Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Kehidupan Dea Dan Bastian


__ADS_3

"Azlan!!!! Zoya!!!!! " teriak Agai tergopoh gopoh berlari menghampiri Azlan yang berada di teras rumah Bastian.


"Paman ada apa? " tanya Bastian menghampiri Agai yang sudah berada di hadapan Azlan. Agai ngos ngosan, sepertinya dia tidak menggunakan kendaraan apapun.


"Lam, huff... huff... Bantuin gue"


"Lo kenapa? " tanya Azlan ikutan panik melihat Agai seperti itu.


"Eh Agai? kamu kenapa Agai? " Zoya sedikit mempercepat langkahnya ketika melihat teman suaminya plus suami dari sahabatnya sepupu Azlan.


"Mila mau lo pada datang kerumah" ucap Agai.


"Emang kenapa? " tanya Zoya.


"Mila hamil Zoya, dan dia ngidam jumpa sama kalian"


"Wahhh benar kah??? bagus dong" decak Zoya girang.


"Ayuk lah Sayang kita kesana" ucap Zoya menarik tangan Azlan menuju mobil, namun Agai melarang nya.


"Loh kenapa Agai? katanya mau ke rumah kamu"


"Tau ih" gerutu Azlan.


"Lo pada kerumah gue harus berlari"


Satu


Dua


Tiga


"Whatt???? " pekik Zoya.


"Lo gila apa Gai, rumah lo kan jauh. Masa kita jalan kaki ke sana" protes Azlan.


"Maafin gue Azlan Zoya. Tapi gue terpaksa, karena itu semua ini permintaan istri gue" ucap Agai dengan nada memohon.


"Aaaaa masa lari, dah tua juga. gak kuat lari" rengek Azlan.


"Tapi, tenang aja Zoya. Lo gak di suruh lari kok. Kata nya cuma Azlan, bastian dan Ali doang" jelas Agai pada Zoya.


"Huh!! kok Aku juga paman??? " kaget Bastian, nama nya juga ikut terbawa.


"Bibi kamu ingin bertemu sama kamu "

__ADS_1


"Yaudah ah ayo la, kita harus jemput ali juga" ucap Agai menarik tangan Adalah dan Bastian bersamaan.


"Yaudah, aku dan Dea akan menyusul pake mobil yah" ujar Zoya membantu menantunya berjalan ke mobil.


"Huhhh,,,, kenapa sih kalian yang bercocok tanam, kenapa harus aku kena hama nya" gerutu Bastian sembari berlari mengimbangi Agai dan Azlan.


"Udah lah, kamu gak usah banyak protes. Anak kamu juga kaya gitu." sanggah Azlan di sela sela nafas nya yang mulai memburu.


"Mungkin ini semua kutukan bagi kita, karena kesalahan dady dulu"


wajah Azlan mulai murung, mengingat kenangan pahit yang pernah tertulis di kisah hidupnya.


"Udah lah Azlan, gak usah sedih. Itu rumah nya Ali udah keliatan" ucap Agai menunjuk rumah besar yang sudah nampak di depan mata.


Sementara di rumah Mila sedang asyik asyik nya menonton TV. Alisya berbaring di samping mama nya, satu tangan Mila tergerak mengusap usap rambut Alisya.


"Ma, kok papa lama sih" gumam Alisya. Meskipun sudah dewasa, alisya masih saja bermanja manja dengan mama nya.


"Biarkan saja lah nak" sahut Mila.


Tuk!!! Tuk!!!


"Ma siapa itu? " ujar alisya bangkit dari duduk nya.


"Yaudah, yuk kita lihat ma"


Alisya dan Mila bangkit dari duduk nya, kemudian berjalan beriringan ke depan.


"Zoya" kaget Mila ketika melihat Sahabat nya berdiri di depan rumah nya. Ternyata Zoya dan Mila yang mengetuk pintu rumah yang tertulis rapat itu.


"Mila" balas Zoya, mereka berpeluk seperti tidak pernah bertemu lama.


"Kak Dea, wahh kandungan nya sudah membesar aja" alisya mendekat pada Dea. Menuntun dea masuk ke dalam rumah.


"Apa susah ada tendangan tendangan dari nya? " tanya Alisya penasaran.


"Kamu mau coba pegang? " tanya Dea.


"Emang boleh?? " tanya Alisya berbinar.


"Boleh lah, sini" Dea menuntun tangan Alisya memegang perutnya. Entah mungkin bayi nya ikut senang, tangan Alisya merasakan pergerakan bayi. Seperti seolah olah bayinya menendang nendang.


"Wahhh dia nendang tangan aku" sorak Alisya girang. Dea hanya terkekeh melihat reaksi nya.


Sementara di depan rumah Mila dan Zoya masih saja berdiri sembari berbicara soal kejadian tadi si rumah Dea.

__ADS_1


"Aku gak tahu Zoya, tapi aku pengen jumpa kalian. Tapi gak mau mereka menaiki apapun" lenguh Mila membuang nafas.


"Gak apa apa Mila, itu kan permintaan bayi kamu. "


"Yaudah yuk masuk" ajak Mila menggandeng tangan Zoya. Umur kandung Mila belum terlalu tua, perutnya pun masih belum terlalu menonjol. Karena Mila suka memakai baju yang longgar longgar.


Di rumah Ali.


Bastian terengah mau, ia membungkuk dengan kedua tangan bertumpu di sisi lututnya. Sementara Azlan dan Agai sudah tergeletak di teras Ali.


"Astaga!!!! Agai, Azlan. Kalian ngapain ngungsi di teras rumah gue??? kaya gak ada kolong jembatan aja " decak Ali kaget ketika keluar dari rumah nya mendapati kedua sahabatnya tengah berbaring dengan nafas memburu.


"Lah, Bastian juga ada di sini? nah loh kenapa ngos ngosan seperti abis di kejar hantu? " tanya Ali bingung.


"Aduh ayahh,,, bentar lagi juga begini kok" sahut Bastian di sela sela nafasnya.


"Ehh, ayah. Kok Ali sama Agai gak di bawa masuk. Malah baring di teras lagi" ucap Nisa kaget ketika menyusul suaminya kekuatan rumah.


"Bunda" sapa Bastian.


"Menantu bunda juga? " kaget Nisa.


"Ini semua karena Mila" ujar Azlan.


"Kenapa dengan Mila? " tanya Nisa bingung.


"Malang ingin bertemu sama kalian semua. " jelas Agai. Mata Nisa berbinar, ia juga sudah merindukan sahabat sahabat nya.


"Trus hubungan lo pada jadi kek gini apa? " tanya Ali.


"Tante Mila tu minta kalian lari kerumah nya!! " sambung Bastian.


"What????? lo gila Agai? masa lari ke rumah lo? "


"Mau bagaimana lagi? itu permintaan bayi nya" balas Agai.


"Aku gimana? harus lari juga kah? " tanya Nisa menunjuk diri nya.


"Tidak Nisa, setiap anak anak kita hanya akan menganiaya bapak nya" jawab Azlan.


Mereka pun akhirnya berlari menuju ke rumah Agai, sementara Nisa berangkat lebih dulu di ke rumah Nisa.


...----------------...


Nanti yah, apa yang akan Mila lakuin ketika mereka sudah tiba di rumah nya. 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2