Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Status baru


__ADS_3

Gadis muda yang memakai kebaya berwarna menunduk menatap cincin emas melingkari jari manisnya. Hari ini Zoya resmi menjadi istri Azlan.


Mama Febi yang kaget mendengar cerita dari Meika langsung pulang dari Singapura ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan putrinya. Sementara papa Brian hanya menghela nafas ketika Febi datang menjenguknya lagi dan memberikan kabar buruk ini.


"Aku gagal menjadi ayah yang baik" lirih Brian menatap nanar langit langit penjara. Pria paru baya itu tidak bisa menghadiri pernikahan putrinya yang di gelar sederhana saja.


"Zoya.. " panggil Febi berdiri di ambang pintu.


Zoya menoleh, memaksakan bibir nya untuk tersenyum.


"Maaf.. " lirih Febi.


Zoya semakin tersenyum getir, gadis itu sudah pasrah dengan takdirnya.


"Mama gak perlu minta maaf, Zoya yang salah. Zoya yang tidak bisa jaga diri" lirih Zoya.


Febi menggeleng, ia terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak sempat memperhatikan putrinya, bahkan Febi sampai lupa bagaimana Zoya berkembang.


"Malam ini, apakah boleh Zoya tidur sama mama? " ucap Zoya menatap mamanya.


"Bo-_" jawab Febi terhenti karena ponsel febi bergetar.


"Sebentar yah sayang"


Febi menjauh dari Zoya, menerima panggilan entah dari siapa Zoya tidak tahu.


Setelah selesai, Febi kembali mendekat pada Zoya dengan ekspresi tidak enak.


"Sayang, maaf.. mama"


"Gak papa ma, Zoya ngerti kok" potong Zoya tahu apa yang akan di ucapkan Febi.


"Jadilah istri yang baik, jangan melawan dan turuti ucapan suami kamu" petuah Febi, lalu melangkah keluar dari kamar Zoya.


Gadis itu menunduk, air matanya mengalir deras membanjiri pipinya yang masih di baluti make up.


Azlan yang menyaksikan pembicaraan ibu dan anak itu tersentak simpati pada Zoya. Ada rasa aneh ketika melihat gadis itu menangis.


"Ini, lap air mata loe" Azlan memberikan beberapa lembar tisu pada Zoya.


Gadis itu langsung menyambar nya, ia juga malu tertangkap sedang menangis oleh Azlan, pria yang sekarang berstatus menjadi suaminya.


"Sejak kapan loe di situ" tegur Zoya sembari mengelap air matanya.


"Sejak loe meneteskan air mata"


"Dasar, penguping" Dengus Zoya kesal.


Azlan tak ambil pusing, lelaki itu berjalan menuju kamar mandi.


"Eh mau kemana? " tanya Zoya.


Azlan menghentikan langkahnya berbalik menatap gadis yang masih duduk di tepi ranjang.


"Loe bego? yah mau mandi lah. Emang mau ngapain lagi ke kamar mandi" ucap Azlan kembali melanjutkan langkah nya.

__ADS_1


Zoya bengong sendiri, ucapan Azlan memang benar.


"Kok gue nanya itu sih" gumam Zoya merutuki kebodohannya.


Zoya sibuk membersihkan sisa make up di pipinya, ketika itu pula Azlan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang membalut pinggang sampai ke lututnya saja.


"Akkkkk!!!" teriak Zoya, kapas dan toner yang ada di tangannya melayang entah kemana. Tangan nya langsung bergerak menutupi matanya.


Bukan hanya gadis itu, Azlan yang mendengar teriakan Zoya ikutan kaget dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Ada apa? " ujar Azlan.


"Lo-Loe kok gak pak-pake baju? " ucap Zoya terbata.


Azlan mendelik, ia pikir ada apa. Ternyata hanya karena melihatnya memakai handuk.


"Lebai loe"


"Cepat pake baju loe!! " titah Zoya tak berani membuka matanya.


Azlan berjalan menuju lemari besar yang terletak di sudut kamar. Memilih baju santai untuk ia pakai.


"Udah belum? " desak Zoya.


"Iya iya udah" jawab Azlan.


Zoya tidak percaya sepenuhnya, gadis itu mengintip di sela sela jarinya, lalu menurunkan tangannya setelah memastikan Azlan sudah memakai baju.


"Lain kali pake baju di kamar mandi aja" tutur Zoya.


"Siapa loe? ngatur ngatur gue? " sinis Azlan membuat Zoya bungkam.


Azlan beranjak ingin keluar kamar, namun ucapan Zoya menghentikan langkah nya.


"Mau kemana? " tanya Zoya.


"Mau tidur ke kamar sebelah" jawab Azlan datar.


"Hm.. "Zoya meragu, ia ingin mengatakan pada Azlan jika dirinya tidak bisa tidur jika tidak ada orang lain di sisinya.


" Jangan berharap gue bakal melakukan malam pertama sama loe" cibir Azlan membuat Zoya memutar matanya.


"Gue... gue gak bisa tidur sendirian" cicit Zoya menunduk.


"Huh, udah segede ini masih aja takut tidur sendiri" gerutu Azlan, namun lelaki itu tetap berjalan ke ranjang, lalu membaringkan tubuhnya.


Zoya mengedip ngedipkan matanya tak percaya. Azlan tidak jadi tidur ke kamar lain.


Dengan hati hati Zoya pun ikut berbaring di sebelah Azlan, jantung nga berpacu deras. Memang ini bukan pertama kali Zoya satu ranjang dengan Azlan, namun sebelumnya mereka melakukannya dalam keadaan tidak sadar.


Zoya bergerak gelisah, sesekali melirik Azlan yang tampak memejamkan matanya.


Golek kiri, golek kanan. Zoya tetap tidak bisa memejamkan matanya. Pergerakannya membuat Azlan sedikit terganggu. Pria yang memang sejak tadi belum tidur kembali membuka mata.


"Eh"

__ADS_1


Azlan menarik Zoya hingga tubuh gadis itu menempel ke dada bidang Azlan. Mata Zoya tak berkedip, menatap wajah Azlan yang sangat dekat dengan nya.


"Tidur, sebelum gue nidurin loe" ancam Azlan.


Zoya membulat, matanya seketika langsung terpejam mendengar ancama dari Azlan yang sebenarnya tidak mungkin di lakukan olehnya.


Azlan tersenyum melihat kepatuhan zoya padanya, sangat pas, Azlan merasa nyaman memeluk tubuh Zoya yang ramping.


*


*


Pagi harinya Zoya bangun lebih awal, menatap Azlan yang masih bergelung di atas tempat tidur.


Setelah mandi dan berpakaian rapi Zoya turun ke bawah untuk membantu bunda mertuanya menyiapkan sarapan.


"Pagi tan.. eh bunda" sapa Zoya yang masih belum terbiasa memanggil Ketika dengan sebutan bunda.


Ketika paham, semuanya terlalu mendadak bagi Zoya. Ia juga merasa kasihan pada Zoya, terlalu muda untuk menikah.


"Sayang kamu bangun pagi sekali"


"Iya bun, Zoya udah terbiasa bangun pagi bantu bantu bi Iyun" jelas Zoya, tangannya dengan lihai memotong motong sayuran yang sudah di cuci meika.


"Wah kamu terlihat pintar dalam memotong sayur" puji Meika tersenyum takjub.


Zoya hanya terkekeh, ia merasa bahagia mendapat mertua seperti Meika. wanita yang memperlakukannya seperti anak kandung nya sendiri. Zoya merasakan cinta seorang ibu yang tidak ia dapatkan dari mamanya.


Semua masakan sudah selesai, Zoya sudah menatap semua makanan di atas meja makan.


"Nah, sekarang kamu bangunkan suami mu. " ucap Meika.


Zoya mengangguk, lalu melangkah menuju kamarnya dan Azlan.


"Lan... bangun.. "


Zoya menggoyang goyangkan bahu Azlan agar pria itu membuka matanya. Seperti kebo, Azlan tidak bergerak sedikitpun.


Memutar otak, memikirkan bagaimana cara membangunkan Azlan dengan cepat. Zoya melirik nakas, ada segelas air putih di sana. Sebuah ide melintas di pikiran Zoya.


Gadis itu tersenyum miring, lalu dengan sengaja menuangkan air putih itu ke wajah Azlan.


"Ups" kata Zoya.


Azlan yang merasakan aliran air pada permukaan wajahnya spontan membuka mata,


"Banjir!!!! bunda!!!! tolong!!! " teriak Azlan mencak mencak di atas tempat tidur.


"Hahahaha"


Azlan menghentikan pergerakannya, matanya melirik Zoya yang tertawa terpingkal pingkal. Ia ternyata di kerjai Zoya, istrinya yang mendadak hamil.


"Jadi ini ulah loe? " bentak Azlan.


Zoya menghentikan tawanya, alarm kecemasan menyalah di benak Zoya. Langkah nya perlahan mundur, lalu berlari keluar dari kamar sebelum Azlan mengamuk.

__ADS_1


Enak juga yah punya istri ketika masih sekolah 🤣.


...T E R I M A K A S I H...


__ADS_2