Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Laki-laki menyebalkan


__ADS_3

Bastian memasuki rumah nya, sudah lama ia tidak pulang ke rumah ini. Bastian masih ingat bagaimana mommynya memohon agar dirinya pulang dan menetap di negara kelahiran nya.


"Tian, mau sampai kapan kamu jauh dari momy? " lirih Zoya sendu, ia sudah tidak tahan lagi hidup jauh dari putranya.


"Sampai aku ingin pulang momy, aku betah di sini. Aku suka negara ini"


"Apa kamu nyaman jauh dari momy dan dady? " Zoya menatap putranya serius, walau bagaimana pun dia harus membawa Bastian pulang.


"Kalau sama momy sih engga, tapi kalau dady... " ucap Bastian melirik Dady nga yang sibuk dengan koran di tangannya.


"Aku tahu jawabannya" sahut Azlan, tidak perlu Bastian menjelaskan bagaimana kelanjutan ucapannya, Azlan sudah bisa menebaknya.


"Aku juga senang kau jauh. Karena aku bisa berduaan bersama istri ku" tambah azlan lagi, kali ini pria itu melirik putranya dengan mata sebelah kanan mengedip.


Bastian mendengus kesal, ia berpikir bagaimana cara menolak permintaan momy nya. Bastian sangat nyaman di negara ini, perusahaan yang Azlan percayakan padanya di negara ini juga sudah berkembang sangat pesat.


"Momy kan bisa tinggal di sini bersama Tian" bujuk Bastian lagi.


"Tidak sayang, momy tidak betah lama lama di negeri orang" jawab Zoya dengan nada memelas.


"6 tahun di Amerika nyaman nyaman ajah tu" celetuk Azlan, Zoya langsung menghadiakannya dengan lemparan bantal sofa.


"Sorry sorry, silakan lanjutkan" cengir Azlan, ia tidak berani mengganggu istrinya lagi, bisa bisa ntar malam tidak dapat jatah.


"Pokoknya momy mau kamu pulang! "


"Tapi my, Tian kan masih kuliah! "


Zoya menekuk wajah, lalu bangkit dari duduknya.


"Momy!! "


"Momy!! "


"Ahhkkkk!!!! " teriak Bastian frustasi, tangannya menarik rambut nya kuat.


Azlan masih di sana, ia hanya tersenyum miring melihat putranya yang frustasi.


"Kak Tian!!!! " teriak Alisa membuyarkan lamunan Bastian.


"Ada apa sih, Alisa. Kamu gak takut suara kamu ilang? di sana teriak, di sini teriak! "


"Ih kak tian sih, coba bantuin aku hmm" ucap Alisa kesusahan membawa koper Tian.


"Tidak, itu hukuman mu. "


"Astaga, kalian ini kenapa berisik banget sih" gerutu Azlan, ia merasa terganggu menonton TV karena surat gaduh Alisa dan Bastian.


Zoya tengah masak di dapur, mendengar keributan di depan membuat Zoya ingin melihatnya.

__ADS_1


"Momy"


Bastian melangkah mendekati Zoya, tapi langkah nya tiba-tiba terhenti ketika melihat sang ibu seakan tidak melihatnya, Zoya malah berlari mengejar Alisa.


"Alisa!!! "


"Aunty!! "


Mereka saling berpelukan, Zoya pun mengecup kedua pipi Alisa.


"Momy, aku di sini lah" lirih Bastian datar.


"Trus kenapa? "


"Huh, kasian sekali yah" cibir Azlan meledek putranya. Di luar dugaan, Bastian malah berhamburan memeluk Azlan, berusaha membuat sang ibu melirik ke arahnya dan merasa cemburu.


"Dady..... aku sangat merindukan mu!! "


"Huh" cengoh Azlan bingung, ia harus was was dengan sikap Bastian yang tiba-tiba seperti ini.


"Yuk ke dapur, aunty sudah masakin banyak sekali makanan untuk putri cantik ini"


"Woooo aku senang sekali" sahut Alisa berbinar, ia melirik Bastian sebentar, meleletkan lidahnya mengejek Bastian.


"Huh, siapa yang anaknya momy sih" densus Bastian menatap ke pergian mereka ke dapur.


"Hahaha... kamu itu anak laki-laki, kalau Alisa adalah anak perempuan, tentu momy mu lebih pro ke Alisa" jelas Azlan.


Azlan menggeram, di kasih tahh malah marah padanya. Andai saja Bastian bukan anaknya, sudah lama bocah itu di gantung nya.


Bastian ikut ke meja makan, memperhatikan momy nya yang terus memperhatikan Alisa, ngobrol, tertawa, ahh... semuanya membuat Bastian geram.


"Momy!!! " geram Bastian.


Zoya dan Alisa menoleh pada Bastian, "Ada apa? "


Ada apa?? Bastian tidak menyala kata kata itu yang akan di ucapkan momy nya.


"Aku baru pulang Momy, masa momy gak perhatiin Bastian sih"


"Lah kamu minta di perhatiin, momy kira kamu udah bisa hidup sendiri" balas Zoya datar.


"huh? "


Bastian menghela nafas berat, ia mengerti sekarang apa yang menyebabkan momy nya bersikap seperti ini.


"Momy maaf, tapi kan. Aku udah ada di sini, Aku udah putuskan untuk menetap di sini" ucap Bastian frustasi, ia mana bisa di cuekin seperti ini oleh Zoya, sungguh menyiksa batin nya.


"Benarkah? bagus. Kalau begitu putra momy harus makan yang banyak" raut wajah Zoya langsung berubah senang, inilah yang di tunggu tunggu Zoya sejak tadi. Mana mungkin Zoya bisa mengacuhkan putranya lama lama, Bastian adalah putra tunggalnya.

__ADS_1


Zoya mulai menyendokkan nasi dan meletakkan beberapa lauk pauk di atas piring Bastian.


"Makan yang banyak putra ke sayangan momy"


Alisa terkekeh pelan melihat tingkah ibu dan anak ini.


...----------------...


Dea mengendarai mobilnya menuju Cafe milik Azlan yang di beri kepercayaan pada dirinya untuk mengelolanya.


Hari hari di jalani Dea seperti biasa, kuliah, belajar, mengurus Cafe. Tidak ada yang menarik dalam hidup nya.


Setelah tiba di cafe, Dea memarkirkan mobilnya di tempat biasa ia parkir. Tidak ada yang berani menggantikan posisi mobil ke sayangan nya itu.


Brak~


Baru melangkah beberapa langkah saja dari mobilnya, tiba-tiba suara gaduh membuat Dea harus menghentikan langkahnya itu.


"Mobil ku!! " gumam Dea panik,ia memeriksa body mobilnya yang baru saja terserempet oleh sebuah mobil sport hhitam Bagian belakang Mobil Dea tergores beberapa senti.


Dea menoleh pada mobil yang masi berhenti di sana, dengan geram Dea menggedor gedor kaca mobil itu.


"He!! turun kamu!!! "


"Hei!!!!! " teriak Dea geram.


Si empunya mobil itu pun akhirnya keluar, Dea bersiap akan memakinha.


"Ada apa? " tanya pria pemilik mobil yang terlihat acuh.


Dea menatap pria tinggi, tampan, hidung mancung dan tubuh atletis itu dengan tatapan tajam.


"Heh!!! lihat, karena mobil butut mu ini, body mobil ku tergores! " maki Dea.


Bastian melirik mobil Dea sebentar, lalu kembali menatap gadis yang menurut Bastian terlalu lebai. Mobil Dea hanya tergores beberapa senti saja, tapi sikap nya seolah olah mobilnya hancur.


"Kamu butuh berapa untuk memperbaiki mobil butut mu itu? " tanya Bastian malas.


"Apa?? Mobil butut kamu bilang? " geram Dea, pria di depannya ini sangat menyebalkan.


"Menurut mu, mobil seperti ini bagus? jika kau membutuhkan, kau bisa mengambil satu mobil ku yang lebih mewah dari ini" Bastian menendang ban mobil Dea.


Hal itu membuat Dea semakin emosi.


"Aku tidak butuh uang mu!!!,atau mobil mu!! dasar pria tidak punya tata krama! " densus Dea menahan emosinya, lalu gadis itu memutuskan untuk pergi dari sana.


"Hei... apa kau tak ingin mobil baru ku?? " teriak Bastian dengan nada mengejek. Ia tersenyum miring menatap punggung Dea yang sudah menghilang masuk ke dalam cafe.


"Dasar, gadis aneh" cibir Bastian, ia kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan cafe itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2