Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Merindukan Nya


__ADS_3

"Uweekkk, Uwekkk"


Mendadak Zoya merasa mual dan pusing. Ia melangkah cepat menuju kamar mandi.


"Ada apa? apa kamu sakit? " Anggi menghampiri Zoya ke kamar mandi, mengurut tengkuk Zoya ketika gadis itu memuntahkan cairan bening.


"Gak tahu ni, aku pusing banget"


"Uwekkk Uwekkk"


"Yaudah kita ke rumah sakit sm ya" ujar Anggi mulai panik.


"Gak usah, kayanya cuma ke melawan aja" tolak Zoya, lalu berjalan keluar dari kamar mandi dengan langkah gontai.


"Tapi kamu pucet banget Zoe"


"Aku gak papa kak, tapi... " ucap Zoya terjeda, perutnya kembali terasa di aduk aduk.


"Uww, uwekkk"


"Kita harus ke dokter" putus Anggi membawa Zoya keluar dari kamar hotel.


"Gak kak, aku gak mau ke rumah sakit. Aku mau ketemu Azlan! "


"Apa? " kaget Anggi.


"Aku kangen dia hiksss huaaaawaaa" seketika tangis Zoya pecah, ia tidak tahu tetapi hatinya terasa begitu sedih.


"Eh jangan menangis, malu di liatin orang"


"Aku mau jumpa diaaaa huwaaaa" tangis Zoya kembali menjadi jadi. Anggi pubg merasa sangat bingung sekarang, apa yang harus dia lakukan.


"Ba... baiklah, aku akan membawa mu ke sana. "


"Siapkan mobil" titah Anggi pada pengawalnya.


Mereka pun melaju menuju ke rumah Azlan.


tidak menunggu waktu lama, 45 menit akhir nya mereka tiba.


Zoya langsung bergerak cepat keluar dari mobil, lalu berlari masuk ke dalam rumah.


"Azlan!! Azlan!!! " teriak Zoya seperti orang kesetanan.


"Loh Zoya ada apa sayang? " tanya Meika ikut panik melihat Zoya yang tiba-tiba berteriak dan berlinang air mata.


"Zoya"


"Azlan!! " teriak Zoya berlari menghampiri Azlan, lalu memeluknya erat.


Anggi tak bergeming, ia hanya memalingkan wajahnya.


"Aku kangen banget" lirih Zoya.

__ADS_1


"Gue juga" balas Azlan memeluk Zoya.


"Anggi kamu di sini? " Raya turun, menghampiri kekasihnya.


Meika bingung, ia tidak tahu permasalahan ini.


"Ada apa ini? bunda bingung"


"Bunda, ini pacar Raya, dan dia abang sepupunya Zoya. " Raya memperkenalkan kekasihnya pada Bunda.


"Halo tante, " sapa Anggi mencium tangan Meika.


"Tampan banget yah" puji Meika membuat Anggi tersipu malu.


"Jangan di puji Bunda, dia yang udah misahin aku dan Zoya" cibir Azlan.


Anggi melirik Azlan tajam, seolah mengatakan jangan bacakan bicara.


"Sayang, gue gak akan membiarkan pria itu memisahkan kita" janji Azlan pada Zoya.


"Terimakasih"


Anggi yang merasa segan di depan Bunda Raya tidak bisa berbuat apa apa, ia hanya menggeram melihat tingkah Azlan yang sangat mengjenkelkan.


"Awas aja nanti" geram Anggi dalam hati.


"Yuk nak duduk, Bunda mau bicara sama kamu sebentar" ajak Meika menarik Anggi ke sofa, pria itu menurut saja. Meika menatap Raya sebentar.


Raya pun mengerti, lalu menarik Azlan dan Zoya menjauh dari sana.


"Nak Anggi, kakak sepupunya Zoya? " tanya Meika Lembut.


"Iya tante, dan mohon maaf sebelumnya. hubungan saya dan Permasalahan Zoe tidak bisa di samain" jelas Anggi cepat agar Meika tidak salah paham.


"Hahaha.. " Meika tertawa renyah.


"Nak Anggi, bunda tahu kamu adalah pria yang baik baik. bunda meminta untuk bicara dengan kamu bukan membahas masalah hubungan kamu dan raya"


Anggi tersenyum kikuk.


"Lalu... "


"Bunda cuma mau meluruskan saja, sebenarnya Azlan tidak pernah menyakiti Zoya. Hanya saja pihak ketiga yang membuat mereka terlibat beberapa masalah" jelas Meika.


"Tapi tante... Zoya masih dalam keadaan drop, saya tidak mau adik saya tertekan lagi😐"


"Nak, takdir itu tidak bisa di elak kan, kita tidak bisa memisahkan mereka yang bahagia bila bersama"


"Lihat lah, Zoya tertawa bahagia, dan Azlan juga"


Anggi mengikuti arah tunjuk Meika yang menunjuk kearah Azlan dan Zoya tengah tertawa bersama di taman. Anggi belum pernah melihat tawa lepas itu dari Zoya.


"Mungkin papa benar, Kebahagiaan Zoya mungkin di sini, di tempat sakit itu berasal" batin Anggi menghela nafas berat.

__ADS_1


"Lagi pula kamu mengenal baik putri saya, sifat kedua anak saya tidak jauh berbeda nak" kekeh Meika.


"Hmm maaf tante, saya hanya tidak mau melihat Zoe menderita, ia cukup menderita karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. " lirih Anggi menunduk.


"Saya mengerti, karena saya adalah sahabat baik Febi"


Anggi terkesiap, sungguh dunia ini sempit. pikirnya.


"Kamu kaget? itulah takdir. Mereka bersama tanpa di sengaja dan kita semua menjadi keluarga tanpa di sengaja pula. "


"Bersyukur menjalani apa yang telah di tentukan oleh yang maha Kuasa nak" tutur Meika.


Anggi mengangguk mengerti, ia paham sekarang.


"Lalu, kapan kamu akan mempersunting putri ku? " tanya Meika.


Anggi gugup, jantung nya berdegup kencang.


"Honey, jangan gugup. " lirih Raya ,anggi menoleh pada Raya yang entah sejak kapan duduk di sebelah nya.


"Bun, bulan depan kami akan menikah"


"huh? " kaget Anggi. Meika mengerut bingung melihat keterkejutan Anggi.


"Kak, kamu gak siap? kok mukanya tegang? "


"Lemah" celetuk Azlan.


Anggi mendengus kesal, mereka mengeroyok nya sekarang.


"Kapan pun Raya siap, saya bersedia mempersunting nya bun" jawab Anggi pasti.


"Dan saya mau Zoya dan Azlan mengulang lagi pernikahan mereka. Sudah 6 tahun berpisah sebaiknya mensakralkan kembali hubungan mereka sebelum mereka melakukan mya" pintar Anggi.


"Melakukan apa? " tanya Meika


"Beb, kamu telat ngomong nya. Mungkin saja di dalam sana sudah tumbuh beni yang Azlan tanam setiap malam nya" celetuk Raya menunjuk perut Raya. Gadis itu hanya menunduk malu.


"Apa? "


"Iya tuh, mereka sudah merusak kesucian batin aku" timpal Mila yang baru saja bergabung.


Anggi melirik Zoya yang di gandeng Azlan.


"Seperti nya situasi tidak aman sayang" bisik Azlan.


"Iya, sebaiknya kita... "


"Kabur!!!!!! " Azlan dan Zoya berlari dari Anggi yang akan mengamuk.


"Awas saja kalian nanti!! " teriak Anggi.


...----------------...

__ADS_1


banyak yang minta happy happy yah. yaudah Author buat kelanjutan nya tanpa masalah. Happy happy aja lagi yah😁😁😁 mau liat Zoya ngidam lagi gak?


Maunya ngidam gimana?? yuk like dan komen duluuuu😘😘😘😘


__ADS_2