Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Mutiara di dekat mu


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang biasa di jadikan oleh Zoya dan yang lainnya makan malam, terlihat gaduh. Bastian terus saja membuat ulah dengan mengerjai Dea.


"Bastian!!!!!! " teriak Dea, gadis mungil itu berlari mengangkat sendalnya ke udara bersiap melempari Bastian. Bocah itu sangat kesal karena Bastian terus saja mengganggunya main game.


Bugs~


"Gak kena wekk... " ujar Bastian mengejek Dea, tentu saja hal itu membuat kesabaran Dea habis.


Dea terdiam, ia akan menggunakan jurus terakhirnya agar bisa membalas Bastian.


"Aduh, awhh awh.. " ringis Dea, Bastian menatapnya bingung.


"Loh, Dea. Kamu kenapa sayang? " Zoya menghampiri Dea yang meringkuk di lantai. Tepat sasaran.


"Hiks hikss, Bastian melempari Dea aunty" seketika tangis Dea pecah.


Zoya melirik Bastian tajam, bocah tampan itu menggeleng kuat. Dia tidak melakukan apapun. "Gak momy, aku gak melakukan apapun"


"Hiksss, sakit aunty" rengek Dea semakin kuat.


"Sini kamu" Zoya langsung menarik Bastian dan mencubit nya. Kemudian kembali mendekati Dea yang terduduk di lantai.


"Udah sayang, aunty sudah membereskan anak nakal itu" Bujuk Zoya, Dea menghentikan tangisnya. Di tatapannya Bastian dengan tatapan mengejek.


"Awas saja" ucap Bastian tanpa bersuara, hanya gerakan bibirnya saja, namun Dea dapat mengerti gerakan bibir Bastian itu.


Semua makanan sudah terhilang di meja makan, Angga dan intan pun telah tiba. Ternyata intan dan Angga sudah memiliki seorang putri seumuran dengan Dea.


"Wahh siapa ini" sambut Zoya pada putri kecil intan.


"Ini putri pertama ku" sahut intan tersenyum simpul.


"Sayang, ayo salim aunty Zoya" ucap intan mengarahkan Putri untuk mendekati Zoya, di lanjutkan dengan yang lainnya.


"Ini putra ku" ucap Zoya memperkenalkan Bastian.


"Tampan yah, persis seperti ayahnya" puji Intan membuat Zoya terkekeh pelan.


"Iya, aku seperti hanya melahirkan saja"


"Ayo semuanya kita makan" sahut tuan Albisyam mengerahkan mereka yang masih duduk di sofa.


"Iya ayah" sahut mereka bersamaan.


"Ayo Intan kita makan malam" ujar Mila.

__ADS_1


Angga yang sudah bergabung dengan para pria pun ikut di ke meja makan. Tidak ada lagi permusuhan di antara mereka. Meski terakhir Angga membuat kasus yang membuat Zoya dan Azlan bertengkar. Namun mereka semua sudah saling memaafkan, selain sudah menjadi lebih dewasa, kenangan masalalu juga hanyalah sebuah permasalahan yang di sebabkan oleh rasa egois di masa pemikiran yang masih labil.


"Momy, aku mau ayam itu" tunjuk Amel pada ayam yang ada di depan Bastian.


"Kamu mau ini? " ucap Zoya menunjuk ayam yang tersisa satu di depan putranya. Amel pun mengangguk pelan.


"Momy" lirih Bastian ketika Zoya mengambil ayam itu. Zoya hanya tersenyum, lalu memberikan ayam itu pada Amel.


"Nah sayang, kamu bisa memakannya. "


Amel tersenyum senang, "Terimakasih aunty"


"Sama sama sayang" balas Zoya.


Bastian merengut kesal, itu adalah ayam kesukaan nya. Di buat khusus untuk dirinya saja.


"Sebentar lagi pasti menangis" cibir Dea.


Intan menjadi tidak enak, putrinya membuat kacau. "Maaf yah Bastian" lirih Intan dengan nada menyesal.


"Tidak apa apa kok aunty, dia bisa memiliki nya" sahut Bastian memaksakan bibirnya tersenyum.


Zoya ikut tersenyum, putranya bisa mengerti sekarang "putra tampan momy".


Setelah selesai dengan acara makan nya, mereka berkumpul di tepi pantai, menyalakan api unggun semakin membuat acara mereka tampak meriah.


" Masih saja secantik dulu" batin angga.


"Hei, dia itu istri ku. Kamu akan tenggelam jika terus memandangnya" tegur Azlan, ia sejak tadi memperhatikan Angga yang terus memperhatikan istri nya.


"Aku tahu, dia memang istri mu. Tapi... dia selalu membuat ku buta" gumam Angga pelan.


"Bro, coba kamu lihat di samping Zoya" tutur Anggi.


Angga mengernyitkan dahinya, di sampit Zoya adalah intan istrinya.


"Dia juga wanita yang sangat cantik, dia istri kamu. Tidak kah kamu melihat kearahnya? " lanjut Anggi.


Deg~


Angga menatap Intan, wanita itu adalah wanita yang menemaninya selama 7 tahun. Awal nya mereka di jodohkan oleh kedua orang tua mereka. Intan juga menolak perjodohan ini, setiap saat mereka bertengkar. Hingga Intan mencoba untuk menerima perjodohan mereka dan mengajak Angga untuk berkompromi.


Akhirnya mereka memiliki buah hati, yaitu Amelia. Meskipun begitu Angga masih belum bisa melupakan Zoya, hubungan nya dengan Intyhanya sebuah kompromi.


"Cantikkan " lirih Anggi lagi, ia menangkap raut penyesalan di wajah dokter muda ini.

__ADS_1


"Entahlah, ali masih belum bisa mengerti" sahut Angga.


"Kamu itu harus bersyukur, intan seperti nya sudah mencintai kamu" ujar Azlan.


"Hemm.. jika aku jadi dirinya. Aku mungkin tidak mau menikah dengan mu" celetuk Ali. Pria itu langsung mendapat lemparan sendal dari Azlan.


"Heheh sory sory" kekeh Ali.


Angga masih menatap Zoya, sesekali matanya beralih pada intan ketika wanita itu juga melirik kepadanya. Senyum manis intan mereka, jantung Angga menjadi berdetak lebih cepat.


Intan tersenyum getir, ia tahu suaminya sedang menatap Zoya. Wanita yang duduk di sebelahnya.


"Kamu beruntung yah bisa menikah dengan seorang dokter" ujar Zoya.


"Iya, bisa memeriksa kandungan kamu kapan pun" sahut Nisa.


"Wah Angga itu dokter yah" sambung Raya kaget, intan pun mengangguk.


"Aku tidak seberuntung kamu Zoya" lirih Intan keceplosan.


"Maksud kamu? "


Intan menjadi gelagapan, ia terbawa suasana hatinya. "Kamu memiliki seorang putra yang menyayangi mu, dan suami yang juga sayang pada mu"


"Apa Angga tidak menyayangi mh? " ucap mila.


Intan kembali tersenyum, bagaimana Angga akan menyayanginya, sementara di hati Angga hanya ada Zoya.


"Dia sangat menyayangi ku" balas Intan dengan senyum palsu, andai mereka tahu jika hubungan mereka hanya sebatas kompromi.


"Wah syukur deh" ucap Mila.


"Hei hei semuanya!!! " Ali tiba tiba berdiri menarik perhatian mereka semua. Nisa menepuk jidatnya malu, entah apa lagi yang akan dilakukan oleh suaminya ini.


"Guys, gimana kalau kita bernyanyi bersama? "


"Setuju!!!! " sorak mereka bersama. Ali berlari ke arah cafe yang ada di tepi pantai, lalu kembali lagi dengan 2 gitar di tangan nya.


"Kamu mainkan yah Azlan, dan satu lagi untuk Agai" ucap Ali memberikan kedua gitar itu pada Azlan dan Agai. Mereka mulai berdiri, lalu ikut menari bersama Ali ketika alunan gitar Azlan dan Ali mulai mengalun.


Zoya berharap hubungan baik ini akan semakin baik dan menjadi kenangan yang indah di kemudian hari.


...----------------...


Sebelum melihat kearah lain, lihatlah terlebih dahulu sekitaran kita. Karena ada banyak mutiara yang bertaburan mengelilingi kita yang orang lain lain, namun tidak terlihat oleh mata kita. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, baru melihat kearah yang lain.

__ADS_1


Saranghae semuanya. jangan lupa LIKE, COMEN, VOTE GIFT😘😘😘😘


__ADS_2