
Di tengah panas matahari pagi, Pram duduk santai di taman belakang rumah nya. Sungguh kedamaian yang indah menikmati pagi dengan santai.
"Papah!! "
Baru saja mensyukuri hidup, Pram kembali merasakan kegaduhan dalam hidup nya. Di tatapannya Anggi yang sudah duduk di samping nya.
"Ada apa? "
"Aku mau nikah bulan depan" tutur Anggi serius.
Bukan kepalang, Pram membulat mendengar ucap putranya yang pulang langsung saja mengatakan hal itu.
"Kamu hamilin anak orang? "
"Aduhh papa bukan, aku mau segera menikahi Raya" jelas Anggi.
"Kok buru buru, kita harus mempersiapkan berbagai rancangan"
"Papa ini, percuma punya banyak uang Kalau menginginkan sesuatu harus menunggu lama" dengus Anggi kesal.
Pram menghela nafas kasar, "Ya sudah, persiapkan diri mu, besok kita akan ke Indonesia"
"Kenapa besok, sekarang saja pah! " desak Anggi.
"Kamu ini, gak boleh terlalu terburu-buru seperti itu. Sesuatu yang di lakukan dengan terburu buru, hasilnya gak akan baik"
"Baiklah, besok kita akan ke sana" sahut Anggi.
"Aku ikut!!! "
"huh? " Anggi dan Pram menoleh pada sumber suara.
Calista bergerak cepat ke hadapan ayah dan anak itu. "Bos aku pengen ikut juga"
"Gak" tolak Anggi.
"Ehhh bos, masa kalian mau ninggalin aku sih" mohon Calista menatap nanar pada Anggi dan Pram.
"Tentu saja aku akan membawa selingkuhan ku"
"Wahhhh bos besar sangat baik" Calista memeluk erat Pram, lalu mengejek pada Anggi.
...----------------...
Ali dan Agai berkunjung ke rumah bunda Meika, sikap Azlan di kantor tadi membuat mereka sedikit khawatir.
"Lah sayang, kok loe di sini? " tanya Mila yang juga baru tiba di rumah Azlan.
"Tadi setelah antar loe ke mall, gue di panggil Azlan ke kantor, truss-_"
"Bos ngidam, Mil" potong Malik cepat karena merasa Agai terlalu berbelit belit menjelaskannya.
"Ihh ni anak ngeselin banget dah ah" gerutunya Agai kesal.
"Ngidam? emang Zoya hamil? "
__ADS_1
"Nah, kami juga berpikiran begitu Mil" sahut Ali.
"Yaudah deh kita masuk aja"
Mereka berempat masuk ke dalam rumah, Ali terkesiap melihat pacaranya berpenampilan kacau.
"Lah, Nisaku loe kok berantakan gini? "
Nisa menoleh, lalu merubah ekspresi nya menangis. Berlari dengan tangan merentang ke arah Ali. "Sayang, ini semua karena sahabat mu"
"Apa? "
"Iya, dia meminta ini itu. Aku menjadi pusing" adu Nisa.
Ali berjalan cepat, berkacak pinggang di depan Azlan.
"Azlan! " panggil Ali.Namun yang di panggil malah acuh.
"Ah syukur lah kalian ada di sini"
Azlan bangkit dari duduknya, meraih jus yang baru saja di buat Nisa.
"Ini buat loe" Azlan memberikan jus itu pada Ali.
Nisa mencegat tangan Ali agar tidak menerima jus itu.
"Apa loe gak mau minum jus buatan pacar loe? "
Ali kebingungan, mana mungkin ia bisa menolak pesona jus buatan Nisa, tapi kali ini jus buatan Nisa terlihat aneh.
"Jangan ali, jangan di Terima" bisik Nisa, namun Ali sudah menerima nya.
Perasaan Malik tidak enak, Azlan melirik ke arahnya.
"Aku harus kabur"
"Malik" panggil Azlan, membuat pria itu dengan terpaksa berbalik menatap sang bos.
"Ada apa bos? "
"Loe pasti lapar kan? " Malik menggeleng cepat, ia tidak mau memakan mie itu.
"Gak bos, saya baru saja selesai makan. Mungkin Agai yang lapar bos, karena sejak tadi mengajak kami ke restauran. " jelas Malik membuat berbagai alasan agar terhindar dari mie yang masih berasap itu.
Agai menjitak kepala Malik, bisa bisanya pria itu menumbalkan dirinya demi menyela y diri sendiri.
"Maafkan Aku Agai" cicit Malik.
"Kalau begitu Agai saja yang makan"
"Gak! gue gak akan biarin tunangan gue mati sakit perut setelah makan mie itu! " cegat Mila.
"Eh loe pikir, mie masakan gue beracun" kini Raya yang meledak marah.
"Bukan itu kak, pokoknya Agai gak boleh makan"
__ADS_1
"Kenapa gak boleh, Kalau loe gak makan berarti loe gak suka sama masakan gue! " ancam Raya menunjuk Agai.
"Tapi.. "
"Aaaaa sudah sudah, gue akan makan. ini aja ribet" teriak Agai mengambil mie ijo pedas itu.
Azlan tersenyum menang, rasa lapar itu hilang seketika melihat semua sahabat nya berkumpul di sini.
"Maafkan suami ku yah" lirih Zoya merasa tak enak dengan teman temannya.
"Lah kok loe di situ zoy, " tanya Mila menghampiri Zoya dan bunda.
"Dia gak bisa duduk dekat dengan Azlan, Zoya akan merasa muntah jika Azlan berada di dekat nya" jelas bunda meika.
"Ooo jadi loe gak bisa deket sama Zoya, dan malah melampiaskan kekesalan loe sama kita? " berang Mila sengit.
"Ee enak aja, emang gue pengen liat mereka makan kok. Liat tuh mereka menikmati nya" cibir Azlan tidak Terima di salahkan.
Ali mulai meminum jus tomat di campur dengan Pisang. Belum sampai 2 detik Ali langsung memuntahkan semua jus yang masuk ke dalam mulutnya.
"Uweekk.... Jus apa ini"
Cepat cepat Nisa memberikan segelas air putih pada ali untuk menetralkan rasa di lidahnya.
"Minum ini sayang, itu jus tomat di campur Pisang"
"Apa? tomat dan pisang di gabung? "
"Enak kan? " sahut Azlan nyengir.
"Enak bapak loe peang, eneg ni mulut gue!! " Sungut Ali.
"Pedas!!!!!!!!!! " teriak Agai, baru satu sendok ia memakan mie itu, Agai langsung berlari ke dapur mencari minum.
"Sayang!!! " Mila berlari mengikuti tunangannya ke dapur.
"Kak, berapa kilo loe masukin cabe nya? " tanya Malik bergidik ngeri melihat reaksi Agai setelah memakannya. Untung bukan dirinya yang memakan itu.
"Cuma setengah kg cabe rawit setan" sahut Raya.
"Buset, kebakar kebakar tu mulut" celetuk Malik.
"Niatnya kan buat Azlan, dia yang minta segitu dan warnanya ijo. untung cabe baru beli itu warna ijo" jelas Raya merasa tak bersalah.
"Azlan!!!!!!!!!!! " teriak Mila dari dapur.
"hehehe maaf gue gak tahu kalo mie nya bakal sepedas itu" kekeh Azlan.
"Loe yang dapat enak, kita yang dapat apesnya" gerutu Mila kesal.
Zoya hanya menatap iba ke pada semua teman temannya, ia benar-benar kasihan, namun tidak dapat di pungkiri sebenarnya Zoya juga menikmati pemandangan ini. Mungkin membenar, semua ini permintaan sang cabang bayi.
...----------------...
Halo guys, salam hangat dari Author. Terimakasih masih betah di cerita ini. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan yah, jaga pola makan. Sehat selalu untuk kita semua.
__ADS_1
Jika berkenan, berilah like dan komentar yang menambah semangat author untuk menulis. jangan lupa Vote untuk mendukung author.
Love you semuanya😘😘