
Zoya dan Azlan berjalan jalan di tepi pantai, menikmati semilir angin sembari saling memeluk.
"Sayang" lirih Azlan.
"hmm." Zoya menoleh kearah suaminya, senyum indah terukir di sana.
"Apa kamu bahagia selama bersama ku? " tanya Azlan serius, malah zoya yang mengerut bingung.
"Pertanyaan macam apa itu? "
"Aku hanya ingin tahu" lirih Azlan.
Cup~ Zoya mengecup pipi kanan Azlan. Memeluk erat suaminya.
"Aku selalu bahagia, jika kalian bersama ku" jawab Zoya dalam pelukan suaminya. Azlan pun tersenyum puas, membalas pelukan Zoya dengan erat.
"Terimakasih sayang"
"Sayang!!!!!! "
Azlan dan Zoya terlonjak kaget mendengar teriakan seseorang. Mereka menoleh ke belakang mencari sumber suara.
Disana, dari arah samping seorang pria tampak berlari dari seorang wanita. Zoya menyipit, ia seperti nya kenapa dengan pria itu, dan.... wanita itu.
"Angga? " gumam Zoya, azlan menoleh pada istri nya. Sejujurnya azlan tidak kenal dengan pria itu tetapi dengan wanita yang mengejarnya azlan ingat.
"Intan" lirih Azlan.
Angga yang terus berlari tidak sengaja menoleh pada sepasang laki-laki dan wanita yang tengah menatap ke arahnya. Angga malah berbelok menghampiri mereka dan bersembunyi di balik tubuh Zoya.
"Eh eeee.. " kaget Zoya.
"Tolong sembunyikan aku" mohon Angga. Azlan sudah emosi, ia menatap Angga tajam.
"Azlan, marahnya nanti saja. Aku harus bersembunyi" lirih Angga, pria itu terus menutup tubuhnya di belakang Zoya.
"Sayang!!! cepat keluar!! " titah Intan. Ia masih belum sadar siapa yang ada di depannya. Zoya dan Angga merenggangkan tubuh nya, membiarkan Intan melihat suaminya.
"Kok kalian tega sih" lirih Angga dengan tampang teraniaya nya.
Intan melirik pria dan wanita yang sudah menyembunyikan suaminya.
"Azlan? Zoya? " ujar Intan.
Zoya menatap Intan, gadis manja yang dulu selalu saja bermusuhan dengan nya kini berubah menjadi wanita yang terlihat sangat dewasa, berbeda dengan Intan yang dulu.
"Kamu sama Angga dah nikah? " tanya Zoya.
"Hehe Iya" jawab Intan canggung.
__ADS_1
"Sayang, sini!! " Intan menarik tangan Angga.
"Lama tidak jumpa Zoya" ucap Angga menatap Zoya, si cinta pertama nya. Tatapan Angga masih sama seperti dulu, Zoya tetap menjadi gadis yang pertama di hatinya.
"Hei, dia istri ku! " serga Azlan menghentikan tatapan Angga dan beralih menatap Azlan.
"Kenapa kalian lari lari tadi? " tanya Zoya penasaran.
Angga menjauhkan Intan sebentar, lalu berbisik dengan Azlan dan Zoya.
"Tolong bantu aku, istri ku itu lagi ngidam" mohon Angga.
"Sayang, kamu lagi ngomong apa? " Intan kembali mendekat pada mereka.
"Heheh gak ada apa apa kok sayang" lirih Angga menatap takut pada istri nya.
"Intan, yuk ikut kita. Disana ada nisa, mila, Ali, dan Agai" tunjuk Zoya pada sekelompok keluarga nya.
"Hmm,, ma-" Angga terhenti ketika ingin menolak permintaan Zoya.
"Tidak apa, kita akan kesana" ucap Intan.
"Oke.. lets go" sorak Zoya menggandeng tangan Intan. Kedua gadis itu berjalan di depan, si ikuti oleh Azlan dan Angga yang tampak canggung
"Momy! " Bastian menghampiri Zoya, memeluk kaki mommynya.
"Eh Tian sayang" Zoya mengangkat bastian ke dalam pelukan nya. Lalu mengecupnya gemas.
"Hai tante" sapa Bastian.
"Hai juga sayang, ihh anak kamu lucu banget yah" ucap Intan gemas, ia berharap anaknya juga se gemes Bastian, Intan jadi mengusap perutnya.
"Loh Zoya, ini siapa? " Mila menghampiri Zoya, di ikuti oleh Nisa, tatapan mereka tidak suka pada Intan.
"Guys, Intan tidak ada maksud apa apa kesini" ujar Zoya yang mengerti arti tatapan teman temannya.
"Ngapain ke sini? " ketus Nisa.
"Nisa, gak boleh gitu" sorak Ali menegur istri nya.
"Hehehe sorry sorry" kekeh Nisa. Intan hanya tersenyum tipis, wajar saja mereka bersikap seperti itu, karena semua ini ulah dirinya sendiri.
"Angga, kamu udah nikah sama Intan? " tanya Agai.
"Yeah begitulah, dia sedang ngidam sekarang" jawab Angga.
"Karena itu kamu lari darinya? " celetuk Azlan, kemudian tertawa terbahak bahak.
"Azlan, kok ketawa sih" tegur Zoya tidak enak dengan Intan dan Angga.
__ADS_1
"emang ngidamnya ngapain? " tanya Ali penasaran.
"Aku cuma minta Angga memanjat pohon kelapa rendah itu" lirih Intan dengan suara lemah. Zoya, mila dan yang lainnya menatap tajam pada Angga. Istri ngidam malah kabur.
Angga mendengus kesal, ia menatap semua orang dengan tatapan malas.
"Aku di suruh manjat, itu sangat mudah" ujar Angga.
"Lalu kenapa kabur? " sahut Nisa.
"Tapi dia menyuruh ku memakai bikini ketika manjat" sambung Angga.
"Hmpppp" Azlan menutup mulutnya menahan tawa.
"Hahahahah" mereka semua tertawa terbahak bahak. Intan ada ada saja permintaannya.
"Kenapa kalian tertawa! " ujar Angga kesal.
"Ternyata bukan aku aja yang mengalami hal yang aneh ketika istri ngidam" ujar Azlan sembari menahan tawanya.
"Zoya, kamu juga seperti itu? " tanya Angga lembut. Semua orang melirik Angga, bisa bisanya Angga bersikap seperti itu.
"Kenapa? aku cuma bertanya" lirih Angga acuh.
"Seperti nya Angga masih menyukai Zoya" batin Intan sedih.
"Azlan dulu mencari cari makanan yang aneh, dia tidak menyiksa suaminya. Tetapi menyiksa kita semua" ujar Ali menatap Azlan kesal.
"Jadi kalian menyesal!! " geram Azlan pada kedua sahabatnya.
"Alah, kaya istri kalian ngidam gak aneh aneh saja! " celetuk Anggi, membuat Ali dan Agai terkekeh pelan.
Intan masih saja diam, memperhatikan suaminya yang sesekali melirik Zoya kearah Zoya. Intan dapat merasakan tatapan Angga penuh perasaan pada Zoya.
"Intan, kenapa diam aja? " ujar Nisa menyadarkan Intan dari lamunannya.
"Eh iya, bayinya tidak ingin bicara" jawab Intan alesan pada bayinya.
"Dasar bumil, ada ada saja alesannya" kekeh Zoya tersenyum hangat pada Intan.
"Kenapa kamu bisa bersikap lembut seperti ini? apa karena ini semua laki-laki menggilai mu? termasuk suami ku" batin Intan, tatapan matanya mendalam pada Zoya.
"Hei, ada apa? " tanya Zoya tak enak di tatap Intan seperti itu.
"Nanti malam kesini yah, makan malam bersama kami" ucap Mila.
"hm... gimana yah" ujar Intan, ia melirik ke arah Angga meminta persetujuan.
"Baiklah" jawab Intan setelah melihat anggukan kepala dari suaminya.
__ADS_1
...----------------...