Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Penderitaan mereka ketika Azlan ngidam


__ADS_3

Malik, Ali dan Agai kembali ke kantor membawa sekantong rambutan yang masih muda. Mereka cukup bingung dengan selera Azlan.


"Bos, ini pesanan loe" Malik meletakkan rambutan yang mereka dapatkan di atas meja.


"Wah, bagus banget warnanya" tutur Azlan.


Mereka mencebik, azlan menyuruh mereka cari buah ini hanya ingin melihat warnanya saja.


"Kalian harus memakan buat rambutan ini, satu orang 5 biji" titah Azlan.


"loe gila! mana mungkin kita makan buah mereka tah ini" tolak Ali.


"iya bos, mana mau kami" imbuh Malik.


"Gue gak mau tahu, kalian harus makan buah ini"


Ali dan kedua temannya menggeleng tak percaya, Azlan dengan seenaknya meminta mereka memakan rambutan mentah.


"Dengar yah Alzan, CEO terhormat!. Gue tahu, loe itu lagi ngidam. tapi jangan siksa kita gini dong" jelas Agai


"Loe yang dapat enak, kita yang dapat gak enak gini" timpal Ali kesal.


"ngidam? " beo Azlan.


"Iya, gue rasa Zoya hamil" Ujar Agai lagi.


"Hamil? " Azlan langsung bangkit dari duduknya, melesat cepat keluar dari ruangan nya.


selama 45 berkendara, akhirnya Azlan tiba di rumah besar nya. Azlan keluar dari mobilnya, lalu berlari memasuki rumah sembaru berteriak memanggil nama istri nya.


"Zoya!!! Zoya!!! "


"ihh apaan sih dek, teriak teriak gitu"


Raya menatap Azlan kesal, ia tidak menghiraukan ucapannya. Azlan malah melaju menuju kamar. Lalu tak berapa lama Azlan kembali lagi.


"Kak"


"hmm.. "


Merasa tak puas dengan jawaban Raya hanya dengan deheman saja, Azlan mengguncang tubuh kakaknya.


"loe kenapa sihhhh"


"Di mana Zoya? dimana istri gue?? " tanya Azlan.


"Pergi ke pasar sama bunda"


bruk~


Azlan menghempaskan Raya ke sofa. Lalu mondar mandir di sana.


"Awhh, loe kenapa sih bengek. Sakit badan gue! "


Azlan tak menggubris, ia terus bolak balik membuat kepala Raya pusing melihatnya.


"Azlan! duduk!!" titah Raya, "baru juga tadi loe jumpa sama istri loe! "


"Udah deh kakak diem aja, jangan buat aku makin pusing" balas Azlan.

__ADS_1


Raya melongo, menatap sang adik nanar. Azlan menoleh ketika mendengar deru langkah memasuki rumah.


"Wah ada apa ini? " tanya bunda memasuki rumah bersama Zoya. "Lah Azlan kok kamu udah pulang? "


"Sayang, kamu gak papa? "


"Eh ada apa ini? "tanya Meika kaget, sementara Zoya berusaha menahan gejolak di perutnya yang mulai memutar mutar isi perutnya.


" Ummmww"


Zoya berlari ke kamar mandi, ia tidak tahan lagi. Karena khawatir Azlan langsung menyusul istri nya.


"Uwekkkkkk uwekkkkk"


"Sayang kamu gak papa? "


"Uwekkkk, uwekkkk" Zoya terus muntah, Azlan berada di dekatnya membuatnya terus muntah. "Jangan dekat dekat akuh"


"Huh? sayang kok loe gitu"


"Aroma tubuh mu membuatku terus menerus muntah" ujar Zoya menjepit hidungnya kuat.


Azlan memberikan jarak antara dirinya dan Zoya, ada rasa tidak rela di sana. Namun Azlan harus melakukannya. Ia tidak tega melihat istrinya muntah terus.


"Bunda.... Azlan rasa Zoya hamil" ucap Azlan memberitahu bundanya dari jarak yang sedikit lebih jauh.


"Iya sayang, kami udah memeriksanya" jawab Meika sembari membawakan Zoya air hangat.


"Minumlah sayang, biar agak mendingan"


Azlan tak percaya, mereka sudah memeriksanya. "Jadi berapa usia kandungannya bun? "


"Hahahahaha, kasian banget" ledek Raya melihat raut menderita Azlan.


Cekrek.


"Eh kok loe foto sih! " marah Azlan pada Raya yang seenaknya mengambil foto Azlan tengah cemberut.


"Hahaha, ini bakalan jadi bukti ke anak loe" sahut Raya tertawa.


"Umur cucu mama baru 3 minggu"


Sebenarnya Zoya tidak tega melihat penderitaan Azlan, namun ia tidak bisa bila ada di dekat suaminya.


"Selamat siang semuanya"


"Eh nak Nisa, kemana aja? kok baru nongol"


Nisa nyengir. "Ia bunda, kemarin banyak kerjaan"


Meika mengangguk, Nisa duduk di samping Raya. "Muka loe kenapa Lan? "


"Gak usah berisik"


"Ihh, nanya juga " cibir Nisa.


Azlan mengusap perutnya, lalu Azlan menoleh pada Raya dan Nisa. Keduanya saling melirik dan bersiap untuk pergi.


"Kak, gue laper. Pengen loe masakin mie pedas"

__ADS_1


Kan bener, Azlan mulai aneh seperti dulu.


"Gue lagi gak pengen ke dapur Azlan" tolak Raya.


"Lah Raya, adik kamu itu sedang ngidam. Ntar keponakan kamu ngences ngences mau kamu? " tutur Meika membuat Raya mengepal kedua tangannya.


"Baiklah bun... "


"Nisa.. " panggil Azlan pada Nisa hendak kabur. Nisa nyengir pada Azlan.


"Ada apa? "


"Gue pengen minum jus buatan loe" tutur Azlan.


"huhhh... dia yang buat gue yang menderita" gerutunya.


Zoya dan Meika hanya geleng kepala, Azlan jika sudah mengidam selalu membuat seisi rumah kucar kacir.


"Sayang.... masa loe gak mau deket sama gue sih" rengek Azlan dengan tatapan memelas.


"Maaf suamiku, aku bukannya tidak mau. tapi Anak mu lah yang tidak ingin di dekat mu"


"Dasar, belum lahir saja udah kaya gitu. Apalagi nanti kamu udah lahir" gerutu Azlan, Meika dan Zoya terkekeh mendengar nya.


30 menit kemudian, Raya kembali dari dapur membawa mie pedas pesanan Azlan.


"Nah mie pedas pesanan loe"


Azlan menatap mienya, lalu menggeleng kuat. "Kak, kok warna merah sih. Aku pengen cabenya warna ijo"


"Loe kan gak bilang tadi, mau ijo atau merah"


"Tapi kakak gak nanya tadi, aku gak mau tahu harus ganti! " tolak Azlan keras.


"Awas aja kalo loe nanti! " geram Raya menatap Azlan sengit, lalu gadis itu kembali membawa mie pedas itu ke dapur.


Sekarang giliran Nisa yang membawa jus alpukat kesukaan Azlan, ia juga sekalian membuatkan untuk Zoya.


"Nah jus loe! no komen, no Protes. pokoknya loe minum ajah! " ujar Nisa.


"Ihh apaan, gue pengen jus tomat sama pisang di campur"


"What?? loe gila. Jus apaan di campur gitu" protes nisa tak percaya dengan permintaan Azlan. Zoya dan Meika juga ikut kaget mendengar permintaan Azlan.


"Udah lah nis, buatin aja. Kan yang minum dia" Sahut Meika membuat Nisa mendengus pelan, lalu kembali lagi ke dapur.


"Dasar Azlan!! gue geram banget sama tu bocah" gerutu Nisa.


"Emang dia gak nerima jus buatan loe? "


"Dia pengen jus pisang campur tomat" sahut Nisa kesal. Tawa Raya pecah mendengar penuturan Nisa.


"Bhahahaha, aneh banget tu bocah"


Di ruang keluarga Azlan terbaring lemas di sofa, matanya masih setia menatap istri nya yang tengah ngobrol dengan bundanya di ruang tamu. Mereka harus memiliki jarak, jika tidak Zoya akan kembali muntah.


"Kasian juga yah dia" kekeh bunda. Zoya melirik suaminya sebentar, mau bagaimana lagi permintaan bayi nya memang aneh.


"Gak papa lah bun, biar dia tahu bagaimana rasanya orang hamil" balas Zoya ikut tertawa bersama mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2