Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Pulang Larut Malam


__ADS_3

Sudah pukul 9 malam, Zoya masih belum pulang. Azlan yang sejak tadi duduk di sofa beranjak masuk ke kamar. Mau pulang atau tidak pria itu tak peduli lagi.


Berusaha memejamkan matanya, Azlan tetap kepikiran dengan Zoya. Sejak dari Atap sekolah tadi Azlan tak lagi melihat Zoya, ia sudah mencari ke dalam kelas IPA 1,namun Azlan tak menemukan Zoya. Adit memberitahu nya jika Zoya dan kedua temanya bolos karena guru tidak hadir.


"Huhh" Azlan membuang nafas gusar, ia kembali melirik jam di dinding kamarnya,


pukul 23.00.


"Kemana gadis itu" gumam Azlan, ia ingin menghubungi Zoya tetapi ia tidak memiliki nomer sang istri.


Azlan menempelkan ponsel ke telinganya setelah mengetik nama Mila di sana. Ia akan mencari tahu dari Mila.


"Hallo" ucap Mila di sebrang sana.


"Dimana loe sekarang? " tanya Azlan datar.


"Kenapa? loe kangen gue? " canda Mila seperti biasanya.


"Gue serius! " bentak Azlan dingin.


Mila menjauhkan panselnya, menatap layar ponsel yang tertera foto Azlan. Tak biasanya Azlan membentuknya,


"Gue di rumah" jawab Mila.


"Sejak kapan pulang? " tanya Azlan lagi tanpa merubah intonasi yang masih dingin.


" Satu jam yang lalu" sahut Mila.


Azlan tampak menggeram, tetapi tak di dengar Mila. Lalu Azlan menutup panggilan secara sepihak tanpa persetujuan Mila.


"Ihhh dasar saudara Aneh! " teriak Mila pada ponselnya seola olah itu adalah Azlan.


"Kemana gadis itu? " pikir Azlan, jika Mila pulang sejam yang lalu, maka harusnya Zoya juga sudah pulang sejak tadi. Azlan kembali ke ruang TV, ia sangat khawatir sekarang.


Cklik~


Azlan yang baru saja menyambar jaketnya dan kunci mobilnya untuk keluar mencari Zoya, namun saat itu juga Zoya masuk ke apartemen.


Azlan berjalan menghampiri Zoya yang sedang membuka sepatu nya.


"Loe-_" ucap Azlan terhenti ketika Zoya melenggang masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan Azlan.


"Zoya! " panggil Azlan dingin.


Zoya pun menghentikan langkah kakinya, tanpa berbalik gadis itu menunggu Azlan berbicara.


"Begini kah sikap seorang istri yang pulang larut malam tanpa mengabari suaminya? " Ucap Azlan dengan nada dingin dan penuh tekanan.

__ADS_1


Zoya tersenyum miring, lalu berbalik menatap Azlan.


"Loe lupa dengan isi kontrak itu? " kata Zoya mengingatkan Azlan pada poin pertama yang Azlan buat di surat kontrak.


Azlan tercekat, ia berpikir sejenak. Entah apa namanya Azlan mengalihkan pikirannya bahwa dia tidak ikut campur urusan Zoya namun memikirkan kesehatan janin yang di dalam kandungan Zoya.


"Gue gak ikut campur dalam urusan loe! tapi gue khawatir sama calon anak gue! " jawab Azlan.


"Oh, tenang aja Bayinya akan selalu baik baik saja selama sama gue" balas Zoya datar.


"Loe harus tidur yang cukup, kurangi keluyuran. Jika orang orang bunda tahu maka mereka akan khawatir" ucap Azlan lagi.


"Loe mengkhawatirkan bayinya? " tanya Zoya.


"Tentu saja" jawab Azlan cepat.


"Jika terjadi sesuatu dengan bayi gue maka loe yang akan menebusnya! " ucap Azlan lagi.


Zoya mengangkat tangannya ke udara membentuk kata Ok. Lalu dengan acuh gadis itu berbalik masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar, setelah membersihkan diri Zoya duduk di pinggir ranjang. Azlan memeluk intan masih jelas di pikiran Zoya. Sebenarnya Zoya sudah pulang bersama teman temannya sejak pukul 9 malam tadi. Tapi Zoya tidak ingin langsung pulang, gadis itu malah kembali ke kafe dan duduk sendiri di sana.


Sekarang sudah pukul 12 malam, mata Zoya masih belum mau di pejamkan. Bukan karena Azlan tidak masuk ke kamarnya, tetapi Zoya menginginkan makan sesuatu.


"Aku sangat ingin makan seblak" gumam Zoya mengelap liurnya yang seakan menetes ketika membayangkan betapa enaknya Seblak saat ini jika ia makan.


Tanpa di perintah kaki Zoya melangkah menuju kamar Azlan, membuka nya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Ada apa? " tanya Azlan tiba-tiba membuka mata. Zoya yang tidak siap, terlonjak kebelakang kaget mendengar Azlan yang tiba-tiba bersuara.


"Astaga, loe ngagetin gue" gerutu Zoya sembari mengusap usap dadanya.


"Ngapain loe mengendap endapa masuk ke dalam kamar gue? mau maling? " tuduh Azlan.


"Enak ajah! gue bukan mau maling" sangkal Zoya.


"Lalu? "


Zoya tercekat, sangat berat untuk jujur pada Azlan jika dirinya menginginkan seblak dan Azlan yang membelinya.


"Gue laper" cicit Zoya menunduk malu.


"Hubungan nya sama gue apa? " tanya Azlan memutar bola matanya malas, tidurnya terganggu hanya akan mendengar ucapan itu.


"Gue mau Seblak" tutur Zoya lagi.


"Lah trus?? "

__ADS_1


"Gue pengen loe yang beliin" imbuh Zoya yang lagi lagi menggesek kan punggung tangannya ke sudut bibirnya.


"Jangan bercanda deh, jam segini mana ada yang jual" ucap Azlan mengira Zoya ingin mengerjai nya.


"Gue gak bercanda, gue pengen banget. "ucap Zoya meyakinkan Azlan jika ia tidak bercanda.


Azlan menatap Zoya, seperti nya gadis itu sedang mengidam. Ini baru pertama kali Zoya mengidam, biasanya cuma Azlan yang merasakan ingin sesuatu yang aneh.


" Yaudah tunggu di sini, gue cari dulu"


Azlan mengambil jaket dan kunci motornya. AIA akan mencoba mencari Seblak untuk Zoya, demi calon bayi nya agar tidak ngences.


Zoya menunggu Azlan di ruang TV, duduk di sofa dengan mata terus menatap pintu masuk.


"Astaga, kok gue betah banget menungu" batin Zoya merasa dirinya tidak seperti biasanya. Zoya cewe pembosan, menunggu sebentar saja Zoya tidak mau. Apalagi sekarang? Azlan sudah pergi selama 2 jam.


"Pasti tidak ada yang jual" lirih Zoya sedikit menyesali permintaan nya yang aneh pada Azlan.


Cklik~ pintu Apartemen terbuka, Zoya masuk dengan membawa 2 tentengan. 2 porsi Seblak pedas dan 2 porsi seblak tingkat ke pedasan nya sedang.


Zoya bangkit, berjalan cepat menghampiri Azlan dengan mata berbinar.


"Penantian gue gak sia sia" ucap Zoya mengambil alih seblak dengan tingkat kepedasan tinggi. Lalu membawanya ke meja makan dan menuangkannya ke dalam mangkok. Zoya tampak tidak sabar ingin memakan seblak itu, terlihat mulutnya berbunyi bunyi menjilati bibirnya sendiri.


"Gue pikir loe udah tidur" kata Azlan sembari melangkah mengikuti Zoya ke meja makan.


"Gue mana bisa tidur tanpa seseorang di samping gue! " jawab Zoya,kemudian menyantap seblak seperti kesetanan.


"Makan pelan pelan, gak bakal ada yang merebut makanan loe" tegur Azlan mengambilkan Zoya segelas air mineral, lalu ikut makan porsi pedas satunya lagi.


Baru satu sendok Azlan memakannya, pria itu langsung meraih gelas air minum yang ia berikan untuk Zoya tadi, meneguk habis 1 gelas penuh.


"Pedas banget" lirih Azlan menggoyang goyangkan lidahnya. Matanya membulat melihat Zoya dengan santai melahap seblak yang Azlan saja tak sanggup menelannya.


"Lemah" cibir Zoya.


"Jangan makan yang itu deh, makan yang sedang ini aja" ladang Azlan mengambil seblak milik Zoya dan menggantinya dengan yang lain. Ia khawatir Zoya sakit perut.


"Ihh apaan sih, loe nya aja yang gak kuat makan. " protes Zoya kembali mengambil seblak pedasnya.


"Manusia apa siluman sih" dengus Azlan.


Zoya menghabiskan 2 porsi seblak pedas dan sedang. Gadis itu menatap Azlan yang sudah tertidur di meja makan sembari menunggu Zoya selesai makan. Azlan pasti sangat lelah, 2 jam berkeliling demi memenuhi permintaan Zoya, dan harus menunggu nya tidur karena Zoya tidak bisa tidur tanpa di temani.


"Dasar manusia Es" lirih Zoya tersenyum sembari bangkit dari duduknya, lalu masuk ke dalam kamarnya. Zoya kembali keluar membawa selimut tebal di pelukannya.


"Tidur yang nyenyak" bisik Zoya setelah menyelimuti tubuh Azlan dengan selimut tebalnya, lalu menarik kursi di samping Azlan dan ikut memejamkan mata bersama Azlan sembari menempelkan kepala di atas meja makan.

__ADS_1


😍😍😍😍Pengen jugalah.


...T E R I M A K A S I H...


__ADS_2