Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
I HATE YOU, BUT I LOVE


__ADS_3

Halo guys, terimakasih sudah selalu mendukung cerita MENDADAK HAMIL.


yuk mampir ke cerita aku yang terbaru.


Silakan cek beranda aku yah!!!!


berikut cuplikan scannya.



Brak~


"Aws.. " Jihan meringis menahan ngilu di bokongnya. Celana jins dan baju kaos putihnya terlihat kotor terkena ciprakan kopi. Jihan berusaha untuk berdiri, menepis nepiskan tangannya pada area bokong yang terdapat switer rajut sedang memeluk erat pinggang nya.


"Heh! Kalo jalan tu liat liat dong!! Basa ni!! " Bentak Jihan di sela sela aktivitas nya membersihkan celanya dan juga baju nya. Namun tidak ada respon.


Pria yang menyebabkan baju dan celana Jihan kotor hanya diam saja tanpa bereaksi apa apa. Hal itu Membuat Jihan yang sudah kesal semakin kesal. Seharusnya pria itu minta maaf atau menyesali perbuatannya. Bukan malah diam seolah olah Jihan baru saja menabrak patung.


"Kenapa diam aja? " Bentak Jihan lagi, sembari mendongakkan kepala nya. Di tatapannya pria yang sedang berdiri dengan angkuh di depannya. Jihan semakin kesal, pria itu terlihat tidak merasa bersalah, apalagi minta maaf.


Bukan hanya Jihan, pria yang bernama Alviro itu cukup kaget melihat reaksi cewe di hadapannya ini. Dia terkesan biasa saja ketika melihat wajah tampan Alviro.


"Dia pikir gue bakalan tertipu dengan sekpresi sombong nya itu. Gue tahu dia pasti seperti cewe cewe lain. " pikir Alviro, ia mengira Jihan sama seperti cewe cewe lain yang sengaja membuat masalah dengan Alviro, agar mendapat perhatian lebih dari seorang Alviro.


Alviro masih menatap wajah cantik wanita yang menatapnya sengit, hidung mancung, kulit putih dan tubuh profesional. Terkesan sempurna di mata Alviro.


Eh malah dia yang terpesona.


"Kenapa? Gak bisa make mata? apa perlu gue ajarin lo, bagaimana caranya memakai mata huh? " Hardik Jihan membuat Alviro tersadar, bahwa wanita yang di hadapannya ini bukanlah wanita idaman. Seketika pujian yang sempat terpikir di benak Alviro menguap begitu saja.

__ADS_1


"Heh, lo pikir dengan gue diem. Bararti Gue yang bersalah huh?" Balas Alviro dingin.


"What?? Lo gila apa? . Jelas jelas lo yang jalan gak pake mata. Trus menubruk tubuh gue dan membuat baju gue kotor! " Teriak Jihan sembari menunjuk kaos dan celana nya yang kotor.


Kegaduhan yang mereka buat, memancing perhatian dari pengunjung cafe cuanlo, mereka mulai berkerumun menyaksikan perdebatan Alviro dan Jihan.


"Denger yah gadis sialan, gue tahu kok, lo sengaja kan cari masalah agar dapat perhatian dari gue? " Ucap Alviro dengan percaya diri nya.


"Cuih... Gak ada gunanya gue cari perhatian dari cowo sialan seperti lo" Balas Jihan meludah ke samping.


"Astaga..." mereka yang menonton perdebatan itu seketika menahan nafas melihat aksi berani Jihan.Baru kali ini ada gadis yang berani menghina seorang Alviro.


Tentu saja hal itu merupakan penghinaan bagi seorang Alviro. Siapa sih yang bisa menolak pesona pria tampan seperti Alviro?, Semua orang pasti tahu siapa Alviro, dan pasti akan klepek klepek juga berada di deketnya.


Namun Berbeda dengan Jihan,cewe ini terlihat biasa saja. Jihan tidak tergiur dengan pesona cowo menyebalkan yang ada di hadapan nya ini.


"Eh itu Al, " Pekik Babas melebarkan matanya melihat ketua geng mereka terlibat masalah dengan seorang gadis cantik. Kelima anak Wolf berdiri tak jauh dari kerumunan itu, mereka hanya memperhatikan dari jarak jauh.


"Widih..... Sadis banget tu cewe. " Gumam Albi katika melihat gadis itu memberikan penghinaan kepada Alviro.


"Bener, baru kali ini ada cewe yang berani melawan Al" Sahut Babas.


"Udah, lu pada diem deh" Serga Liem.


"Tau ih" Sahut Eldi. Sementara ringgo hanya diem memperhatikan cewe yang sedang beradu mulut dengan Al.


"Cepat minta maaf! " Ucap Alviro mendesak Jihan agar mengakui kesalahan yang tidak di perbuat nya. Tentu saja Jihan menolak nya.


"Enak saja! Lo pikir gue yang sengaja menubruk ke tubuh najis lo itu Huh! " balas Jihan tak mau kalah. Mereka saling melempar tatapan tajam. Sampai kapanpun Jihan tidak akan mau meminta maaf pada pria brensek seperti Alviro. Sudah jelas pria itu yang bersalah, kenapa malah dirinya yang meminta maaf.

__ADS_1


"Cantik yah Bas" Ujar Albi mengusap lengan babas.


"Iya bi, kenapa gak gue aja yah yang menubruk tu cewe" Sahut babas lagi.


Peletak!


"Aw sakit Eldi"


"Tau ih Liem, main jitak aja" Sungut keduanya mendelik kesal kepada Liem dan Eldi yang tiba-tiba melayangkan jitakan kuat kepada mereka.


"Kalian itu berisik tahu gak, Alvi lagi ada masalah juga. Malah mikir mikir yang begituan" Akhirnya Ringgo angkat bicara. Jika sudah begini maka mereka harus diem. Jarang jarang Ringgo mengeluarkan suara tanpa sesuatu yang penting.


Mereka kembali memperhatikan Alviro dan cewe itu. Mereka tidak berniat untuk melerai keduanya. Mereka malah merasa ini adalah tontonan yang menghibur. Kapan lagi kan, melihat Alviro begitu kesal dan tidak mau kalah dengan seorang cewe.


"Wahh cewenya berani banget yah, "


"Tapi cowo nya gak sadar diri, masa cewe di lawan"


"Iya yah, cemen banget"


Alviro melirik pada kerumunan yang membicarakan mereka. Ternyata lumayan banyak pengunjung di cafe Cuanlo hari ini. Karena tidak mau membuat kerumunan semakin banyak, Alviro memutuskan untuk pergi dari sana.


"Awas lo nanti! " Peringat Alvi menunjuk wajah Jihan, kemudian berlalu bersama teman temannya.


"Idih, di pikir gue takut! " Cibir Jihan melenggang masuk ke dalam cefe. Penonton aksi mereka tadi sudah mulai bubar dan kembali ke meja masing-masing.


Ketika memasuki cafe, Jihan merasa jika para gerombolan cewe menatap aneh kepadanya. Namun Jihan tampak acuh, ia pikir cewe itu berpikiran sama seperti cowo tadi. Menuduhnya sengaja melakukan hal bodoh tadi. Siapa dia, pikir Jihan mencibir.


Di tunggu kedatangan kalian yah guys!!!!!

__ADS_1


__ADS_2