
Zoya memasuki lift ketika pintu nya sudah terbuka. Zoya merasa ada yang memanggil namanya. Saat dirinya menoleh, pintu lift sudah kembali tertutup rapat.
"apa kau mendengar ada yang memanggil ku? " Tanya Zoya pada Calista.
bukannya menjawab gadis itu malah tertawa. Membuat Zoya mencebik, ia kesal pada Calista yang masih saja tertawa.
"kau ini ada ada saja, siapa yang mengenal mu di sini zoe? " Ledek Calista dengan nada bercanda.
"benar juga" Batin Zoya. Siapa yang akan mengenalnya di sini, di negara yang sangat jarang ia kunjungi.
Ting~ pintu Lift terbuka membuyarkan lamunan Zoya tentang suara yang memanggil namanya.
Kedua gadis itu melangkah keluar dari lift,langkah kaki yang terlihat serempak menimbulkan bunyi yang seirama.
"pokoknya kita harus bisa membuat mereka menanda tangani kerja sama dengan perusahan kita"
"Tentu saja, aku akan membuat mereka bertekuk lutut di hadapan ku dan menerima kerja sama kita" Sahut Zoya songong. Sebelumnya setiap Pram mengutus Zoya untuk menggaet perusahaan perusahaan yang mereka pilih untuk bekerjasama dengan mereka selalu membentang tangan menyambut kedatangan Zoya. Sama seperti perusahaan yang sedang ia kunjungi ini.
Zoya dan Calista memasuki ruangan yang biasa di gunakan sebagai tempat meeting. Kedua gadis itu duduk di bangku baris nomor 2.
Zoya mengedarkan pandangannya pada seisi ruangan, matanya menatap setiap orang yang hadir.
Matanya membulat ketika matanya menangkap sosok yang selama ini ia hindari. Wajah yang sangat mirip dengan wajah kecil yang 6 tahun lalu sudah di kubur bersama kenangan pahit nya.
Di tatapnya lekat wajah tampan Azlan yang masih sama seperti 6 tahun lalu. Terlihat guratan ketegasan di garis wajahnya yang memperlihatkan karismatik pria itu.
Dengan angkuh pria itu duduk di kursi yang telah di sediakan khusus untuk nya. Zoya menebak pria itu menjadi tamu khusus di pertemuan ini.
__ADS_1
Zoya cepat cepat menundukkan kepalanya ketika ia melihat Azlan menoleh ke arah nya. ia tidak mau Azlan melihat dirinya berada di ruangan ini bersama nya. Zoya tidak mau berurusan lagi dengan pria itu.
Melihat wajah Azlan membuat hati Zoya kembali terenyuh, rasa sakit karena merindukan si kecil membuatnya kembali ingin meneteskan air matanya.
"tidak, aku tidak boleh tertangkap" Batin Zoya, ia menggeleng kuat.
Merasa sudah lama menunduk, Zoya pun memberanikan diri untuk mengangkat pandangannya menatap pada pria yang sangat ia benci dan jika di tanya pada hatinya, Zoya juga sangat merindukan pria itu.
Deg~ Mata coklat itu tengah menatap lekat ke arah nya.Zoya sempat terkesima,lalu kesadaran kembali menghinggapi hati gadis itu sehingga kembali merubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Rasa keterkejutan itu berubah menjadi rasa dingin dan acuh seolah ia tidak mengenal Azlan.
Zoya sempat melihat keterkejutan dari raut wajah Azlan, lalu berubah menjadi raut kecewa, hingga raut kerinduan yang telah lama ia pendam.
Zoya beranjak dari duduknya ketika pembawa acara mengalihkan perhatian Azlan, sehingga Zoya bisa menggunakan kesempatan itu untuk pergi dari ruangan itu,kabur dari Azlan yang ia pastikan akan terus mengawasi nya. jika ia tetap berada di sana, maka Azlan akan menangkapnya kembali.
"Zoe, kamu mau kemana? " Teriak calista tertahan. Ia tidak bisa menghentikan Zoya karena si pembawa acara telah memulai pembahasan penting. Zoya hanya meninggal p berkas penting di mejanya, agar Calista bisa mengatasi semuanya sendiri.
Kilasan kilasan masalalu mulai menghantui pikirannya.
Zoya berhenti di sebuah lorong, lutut nya mendadak lemas. Zoya tak kuat, lagi menahan sesak yang semakin menyesakan di dadanya.
"kenapa, Kenapa dia kembali!! " Lirih Zoya. Perlahan air matanya mulai mengalir deras. Di halusnya cepat air mata yang baru mengalir itu. Lalu Gadis itu memaksakan tubuhnya untuk bangkit dan berlari sekencang mungkin dari tempat itu. Ia tidak akan kembali lagi ke sana sebelum Azlan menemukan nha lagi.
Calista menggerutu tak jelas, ia menghubungi Zoya sejak tadi namun habis itu tak kunjung mengangkat nya.
"Kemana gadis itu! Meninggalkan aku seenaknya saja"
Calista terus menghubungi Zoya, namun hasilnya tetap nihil. Meeting sudah selesai sejak 1 jam yang lalu, namun Zoya masih belum kembali.
__ADS_1
Calista melihat 2 orang pria berjalan kearahnya. calista mengenal salah satu diantara mereka adalah CEO angkuh dan terkenal kejam. tetapi di pertemuan kali ini azlan hanya mengeluarkan beberapa kata saja.
"Hai nona" Sapa Azlan lembut.
Calista sempat bengong, apakah dirinya bermimpi? ia melihat Azlan berkata lembut padanya,meskipun tatapan mata azlan datar,tetap saja membuat dirinya terlihat begitu tampan ketika berkata lembut seperti tadi. Tidak seperti yang di bicarakan banyak orang. ternyata pria ini ada sisi lembut nya.
"Nona" Panggil Malik menyadarkan Calista dari lamunannya.
"Eh iya, ada apa? " Tanya Calista kaget.
"Bos saya ingin menanyakan kepada Anda tentang gadis yang duduk bersama anda tadi"
Calista mengerut, siapa yang mereka maksud. Ada beberapa orang yang duduk bersamanya tadi. Salah satunya yaitu Zoe, sahabat sekaligus keponakan bosnya.
"Wanita yang mana yah? " Tanya Calista bingung.
"Gadis yang duduk bersama mu tadi, lalu dia menghilang begitu saja" Kini suara berat Azlan yang menanyakan langsung pada Calista, azlan terlihat mendesak dan tidak sabaran. nada bicara nya yang sedikit meninggi membuat Calista merasa kesal. baru saja dirinya memuji Azlan, eh pria itu malah memperlihatkan wujud aslinya.
"Aku tidak tahu, tanyakan saja pada yang lain" Calista beranjak dari sana dengan kesal, Azlan ternyata memang CEO angkuh dan kejam. bicara lembut saja dia tidak bisa, bagaimana mungkin Calista menggunakan otaknya untuk berpikir siapa yang duduk di dekatnya hanya untuk orang seperti Azlan.
Calista beranjak dari sana meninggal kan azlan yang tampak kesal padanya, namun calista tidak peduli.
"Dasar gadis sombong" dengus Malik menatap kepergian Calista kesal.
Calista kembali mencoba menghubungi Zoya, ia benar-benar panik sekarang, kemana Zoya pergi meninggalkannya dengan tugas yang harusnya Zoya tangani.
...----------------...
__ADS_1
aduhhh author sanyotho bingung, sejak tadi berusaha untuk up. tapi malah bingung mau buat seperti apa pertemuan nya😢