Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Hampir


__ADS_3

Zoya tersentak dari tidurnya, kamar yang semula rapi kini berantakan bak kapal pecah. barang barang di mana mana berserakan begitu saja.


Air mata yang sempat mengering kembali membasahi pipi, Zoya tidak mampu menerima takdirnya sekarang. Mimpi yang selama ini ia rancang hancur seketika, seperti kaca yang Zoya pecahkan tadi malam tidak bisa kembali seperti semula.


"Gue pasti bermimpi" ujar Zoya menampar nampar pipinya yang terasa perih.


"Gue gak mau hamil..... " lirih Zoya menangis.


Tak berdaya, Zoya benar-benar tidak berdaya saat ini. Di lihatnya kaca yang tergeletak di lantai membuatnya terdiam. Tubuh yang lemes di paksa nya bangkit menggapai serpihan kaca yang terlihat tajam.


"Semuanya tak ada guna lagi, kehidupan ku sudah hancur" ucap Zoya tanpa keraguan, di arahkannya kaca yang berada di genggamannya saat ini ke urat nadi pergelangan tangannya.


Tinggal beberapa senti lagi, Zoya tersentak oleh ketukan pintu yang di iringi suara lembut bi Iyun.


"Non Zoya sudah bangun? sebentar lagi berangkat sekolah non" panggil bi Iyun.


Zoya membuang serpihan kaca itu ke lantai, hampir saja Zoya bertindak gegabah, andai saja bi Iyun tidak datang maka sudah di pastikan Zoya melakukan tindakan konyol.


"Gue gak boleh lakuin itu, setelah dosa besar ini gue gak boleh mati dan membunuh janin ini" Zoya mengusap perut rata nya.


"Non... " panggil Bi Iyun lagi karena tak kunjung mendengar jawaban dari Zoya.


"I.. iya bi, aku udah bangun kok" sahut Zoya berusaha agar tidak terdengar bergetar.


"Ooo, bibi tunggu di bawah ya Non"


Zoya buru buru membereskan kamarnya, lalu bergegas membersihkan diri dan bersiap berangkat ke sekolah.


Zoya duduk di meja makan, menatap makanan yang sudah tertata di meja makan dengan rapi. Zoya sangat bernafsu, di raih nya sepiring nasi goreng yang di kasih toping telur ceplok dan sepotong ayam goreng kesukaan Zoya.


"Pelan pelan non, nanti ke sedak lo" ucap bi Iyun mengingatkan Zoya, senyum bi Iyun terukir akhirnya Zoya mulai makan seperti biasa, bahkan melebihi dari biasanya.


"Bi Zoya berangkat dulu yah" pamit Zoya menyalami tangan bi Iyun, lalu bergegas menuju garasi. Mama Febi sudah membelikan Zoya mobil baru, jadi Zoya tidak perlu di antar, jemput supir lagi.


Tiba di sekolah Zoya bertemu dengan Azlan yang juga baru tiba di sekolah.


Zoya berusaha agar tidak melihat ke arah Azlan dan terhindar dari masalah.


"Eh Zoya, loe udah sehat? " sapa Angga.

__ADS_1


Zoya menoleh, lalu tersenyum tipis. "Udah kok" jawab Zoya singkat lalu pergi begitu saja.


"Uuweeekk" Azlan merasa mual ketika mencium aroma parfum yang sedang ia semprotkan ke tubuhnya. Kebiasaan rutin Azlan sebelum keluar dari mobil selalu menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


"Uweeekkk.... kok parfum gue bau banget" Azlan langsung membuka bajunya dan mengganti dengan seragam yang selalu di siapkan Azlan di dalam mobil sebagai jaga jaga.


Azlan turun dari mobilnya tanpa semprotan parfum, sedikit kurang pd Azlan menatap Angga yang berdiri membelakangi nya, Azlan juga menatap sosok Zoya yang sudah berlalu pergi.


"Huh, kasian di cuekin" ledek Azlan tepat ketika berpapasan dengan Angga yang masih berdiri.


"Apaan sih loe! " ketus Angga, Azlan hanya mengangkat bahunya acuh.


"Hummmm Parfum nya wangi banget, aroma siapa sih ini? " batin Azlan mengikuti asal aroma parfum yang membuatnya merasa tenang.


Tanpa Azlan sadari dirinya kini berada di ambang pintu kelas IPA 1.


"Azlan! ngapain loe? " tanya Adit menghampiri Azlan, mereka berteman meski tidak terlalu dekat.


"Gak, gak ada. Gue cuma mau cari ali" ucap Azlan asal.


"Ali" ulang Adit mengerut.


"Gue ke kelas dulu yah, bye" Azlan berlari menuju kelasnya, sebelum benar-benar pergi Azlan sempat melirik Zoya yang duduk di bangku sudut.


"Ngapain tu Azlan? " tanya Nisa penasaran.


"Gak tagu tuh, aneh tu bocah" jawab Adit acuh.


Zoya tak bergeming, gadis itu diam membisu di tempat duduknya. Suara Zoya tidak akan keluar jika nisa, mila atau orang lain tidak bertanya padanya.


"Zoya... " lirih Mila membuat Zoya menoleh padanya.


"Ada apa? "


"Gue pengen banget loe kembali seperti semula" ucap Mila sedih. Zoya sempat merasa kasihan dengan teman temannya yang kebingungan dengan perubahan dirinya, tapi Zoya sekarang bukan lah Zoya yang dulu. Zoya yang dulu telah lenyap dan tak akan kembali.


"Zoya... " panggil Mila lagi sembari mengguncang lengan Zoya pelan. Gadis itu tersentak dan menatap Mila kaget.


"Kembalilah Zoya... " mohon Mila di anggurin oleh nisa yang sejak tadi hanya diam menunduk. Mereka sangat merindukan Zoya yang ceria dan Zoya yang penuh semangat.

__ADS_1


"Maaf" hanya itu yang mampu Zoya ucapkan, membuat Mila dan Nisa mendesah pelan.


"Tapi... gue laper" cicit Zoya memegangi perutnya.


"Mau makan ini? " Mila dan Nisa menyodorkan bekal yang selalu mereka persiapkan untuk Zoya.


"Dengan senang hati" ucap Zoya meraih sandwich dari Nisa dan nasi goreng dari Mila. Kedua gadis itu tersenyum melihat Zoya yang dulu mulai kembali.


Trengg!!!!!!!!


Bel pun berbunyi menandakan pelajaran pertama akan di mulai.


"Kenyang!!! " ucap Zoya mengusap usap perut nya. Nisa dan Mila yang memperhatikan Zoya kaget, sejak kapan Zoya suka mengusap usap perutnya seperti orang hamil gitu.


"Kenapa? " tanya Zoya.


Nisa dan Mila mengalihkan pandangannya, mereka tersenyum takut Zoya kembali murung. Ingin sekaly Mila dan Nisa menanyakan apa masalah ya g Zoya hadapi.


Bu Mindi memasuki ruang kelas, senyum manis terukir di wajah yang sudah membuat namun masih tampak ayu.


"Selamat pagi anak anak" sapa bu Mindi sembari meletakkan tas dan buku buku bawaannya ke atas meja.


Bu Mindi menatap Zoya, senyum dari bibir yang di polesi lipstik berwarna merah muda itu tampak mengembang.


"Ibu senang kamu kembali bersemangat"


Zoya mengangguk malu, jika mereka tahu apa yang sedang Zoya tahan makan mereka tak akan mengucapkan hal itu.


Pelajaran berjalan seperti biasanya, kecuali untuk Azlan yang sejak tadi bolak balik toilet. Perutnya terus saja mual ketika duduk di dalam kelas. Untung saja pak Johar memaklumi dan membiarkan Azlan beristirahat di UkS. Bukannya ke UKS Azlan malah kekantin, malas bertemu dengan Angga yang merupakan musuh terselubung nya.


Azlan memesan beberapa menu di kantin untuk mengganti tenaganya yang telah hilang.


"Banyak banget pesanan nya den, traktir teman temannya yah" kata mang dodin kaget Azlan memesan makanan sebanyak itu.


"Enggak mang, ini buat aku sendiri" jawab Azlan membawa nampan ke meja biasa tempat trioA duduk.


Bruk~ seketika makanan yang tadinya tersusun di nampan panjang berwarna coklat terbang ke udara, lalu berserakan di lantai.


Azlan menatap nanar semua makanan nya, entah mengapa ia merasa sedih. Aslan menjadi bingung dengan dirinya yang terlalu baper akhir akhir ini.

__ADS_1


hehehe upnya 1k kata aja dulu yah, nanti lanjut lagi😘😘😘jangan lupa jejaknya, vote, like yahhhh share jugaaaa😘


...T E R I M A K A S I H...


__ADS_2