
Setelah menemui Siska Azlan langsung menuju kantin, pria itu kehabisan tenaga karena menahan emosi yang ingin segera meluap. Beruntung pelakunya cewe, kalo cowo?? beeee Azlan pasti akan mematahkan lehernya, lalu menjadikan dagingnya gosong seperti ayam goreng buatan Azlan semalam.
"Den Azlan gak masuk? " tanya mang dodin sembari mengantar pesanan Azlan.
Azlan hanya nyengir, pria itu meraih makanannya lalu melahap dengan cepat.
Mang dodin masih belum beranjak dari depan Azlan, pria paru baya itu malah ikut bergabung dengan Azlan.
"Mamang mau ngomong sama kamu" ucap Mang dodin meragu.
"Ngomong aja mang, gue dengerin kok" balas Azlan sembari menyuap nasi goreng nya.
"Anu den, si Zoya... " ucap Mang Dodin ragu ragu. Azlan yang mendengar nama Zoya di sebut langsung menghentikan kegiatan makannya, matanya terangkat menatap Mang dodin.
"Jangan marah dulu. Mang dodin cuma penasaran" ucap Mang dodin cepat sebelum Azlan ngamuk, bisa hancur warung nya Mang dodin.
Azlan tak bersuara, ia menunggu Mang dodin mengeluarkan pertanyaan nya.
"Den Azlan te, suka sama Zoya?? kalian te pacaran? " tanya Mang dodin penasaran.
Azlan mendengus kesal, ia pikir ada apa dengan Zoya, ternyata Mang dodin cuma penasaran dengan hubungan nya dengan Zoya.
"Kenapa emangnya Mang? " tanya Azlan dengan nada santai sembari kembali melanjutkan makan nya yang sempat tertunda.
Karena melihat Azlan tidak marah, Mang dodin kembali melanjutkan rasa penasaran nya.
"Mamang te liat den Azlan berbeda dari yang biasanya. Dari cuek dan suka bertengkar malah jadi bucin"
Azlan tak menjawab, ia malah melahap nasi goreng yang hanya tersisa satu sendok lagi.
Mang dodin menunggu jawaban Azlan yang kini malah minum, seperti mempermainkan rasa penasaran Mang dodin.
"Jawab atuh den, Mang dodin penasaran" desak dodin.
"Gini yah Mang, manusia itu pasti akan berubah Entah itu karena cinta. Atau karena rasa penyesalan. " tutur Azlan.
"Den Azlan yang mana? "
"Seperti yang Mang dodin ungkap tadi" jawab Azlan sembari mengedipkan mata kirinya, lalu Azlan bangkit dari duduknya melangkah keluar dari kantin.
"Ihh dasar anak muda, bisanya cuma berbelit belit. Kan tinggal jawab, saya cinta sama Zoya, makanya berubah" dumel Mang dodin kesal karena di permainkan oleh Azlan. Bukan marah, Mang dodin selalu saja di kerjain oleh Azlan atau teman teman Azlan yang lain.
Azlan berjalan santai menuju kelasnya, tiba di depan kelas Zoya. Azlan malah berhenti dan menatap Zoya dari luar. Posisi meja Zoya tepat menghadap ke pintu.
"Ssstttt" kode Azlan.
Beberapa kali Azlan memberi kode akhirnya Zoya melirik padanya.
"Apa? " tanya Zoya melalui gerak bibir tanpa bersuara.
"I love you" ungkap Azlan dengan gerak bibirnya. Zoya tidak mengerti apa yang Azlan ucapkan, gerakan bibir Azlan terlalu cepat.
__ADS_1
"Apa?? " tanya Zoya lagi.
Nisa yang duduk di samping Zoya penasaran dengan siapa Zoya berbicara. Gadis itu pun ikut melirik ke arah pintu.
"Loe ngomong sama siapa? " tanya Nisa.
"Sama.... " ucap Zoya terhenti tidak melihat Azlan lagi di depan pintu nya yang hanya sedikit terbuka itu.
"Loe masih sakit yah Zoy? " Nisa langsung mengecek suhu tubuh Zoya dengan menempelkan telapak tangannya di jidat Zoya.
"Ih apaan sih nis, " dengus Zoya menepis tangan Nisa.
"Nisa!!! Zoya!!! kalian masih mau mengikuti pelajaran saya atau mau keluar? " tegur Bu Mindi garang. Nisa buru buru kembali fokus pada pelajaran yang tengah di jelaskan oleh untuk Mindi.
"ssstt" Azlan kembali memberi kode. Membuat Zoya melotot karena ternyata Azlan masih di sana.
"Sana pergi,,,, " ucap Zoya dengan memberi isyarat mengusir dengan kedua tangannya.
"Kenapa? " tanya Azlan bingung.
Zoya terus berusaha agar Azlan mengerti isyarat yang Zoya berikan. Namun Naas Azlan tidak mengerti hingga suara teriakan bu Mindi mengagetkan nya.
"Azlan!!!!!!! " teriak bu Mindi yang sudah di ambang pintu tanpa Azlan ketahui.
"Heheh bu Mindi" sapa Azlan nyengir, tamat riwayatnya sekarang.
"Ngapain kamu disini?? " tanya bu Mindi galak.
"Apa?? mau apa? " desak bu Mindi membuat Azlan kebingungan mencari alasan. Sementara Zoya menepuk jidat nya melihat tingkah konyol Azlan.
"Saya cuma pengen lihat ibu.. " cicit Azlan, membuat teman sekelas Zoya tertawa keras mendengar jawaban konyol Azlan. Kecuali seorang siswi yang hanya menatap Azlan dan Zoya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Diam kalian!! " bentak bu Mindi pada murid kelas IPA 1.
"Dan kamu Azlan, Masuk ke kelas kamu!! jangan bolos terus!! " titah bu Mindi.
"Siap bu, sudah melihat ibu membuat saya jadi semangat belajar" ujar Azlan, lalu melangkah cepat menuju kelas nya sebelum bu Mindi kembali mengamuk dan menghukum nya.
"Dasar anak zaman sekarang" gerutu bu Mindi menggeleng heran.
"Azlan lucu yah" kekeh Nisa.
"Abang gue itu" sahut mila bangga.
"Yang tingkah konyol gitu aja di banggain" cibir Adit yang langsung mendapat tatapan tajam dari Zoya.
"Eh pacarnya marah" celetuk Adit terkekeh pelan.
"Kembali ke pelajaran!! " ucap Bu Mindi tegas sembari memukul papan tulis, sehingga membuat para murid jadi gregetan dan kembali memperhatikan pelajaran nya.
Kringgggggg~
__ADS_1
Akhirnya jam istirahat pun berbunyi, Seluruh siswa siswi berhamburan keluar kelas. Sama hal seperti Zoya, mila dan Nisa, mereka berjalan keluar kelasnya ingin ke kantin untuk mengisi perut.
"Ehh, itu Azlan?? " tanya Nisa meragu.
"Iya, itu abang gue" sahut Mila.
Zoya pun ikut menoleh melihat seorang siswa tengah mengelilingi lapangan. Azlan kembali kena hukuman karena bolos di mata pelajaran pak Johar.
"Astaga kena hukum terus tu suami loe" ujar Nisa. Mereka berjalan ke dalam lapangan ingin menghampiri Azlan.
Muka Zoya sudah masam, ia bersiap mengumpulkan segala omelan nya untuk suaminya itu.
"Eh ada bidadari montok" Azlan menghentikan lari maraton nya, ia berjalan mendekat pada ketiga cewe cantik, yang salah satunya adalah istri nya.
"Kena hukum lagi? " tanya Zoya dingin. Azlan menggeleng cepat.
"Enggak babe, gue gak kena hukuman kok" jawab Azlan berbohong.
"Alah, trus ngapain loe ngelilingi lapangan? " sahut Mila. Zoya menatap ALan intens, menunggu jawaban apalagi yang akan Azlan ucapkan.
"Ini loh, gue lagi olahraga untuk mempersiapkan kegiatan kita nanti malam" jawab Azlan genit.
Mata Zoya membulat, pipinya langsung merona menahan malu. Bisa bisanya Azlan berkata seperti itu di depan kedua sahabat nya.
"Aduhhh Azlan!! gue masih polos tahu. Jangan bahas yang seperti itu di depan gue! " protes Nisa.
"Tau ih Azlan, gue itu masih kecil" sambung Mila.
"Kalian aja tuh yang mikirnya kesana, emang kalian tahu apa kegiatan gue sama Zoya nanti malam? " dengus Azlan balik nanya.
"Yah pasti itu kan? " ucap Nisa sok tahu.
"Apa?? "
"Yah itulah" jawab Nisa malu untuk memperjelas, yang pasti maksud Nisa adalah proses membuat anak🤣.
"Tolong yah, jiwa ke jomloan gue lagi bergejolak nih" gerutu Mila.
"Maksud gue adalah, kegiatan membersihkan apartemen" jelas Azlan membuat Nisa dan Mila merasa malu, sementara Zoya terkekeh pelan. Ia yakin jika yang di maksud suaminya sama persis seperti yang di pikirkan Nisa dan Mila.
"Hahaha, makanya tu otak jangan piktor" ledek Zoya membela suaminya.
"idihhh sekarang koe udah berkhianat yah, udah mihak si bengek ini" ucap Nisa sedih, Zoya sudah tak berpihak kepada mereka lagi.
"Nisa, Azlan memonopoli sahabat kita" rengek Mila pura-pura menangis seperti anak kecil.
......................
Mabuk cinta tu Azlan, 🤣🤣ini khusus buat Azlan konyol ajah deh udah larut juga😁😁
silakan komentar yah, kalo ada typi, atau ada yang kurang pas. Aku selalu menunggu kritikan dan saran kalian. Aku tanpa kalian, bukanlah apa apa. bersama kalian aku maju🤗🤗🤗🤗terimakasih 😘😘
__ADS_1