Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Bangkit dari kerapuhan


__ADS_3

Zoya masih termenung, menyendiri di kamar tanpa menyentuh makanan sedikit pun. Sudah 5 hari sang papa tiada, namun mamanya belum menampakan diri. Entah apa sebenarnya yang melanda keluarga ibu hamil ini.


"Sayang... kita makan yah" bujuk Azlan, pria itu masuk ke dalam kamar membawa nampan berisi nasi dan segelas susu.


"Sayang, loe belum makan seharian, bahkan kemarin loe hanya minum susu doang"


"Sekarang loe harus makan! " titah Azlan sedikit memaksa.


"Ayo sayang, buka mulut nya aaaaaa"


prank~ Zoya menepis tangan Azlan, sehingga sendok dan piring jatuh ke lantai.


"Zoya!! loe harus makan!! loe gak mikir gimana anak loe jika loe gak makan! " bentak Azlan terpancing emosi.


"Gue udah bilang! gue gak mau makan! " balas Zoya lirih beranjak dari duduknya. Gadis itu malah berjalan mendekati ranjangnya kemudian membaringkan diri.


"Jika loe seperti ini terus loe gak akan bisa menyelesaikan masalah! loe harus bangkit Zoya!!!! " teriak Azlan menarik Zoya agar terduduk, lalu memegang bahu Zoya, menatap mata yang terlihat kosong dan hampa.


"Zoya, loe masih punya gue, loe punya calon bayi yang membutuhkan loe. "


"Emang loe mau bayi kita sedih di dalam Sibi" ucap Azlan mengusap perut Zoya.


Zoya tak merespon, gadis itu hanya diam, sesekali yang terdengar hanya helaan nafas dan isak tangisnya. Kepergian papanya membuat Zoya benar-benar drop.


"Terserah loe" ketus Azlan, lalu pergi meninggalkan Zoya sendiri di kamar. Ia sudah lelah memaksa Zoya, namun gadis itu seperti tanpa kehidupan dan tidak mau mendengarkan dirinya.


Mila dan nisa berganti masuk setelah Azlan keluar dari sana. Kedua gadis itu tak percaya melihat Zoya yang terlihat semakin kurus tak terurus, rambut nya terlihat bergulung tak di sisir.


"Zoya... " panggil Nisa, mereka duduk di samping Zoya, lalu memeluk gadis itu erat.


"Hikss... hiksss gue gak punya siapa siapa lagi nis, mil gue sendiri sekarang" ucap Zoya dengan bibir bergetar.


"Gak Zoya, loe masih punya kita, suami loe, bunda ketika, ayah, kak Raya, loe masih punya kita semua. loe gak sendiri"


Zoya tak menyahut, yang terdengar hanya isak tangis mereka.


"Loe harus bangkit Zoya, loe gak boleh kaya gini terus. Kita harus sekolah, mengejar mimpi mimpi yang belum kita raih"


Mila dan Nisa terus berusaha membujuk Zoya dan membantu Zoya bangkit dari keterpurukan.


"Sayang, apa bunda boleh masuk? " tanya ketika yang berdiri di ambang pintu bersama Raya.


Zoya tak menjawab, hanya anggukan kepala yang menjadi respon darinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah kurus gini, makan yah" bujuk bunda sembari memberi kode pada Raya agar memberikan makanan yang ia bawa.


Zoya pun menerima nya, meski dirinya tidak memiliki nafsu makan.


"Loe harus makan zoy ingat janin loe butuh energi" timpal Raya.


Nisa dan mila tersenyum melihat Zoya yang perlahan menyuapi makanan ke mulutnya.


Sejak saat itu, Zoya mulai bangkit dari keterpurukan nya. Meski sering ia mengeluarkan air mata ketika mengingat sang papa.


Pagi itu, Zoya menguatkan diri untuk berangkat ke sekolah. Dirinya mencari cari keberadaan Azlan, sudah 3 hati ia tidak melihat suaminya.


"Loe Zoya, kamu belum berangkat? " tanya Bunda.


"Iya bun, ini mau jalan. " Zoya beranjak mendekati Meika untuk mencium punggung tangan Meika berpamitan.


"Ya sudah, kalau begitu kamu hati hati yah sayang" balas Bunda.


Sebelum benar-benar keluar dari rumah Zoya kembali berbalik menatap Bunda nya.


"Bun, Azlan kemana yah? kok aku gak ada lihat dia sejak kemarin" tanya Zoya ragu.


"Ooh Azlan, anak nakal itu tetap tinggal di apartemen. Karena kamu belum fit jadi dia menunggu kamu di sana" jelas Meika.


Zoya masuk ke dalam mobil, ia duduk gelisah di belakang. Entah mengapa Zoya merasakan sesuatu yang melanda hatinya.


"Kenapa perasaan gue gak enak yah" batin Zoya. Ia mencoba mengalihkan dirinya dengan cara membaca buku pelajaran yang sudah lama ia tinggalkan.


Perasaan itu kembali lagi, Zoya merasakan sesuatu yang membuat dirinya tidak tenang. Tangan nya terangkat mengusap perutnya yang sudah membulat, tetapi tidak terlihat jelas karena baju yang Zoya pakai longgar dan switer yang Zoya kenakan mampu memanipulasi penampilan.


"Nona kenapa? " tanah Supir penasaran melihat muka tegang Zoya.


"Gak papa pak, jalan ajah" sahut Zoya.


"Apa sebenarnya yang terjadi" lirih Zoya.


Cling~ nada dering pesan di ponsel Zoya berbunyi. Secara cepat Zoya langsung membukanya.


Duar~ Duar~


Bak seperti sambaran petir jantung Zoya berdegup kencang. Tubuhnya menegang melihat sesuatu yang kembali menghancurkan hatinya.


"Pak putar balik pak, " titah Zoya dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Tapi non, sebentar lagi bel akan berbunyi" ucap Supir itu mengingatkan Zoya.


"Putar balik saja pak! " ucap Zoya lagi dengan nada sedikit membentak. Dengan terpaksa supir itu akhirnya memutar balik arah mobilnya yang hampir sampai di sekolah.


Sementara di sekolah Mila dan Nisa tengah menunggu kedatangan Zoya. Gadis itu mengabari temannya jika hari ini ia akan masuk sekolah lagi.


"Duh Zoya mana sih, kok gadis itu malah suka telat yah akhir akhir ini" gumam Mila.


"Yaiyalah namanya juga ketularan Abang loe" sungut Nisa.


"Apaan, abang ganteng gue bukan virus kali, menularin" balas Mila tak mau kalah.


Di pertengahan pertengkaran kecil mereka, lewat lah Agai dan Ali. Mereka berjalan tanpa adanya Azlan.


"eh, Ali Agai" panggil Mila.


Kedua pria itu berhenti lalu masuk ke dalam kelas IPA. "Ada apa? "


"Azlan mana? kok gak ada sama kalian? "


"Kayanya Azlan gak masuk, telat bangun mungkin tu bocah" jawab Ali sudah paham dengan kondisi Azlan yang tinggal sendiri di apartemen.


Mila dan Nisa mengangguk paham,


"Zoya masih belum masuk? " tanya Agai. Nisa dan Mila menggeleng.


"Katanya sih hari ini dah mulai masuk, tapi sampai sekarang masih belum datang" tutur Mila.


"Kasian Zoya, masalah menimpanya bertubi tubi. Andai itu Nisa, gue jamin dah gantung diri ni bocah" celetuk Ali membuat Nisa cemberut karena namanya di bawa bawa.


"Hmm lebih parahnya, mamanya sampai sekarang belum pulang" timpal Mila menghela nafas berat, ia sungguh kasian pada sahabatnya itu.


"Gue rasa ada sesuatu nih, sehingga membuat pala Zoya memilih melakukan percobaan bunuh diri" ujar Nisa.


"Buka percobaan lagi Nisaaaa, udah metong tuh bokap nya" ujar Ali menatap Bisa jengah, orang lagi ngotserihs penyakit Nisa malah kambuh.


"Yah kan awalnya percobaan, kan gak tau ternyata jadi beneran" gumam Nisa pelan.


"Udah deh, gak usah berantem. Nanti kita bicarakan lagi. Sekarang masuklah ke kelas masing masing" lerai Agai selalu ketua OSIS dan dirinya harus memberikan contoh yang bagus.


...----------------...


Kira kira apa yah isi dari pesan yang Zoya Terima??? ada yang bisa menebak nya????

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMENT, GIVE DAN VOTE VOTE VOTE!!!!!


__ADS_2