Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Gadis menyebalkan sedunia


__ADS_3

Azlan duduk di sofa, menatap Anggi yang juga duduk di depannya. Tatapan mereka berawal dari tatapan dingin. kemudian saling melempar senyuman.


"Maaf atas kesalah pahaman aku sama kamu sebelumnya" ujar Anggi dengan nada sedikit terdengar penuh penyesalan.


"Santai bro, gue paham kok, jika gue di posisi loe. Mungkin gue juga akan lakuin hal yang sama"


Anggi mengangguk,


"Namun, kamu harus ingat. Jika Zoya kembali meneteskan air mata karena kamu! " jeda Anggi. "Aku gak akan beri kamu kesempatan lagi! "


"Wooohooo, santai bro. " sahut Azlan.


"Loe juga harus ingat, Raya adalah kakak gue!! dan peraturan yang sama, juga berlaku sama loe! " tegas Azlan.


"Deal! "sahut Anggi mengulurkan tangannya pada Azlan.


" Deal! "


Mereka kembali tersenyum, lalu obrolan mereka di lanjutkan dengan obrolan ringan tentang bisnis.


Sementara di ruangan meeting, Malik sedang mempersiapkan semuanya agar meeting kali ini berjalan lancar.


Semua yang ikut meeting sudah memasuki ruangan, mata Malik membulat ketika melihat sosok yang tadi memancing emosi Malik.


"Gadis itu? dia rekan meeting kali ini? " pikir Malik.


Tak jauh berbeda, terlihat jelas pada raut wajah Calista. wanita itu juga terkejut melihat keberadaan Malik. Raut terkejut berubah menjadi raut marah kesal bercampur aduk.


Malik dan Calista berusaha menyelesaikan meeting dengan profesional, sesekali mereka terlibat dalam perdebatan tentang hal yang menurut mereka yang juga ada di sana bukan lah masalah besar.


Akhirnya meeting selesai, Calista merapikan semua dokumen dokumen yang ia bawa. Semua karyawan dan anggota meeting lain nya sudah keluar, kecuali Malik. Pria itu masih menatap lekat wanita menyebalkan sedunia di depannya ini.


"Hei!! jangan kabur dulu! "


"Apaan sih" dengus Calista menepis cengkraman tangan Malik di lengannya.


"Kamu masih ada urusan dengan saya!! "


"kamu gila yah!! aku gak kenal sama kamu!!, urusan tadi itu adalah kesalahan kamu sendiri! " ujar Calista menatap Malik kesal.


"Pokoknya kamu harus tanggung jawab! " tegas Malik mencekal tangan Calista dan tidak mau melepaskan nya.


"Mau kamu apa sih!! aku akan mengganti minuman mu yang berserakan tadi 100x lipat! "


"Aku tidak mau uang mu, aku juga sudah banyak berlimpah ruah dengan uang" balas Malik songong.


"Lalu apa yang kau inginkan! "


"Aku ingin kau meminta maaf dan menyesali perbuatan mu! " titah Malik.


Mata Calista membulat, mana mungkin ia mau meminta maaf pada pria bodoh ini. Sudah jelas bukan dia yang salah.

__ADS_1


"Sorry yah, aku gak akan melakukan hal itu! karena bukan aku yang salah! " tolak Calista.


"Oh yah udah, aku gak akan melepaskan mu! "


Malik memperkuat cekalan tangannya di pergelangan tangan Calista.


"Ihhh nyebelin banget" geram Calista langsung menginjak kaki Malik dengan heels runcing nya.


"Ahkkkkk!!! " teriak Malik lompat lompat merasakan gejolak di punggung kakinya yang masih di balut sepatu.


"Rasain, Calista di lawan" cibir Calista melesat cepat dari sana.


"Awas saja kau nanti!!! "maki Malik menahan sakit pada kakinya.


Malik kembali ke ruangan Azlan, memberikan laporan meeting hari ini. Pria itu memasuki ruangan Azlan sedikit jinjit karena kakinya masih terasa sakit.


Azlan menatap aneh Malik, " Kaki loe kenapa? "


"Insiden kecil, " lirih Malik singkat. Tumben sekali pria ini irit bicara. Azlan menjadi tertarik dengan masalahnya.


Azlan menghampiri Malik, "Siapa yang melakukannya? "


"Apa? "


"Siapa yang telah membuat mood seorang Malik hancur seperti ini? " tanya Azlan membuat Malik semakin mengerut. Ia berpikir jika Azlan memperhatikan kakinya, eh malah memperhatikan dirinya yang badmood.


"Seorang gadis yang sangat menyebalkan!!! " lirih Malik menggeram, matanya menyipit membayangkan ia memberikan pelajaran pada Calista.


"Iya bos!! dia gadis paling menyebalkan di dunia ini"sahut Malik terbawa suasana.


" Siapa kah dia? "


"Sekertaris A Group! " ujar Malik cepat.


Azlan tampak berpikir sebentar, "Calista? "


Malik menatap Azlan tak percaya, bagaimana Azlan bisa tahu.


"Bagaimana bos bisa tahu? "


"Loe bodoh? Anggi tadi bersama ku di sini dan Calista menghampiri Anggi. "


"Ooo begitu" lirih Malik.


"Lalu bagaimana mungkin dia bisa membuat masalah sama loe? "tanya Azlan penasaran.


"Udah lah bos, aku gak mau bahas" ucap Malik meletakkan map hasil meeting hari ini.


"Semua isi meeting hari ini ada di sana boss" lirih Malik, moodnya kembali tidak bagus. Malik keluar dari ruangan Azlan dengan terseok seok.


"Andaikan loe bukan sahabat gue, sudah lama loe gue lempar dari lantai 25 ini" gerutunya Azlan menggeleng melihat tingkah Malik.

__ADS_1


Hari semakin sore, Zoya sudah selesai dengan rutinitas mandinya. Merapikan tempat tidur yang tadi tidak sempat ia bereskan.


Zoya turun ke ruang makan, melihat meja makan masih kosong membuat kepalanya di penuhi oleh berbagai pertanyaan.


"Di mana semua orang? " pikir Zoya. tak lama kemudian Meika datang.


"Eh anak bunda ngapain? "


"Udah jadwal makan malam yah bund? kok semua orang tidak ada di sini? " tanya Zoya dengan tatapan bingung nya.


"Aduh sayang, ini itu masih jam 5 sore. Azlan ajah belum pulang" ujar Meika membuat Zoya langit melirik arlojinya.


"Astaga, Zoya kira udah jam 7 malam" cicit Zoya malu.


"Kamu udah lapar yah sayang? " zoya menggeleng cepat, ia tidak lapar, hanya saja ia pengen membuat sesuatu.


"Bunda masak yah? "


"Iya sayang, biar enak makannya. Bunda masak sebelum makan" jelas Meika.


"Zoya bantu yah bun" tawar Zoya, meika kembali mengangguk.


"Boleh dong, tapi kamu jangan terlalu banyak gerak yah. Kasian cucu Bunda" peringat Meika.


"Siap bundaa" hormat Zoya, membuat Meika terkekeh pelan.


Mereka memasak bersama, Zoya membantu mengiris bawang dan mencuci ayam.


Zoya menarik nafas dalam menghirup aroma masakan Meika yang sangat enak.


"Wahhh aromanya enak banget Bunda"


Meika hanya membalas pujian Zoya dengan senyuman bangga.


Masakan telah terhidang, Azlan dan yang lainnya sudah pulang juga. Mereka sedang mandi, dan setelah mandi tentunya mereka akan makan masakan enak Bunda Meika.


"Wahhhh Bunda enak banget semurnya" puji ayah.


"Iya dong, kan Bunda aku" sahut Zoya bangga.


"Eleh, Bunda yang masak dia yang bangga. " sela Azlan membuat Zoya cemberut.


"Kalo loe yang masak, dan seenak ini. baru bangga! "


"Ihhh Azlan!!! kamu kok gitu sih!! nyebelin banget! " omel Zoya menatap Azlan kesal, mereka duduk berjauhan. Azlan duduk di bagian ujung sebelah kiri Raya, sementara Zoya duduk di bagian ujung meja di sebelah kanan Rata. Posisinya saling berhadapan, tapi terpisah. Aroma Azlan yang menyengat masih membuat Zoya mual.


"Kan aku benar beb, loe itu bangga atas prestasi Bunda"


"Walaupun bukan aku yang masak, tetap ajah aku bangga karena punya Bunda yang liat tar masak" bals Zoya tak mau kalah. Matanya menatap sengit sang suami.


"Terserah deh, " pasrah Azlan mengalah, jika tidak maka Zoya akan berakhir menangis.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2