
"Zoya!!!! Zoya!!! "
Azlan mengejar Zoya yang berlari masuk ke dalam rumah, lalu masuk ke dalam kamarnya. Meika yang melihat anak dan menantunya berlari, ia pun ikut mengejar mereka.
"Azlan ada apa? kenapa teriak teriak? "
"Azlan gak tahu bun, Zoya tiba-tiba marah sama Azlan. " ucap Azlan menyapu wajahnya kasar dengan telapak tangannya.
Meika masuk ke dalam kamar Zoya, Bumil itu tengah duduk di tepi ranjang dengan tatapan dingin.
Meika duduk di samping menantunya, "Sayang, kamu kenapa? bolehkah Bunda mengetahuinya? "
"Bun, bilang sama dia. Jangan deket deket sama Zoya lagi. " ucap Zoya, Meika melirik Azlan sebentar.
"Kenapa sayang? kenapa aku gak boleh dekat kamu? " tanya Azlan menggebu. Meika melerai Azlan, menyuruhnya agar diem.
"Bun, bilang sama dia, pergi ajah jauh jauh. Gak usah ngabarin aku" ucap Zoya lagi menyindir Azlan.
Pria itu tahu sekarang, mengapa Zoya menjadi seperti ini.
"Maaf sayang, aku banyak urusan. Agar cepat kembali makanya aku utamain kerja" lirih Azlan, kini suaranya mulai melembut.
"Bunda, bilang sama dia. Ngabarin kak Raya bisa, tapi ngabarin aku gak bisa"
Meika menjadi pusing, mereka berbicara melalui dirinya. "Ah Bunda capek!! mau keluar"
Meika keluar dari kamar Zoya dan Azlan, ia merasa ini bukan urusannya.
"Kenapa Bunda? " tanya Ayah.
"Tuhh pasangan muda itu bikin kesel" jawab Bunda masih dengan nada kesal.
"Lah siapa? Azlan? " tebak Ayah.
"Aduh Bunda, mereka itu bukan pasangan muda. Umur dah tua gitu" celetuk Raya yang kebetulan lewat.
"Ihh kamu ini yah!! " Bunda menepuk bahu Raya pelan.
Sementara di dalam kamar Zoya masih diam dan bersedekap dada. "Aku malas kalo ngambek ngambek kaya gini. Mending aku mati ajah! "
__ADS_1
"Mati aja sana, biar aku jadi janda. Anak nya lahir gak ada Ayah. trus aku bisa nikah lagi! " sahut Zoya asal, namun membuat Azlan tertawa keras.
"Ihhh Gemesin banget sih Istri aku" Azlan merengkuh tubuh Zoya masuk ke dalam pelukan nya. Zoya pun tidak menolak, sebenarnya ia sangat merindukan Azlan. Hanya saja rasa kesal karena Azlan tidak menghubungi nya dan memberi kabar sejak ia pergi.
"Udahh jangan merajuk, kasian loh bayinya ikut merajuk di dalam" bujuk Azlan sembari mengecup puncak kepala Zoya. Tangannya mengusap perut Zoya yang mulai membulat.
"Sehat sehat di dalam sana yah sayang" ucap Azlan,
"Iya dady" sahut Zoya menirukan suara anak kecil. Moodnya seketika berubah melihat sikap hangat Azlan padanya dan juga bayinya yang akan menghiasi rumah tangganya nanti.
"Aku sayang kalian" lirih Azlan, menatap istri nya lekat.
Seketika Zoya mematung, tatapan mata Azlan mampu mengunci pandangan matanya agar tidak lari kemana mana.
Cup~ kecupan hangat mendarat ke bibir ranum Zoya. untuk selanjutnya biarkan mereka yang tahu. mengingat malam ini adalah malam jumat. Sunnah yah🤣🤣.
...----------------...
Flashback on
"Bos, hujan semakin lebat. Ayo kita pulang dulu. Besok kita akan kembali lagi" Malik berusaha membujuk Azlan agar segera pergi, jika tidak Azlan bisa sakit.
"Bos!! kamu sudah menggigil. Ayo kembali! "
"Saya bilang tidak yah tidak!! " bentak Azlan di tengah hujan deras. Namun tiba-tiba hujan terasa tak lagi membasahi tubuh mereka.
"Mama.. " lirih Azlan, seulas senyum terukir di bibir Azlan.
"Dasar anak nakal! " dengus Feby.
Azlan tahu Feby tak akan sampai hati padanya, hati Azlan mengaliri kehangatan. Ia bersorak di dalam hati, memanggil nama zoya karena ia berhasil menaklukkan Feby.
Bruk~ tubuh Azlan ambruk ke tanah.
"Azlan!!! Azlan!!! " panggil Feby.
"Bos!! kannn aku dah bilang ayo kembali! " gerutu Malik.
"Udah udah, bawa dia masuk" titah Feby menghentikan omelan Malik.
__ADS_1
Mereka pun masuk, Azlan dan Malik sudah berganti pakaian. Cukup lama Azlan pingsan, akhir ia sadar juga.
Orang pertama yang Azlan cari adalah Feby. "Mama.... " lirih Azlan, ia berusaha bangkit meskipun tubuhnya terasa nyeri.
"Makan lah, mereka sudah menyiapkan makanan untuk kalian" ujar Feby, masih dengan nada datar. Meskipun begitu Azlan tetap merasa senang.
"Ma, aku tidak akan makan! " teriak Azlan.
Feby yang berdiri di depan jendela ,menatap ke luar rumah yang masih di guyur hujan lebat. Ia mengerut, lalu menoleh pada Azlan yang sudah berdiri di belakang nya.
"Kenapa lagi, apalagi yang membuat mu keras seperti ini! "
"Aku gak akan makan sebelum mama memberikan kami Restu" lirih Azlan.
"Apa kurang jelas? aku sudah menolong mu! " balas Feby.
"Tetap saja, mama harus mengucapkan nya langsung! " sahut Azlan.
"Dasar!! ... iya aku merestui kalian! " pasrah Feby, lalu berjalan ke meja makan.
"Makan lah yang banyak, jangan buat anak ku jadi janda beranak satu! " sungut Feby.
Azlan pun tersenyum bahagia, semua usahanya tak sia sia. Malik yang melihat keberhasilan bosnya ikut senang. "Makan yang banyak bos! "
"Tentu saja, aku akan makan banyak biar kuat dan buat anak mama bunting tiap tahun" kekeh Azlan.
"Awas aja kalau gak kamu laksanakan! " ancam Feby melotot pada Azlan.
"Hahaha, itu mah mama gak perlu khawatir. Nanti juga bakalan bunting lagi setelah ini lahir" balas Azlan lagi.
"Busettt kok aku yang merinding" itu suara Asisten Feby yang sejak tadi menyimak.
" Jangan kan embak, aku aja laki yg ikut merinding "celetuk Malik, ucapannya itu membuat mereka tertawa bersama.
...----------------...
Berusaha biar cepat Endingnya. Author ada cerita baru yang mau di terbitin. Mau buat kisah yang berbeda. Gak tema sekolah, tapi tetap ada romantis nya. Rencana sih mau buat kisah yang sedih. tapi happy ending. Kasih pendapat nya yah. aku kasih covernya dulu. Melihat judul dan Covernya, kalian mau jalan cerita seperti apa??
__ADS_1