Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Ada apa dengan Zoya???


__ADS_3

Sudah hampir 5 jam Zoya tertidur, hingga rasa nyeri dan bunyi perutnya membuat dirinya kembali membuka mata.


"Kok aku di kamar? " kaget Zoya melirik ke sekeliling nya, terakhir di ingat nya ia berada di ruang keluarga.


Zoya melangkahkan kakinya keluar dari kamar, perutnya mulai keroncongan sekarang.


Meika yang sedang berkutat dengan peralatan masaknya kaget dengan kehadiran menantunya yang tiba-tiba.


"Loh Zoya, kamu sudah sadar? " Meika langsung mendekati menantinya dan mengukur suhu di kening Zoya.


"Bun, Zoya gak papa kok. Udah kuat nih" balas Zoya meraih tangan Meika yang menempel di keningnya, lalu mengecupnya. Perasaan hangat menyelimuti hati Zoya, ia bersyukur memiliki mertua yang menyayangi dirinya sama seperti anak kandung nya sendiri.


"Bunda, aku lapar" lirih Zoya, membuat Meika teringat dengan masakannya yang masih berada di atas kompor.


"Astaga, gorengan Bunda" pekik Meika, lalu kembali fokus dengan gorengan nya.


"Bunda masak apa? " tanya Zoya, ia ikut membantu Meika menyiapkan makan malam.


"Ini sayang, Bunda masak ayam kecap kesukaan kamu" jawab Meika membuat mata Zoya berbinar.


"Zoya... kamu udah sadar? " kini giliran Raya yang menghampiri Zoya dan langsung memeluk nya.


"Ihhh ka Ai, jijik deh. Kaya aku udah gimana gimana ajah" sungut Zoya kesal.


"Hahaha, aku khawatir tahu sama kamu!!! tapi kamu malah kaya gini! " rungut Raya pura-pura merajuk. Zoya pun langsung memeluk Raya, agar gadis itu tidak sedih lagi. Padahal Raya hanya pura-pura, mengerjai bumil memang seasik ini, pikir Raya.


"Oh iya, tadi Azlan hubungi aku. Katanya dia besok pulang" ujar Raya, tidak ada raut kebahagiaan di sana. Zoya malah terlihat biasa biasa saja.


"Baguslah kak" lirih Zoya pelan, lalu kembali membantu Meika. Raya memperhatikan v setiap gerakan Zoya, terlihat aneh jika Zoya biasa biasa saja setelah mendengar kabar ini.


"Kamu beneran biasa saja? " selidik Raya masih belum yakin.


"Lah kak, aku harus apa coba? " sahut Zoya lagi, ekspresi nya masih saja biasa saja.


"Aneh" gumam Raya.


Setelah semua nya selesai, tertata rapi di meja makan. Ayah pun ikut bergabung bersama mereka. Makan malam kali ini tidak hanya Mereka sekeluarga saja, ada Anggi dan juga calista di sana.

__ADS_1


"Kak, Ai. Ada apalagi dengan gadis itu? " bisik Calista pelan pada Raya sembari menunjuk ke arah Zoya yang terlihat tidak ***** makan. Padahal Zoya bilang tadi ia sangat lapar.


"Aku juga tidak tahu, padahal dia sudah menerima kabar baik tentang kepulangan Azlan besok" balas Raya berbisik.


Zoya tidak memakan nasinya, ia hanya memutar mutar sendok saja sejak tadi.


"Astaga, sayang. Di makan nasi nya Jangan di mainin aja" tegur Meika.


"Iya bun" sahut Zoya lemah.


Anggi melirik Raya dan Calista yang sedang berbisik bisik. Ia jadi penasaran kenapa adiknya malah murung seperti ini lagi.


"Bagaimana aku bisa memberitahu Zoya tentang aunty tadi? " batin Anggi, ia datang ke rumah Raya berniat untuk berbicara dengan Zoya tentang mama nya yang menghubungi nya.


"Kalau begini, gimana aku memberitahu nya" lirih Anggi dalam hati.


...----------------...


Sinar matahari tampak bersinar terang, menunjukkan waktu sudah hampir tengah hari. Azlan melangkah masuk ke dalam mobil setelah keluar dari Bandar Udara. Azlan baru saja sampai di Indonesia. Ia akan langsung pulang ke rumah nya, rasa rindu pada sang istri sudah meledak ledak di hatinya.


"Tunggu aku sayang" lirih Azlan tersenyum.


Pletak!!!


"Akhh sakit bos!!! " pekik Malik mengusap kepalanya.


"Kau itu sudah gila!! aku tak akan memecat mu!! " ucap Azlan sengit.


"Aku belum puas menganiaya mu! " sambung Azlan lagi.


"Astaga!!! hanya itu alasannya?? "


Azlan mengangguk pelan, matanya menatap Malik misterius.


"Tidak kah kamu terkesan dengan asisten sekaligus sekertaris mu ini, setia kemana mana bersama mu!!! "


"Tidak kah kamu terkesan wahai bos ku yang terhormat? " ucap Malik dramatis.

__ADS_1


"Nyetir yang bagus, aku sudah sangat merindukan istri ku! " titah Azlan mengabaikan ucapan Malik tadi.


"Dasar bos kejam" dengus Malik, lalu melajukan mobilnya menuju istana sang bos besar.


Tak menunggu waktu lama, jarak Bandara dan rumah Azlan terbilang cukup dekat.


"Sudah sampai bos" ucap Malik menoleh pada Azlan setelah membuka sabuk pengaman nya.


"Bos!! " lirih Malik, Azlan sudah turun lebih dulu sebelum Malik menoleh padanya. "Astaga, kangen banget kali yah. Baru pisah 3 hari juga"


Azlan melangkah cepat memasuki rumah besarnya, melewati Raya yang menyapanya di ruang tengah.


"Kamu kapan nyampe? " tanya Raya, namun Azlan tidak menggubris ucapan Raya. Ia terus melangkah maju menuju kamarnya.


"Sayang, aku pulang" ucapan Azlan terhenti ketika mendapati kamarnya kosong.


Azlan kembali ke bawah, menghampiri Raya yang sedang menonton film.


"Kak, istri Azlan mana? " tanya Azlan.


"Tuh di taman belakang" jawab Raya singkat.


Azlan melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah hampir jam 11, tapi Zoya masih berada di taman belakang. Cuaca juga sedang bagus, pasti sangat panas di taman.


Azlan melangkah cepat menuju taman, matanya mencari keberadaan istri nya. Langkahnya sakin cepat ketika melihat Zoya tengah duduk di bangku taman sari menatap bunga bunga mekar.


"Sayang" panggil Azlan. Zoya tidak menoleh, ia terlihat biasa saja. Azlan memeluk Zoya erat.


"Kamu sudah pulang? " tanya Zoya datar.


"Kamu kenapa? "tanya Azlan merenggang kan pelukannya, menatap wajah istri nya yang tampak biasa saja.


...----------------...


apa yang terjadi sama Zoya? ada yang bisa menebak nya?


yuk LIKE, VOTE, COMENT.

__ADS_1


author selalu menunggu komentar komentar dari kalian 😘😘😘


__ADS_2