat pipi merah Zoya.


"Apaan sih, " kesal Zoya.


Gadis itu berjalan meninggalkan teman temannya menuju kantin.


Azlan menggeleng melihat tingkah lucu Zoya yang malu malu. Ia yakin sekarang, hatinya sudah mulai di huni Zoya.


Ke enam siswa itu duduk di tempat biasa, formasi nya sedikit berbeda. Zoya dudul di samping Azlan bukan di depan Azlan lagi.

__ADS_1


"Mau makan apa? " tanya Azlan.


"Minum aja deh" jawab Zoya. Ia tidak akan bisa makan jika Azlan ada disini, Zoya masih sangat malu dengan kejadian di lapangan.


"Kok minum aja, tadi pagi loe kan belum makan" omel Azlan.


Mila dan nisa saling berpandangan, apalagi Ali dan Agai. Mereka dengan setia memperhatikan tingkah pasangan yang baru saja berdamai ini.


"Loe belum makan zoy? " tanya Mila. Zoya menggeleng pelan.


"Loe harus makan!! " ucap Mila tegas, entah apa yang membuat gadis ini tiba-tiba bersikap seperti ini.


"Tapi gue gak laper" tolak Zoya.


"Loe pokok Harus makan! "


Zoya menghela nafas pasrah, di bantah pun percuma. Mila dan Azlan sama sama keras kepala, mana bisa di bantah.


Ngomong ngomong Mila kenapa jadi over yah? kini Nisa yang di buat bingung. Mila yang sejak tadi hanya diam dan tidak banyak bicara malah terlihat tegas dan menakutkan.


"Ternyata loe kalo marah galak juga yah" bisik Agai, membuat Mila melirik tajam padanya.


"Rasain " sorak Ali senang melihat Agai di marahin Mila.


Azlan berdiri, beranjak untuk memasankan makanan untuk Zoya. Tak membutuhkan waktu lama, Azlan kembali dengan nampan di tangannya.


"Gue bisa sendiri" tolak Zoya hendak mengambil Alih sendok itu, namun di tolak Azlan. Ia akan menyuapi Zoya hingga gadis itu kenyang.


"Aaaaa" ulang Azlan


Mau tidak mau Zoya terpaksa membuka mulutnya. Menerima suapan dari Azlan.


"Ingat yahh ada jomlo di siniii" sindir Ali.


"Loe jomlo? " tanya Nisa kaget mendengar Ali mengaku jomlo.


"Iya, gue jomlo kenapa? "


"Lahh tampang tampan tapi otak zonk" ledek Mila membuat Ali cemberut.


"Ulu uluu Jangan cemberut, mulai sekarang loe pacar gue. jangan sedih jomlo yah" bujuk Nisa.


Bukannya senang, Ali malah semakin cemberut karena ucapan Nisa, seakan menjatuhkan harga dirinya.


Agai dan Mila termasuk Zoya dan Azlan tertawa.


"Gila, di tembak cewe men" ledek Agai.

__ADS_1


"apaan sih... jangan ketawa, Ntar alinya sedih loe" tegur Nisa melotot marah pada mereka, lalu mengusap pelan pipi Ali.


"Mereka jahat" adu Ali dengan menirukan suara anak kecil.


"Dasar bocil" dengus Mila.


"Makan yang banyak dedek" bisik Azlan sembari mengusap perut Zoya di bawah meja. Gadis itu menegang menerima usapan tangan Azlan, matanya melirik semua temannya takut ada yang melihat atau mendengar ucapan Azlan.


"Gak bakal ada yang lihat" kekeh Azlan, karena ia tahu ke empat temannya tengah sibuk meledek Ali yang baru jadian dengan Nisa.


Zoya tak bergerak, ia merasa nyaman di usap usap oleh Azlan.


"Ngomong ngomong, loe kenapa make Switer? " tanya Agai.


"Iya, padahalkan di peraturan sekolah tidak boleh menggunakan Switer " tambah Nisa.


"Gue.. "


"Zoya lagi gak enak badan makanya make ini" ucap Azlan cepat, membuat teman temannya mengangguk mengerti. Akhir akhir ini Zoya memang sering terlihat pucat.


"Loe harus jaga kesehatan loe Zoya, sebentar lagi ujian" ucap Agai mengingatkan Zoya.


Zoya tak menjawab, gadis itu hanya mengangguk sebagai responnya.


Setelah makan di kantin ke enam murid itu beranjak ke kelas masing-masing.


"Hm gue ke toilet bentar ya" ucap Zoya yang tiba-tiba ingin buang air kecil.


"Perlu gue temenin? " tawar Mila.


"Gak usah deh, gue sebentar doang" tolak Zoya, gadis itu melirik Azlan meminta persetujuan. Lalu bergegas menuju toilet setelah melihat Azlan mengangguk.


Kelima nya kembali melanjutkan langkah mereka menuju kelas masing-masing. Jarabg sekali melihat Azlan tertib masuk ke kelas. Biasanya ia masih nongkrong di kantin atau di atap sekolah.


Nisa dan Mila bergerak gelisah di tempat duduk. Sudah 10 menit Zoya di toilet, namun belum kembali juga. jika hanya membuang air kecil, seharusnya Zoya sudah kembali sejak tapi.


"Zoya ngapain sih, kok lama banget? " gumam Mila pada Nisa.


"Iya, katanya cuma buang air kecil" imbuh Nisa.


"Yaudah kita samperin aja" putus Mila tak sabaran, ia sangat khawatir pada Zoya. Mereka bergegas keluar dari kelas menuju toilet yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari kelas mereka.


Kira-kira Zoya kenapa yah???


ada yang bisa menebaknya?? "๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


ikutin terus yahhh๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜jangan lupa like, komen dan Share๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜aku sayang kalian

__ADS_1


__ADS_2