Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Terkunci di Toilet


__ADS_3

Zoya masuk ke dalam toilet tanpa rasa ragu ataupun curiga. Sudah tak tahan, Zoya masuk ke salah satu bilik.


Ketika Zoya merapikan pakaian nya setelah membuang hajat, tiba tiba seseorang menumpahkan kotoran dari atas.


Bressss~ Pakaian Zoya basa berlumuran kotoran yang entah apa itu Zoya tidak tahu, yang jelas aromanya sangat tidak enak.


"Astaga!!! " pekik Zoya menatap jijik pada pakaian nya. Di langkahkan kakinya keluar dari bilik melihat siapa yang melakukan ini.


"Hei.. siapa yang melakukan nya!! " teriak Zoya.


Blam~ pintu toilet mendadak tertutup.


"Hei buka pintunya" Zoya berlari mendekati pintu, berusaha untuk membuka pintu yang sudah di kunci dari luar.


"Hei!! siapa yang melakukan ini, Cepat buka pintunya!!! " teriak Zoya menggendor gendor pintu.


Zoya menghela nafas, detak jantung Zoya berpacu cepat. Kepanikan mulai menyelimuti hatinya.


"Tolong!!! siapa pun yang ada di luar tolong bukain pintunya gue terkunci di sini! " teriak Zoya lagi.


Teg~ tiba-tiba lampu toilet mati, seketika toilet menjadi gelap, membuat Zoya semakin ketakutan.


"Azlan.... Gue takut banget" lirih Zoya memanggil nama Azlan, berharap pria itu datang dan menyelamatkan nya. Hanya nama itu yang terlintas di benak Zoya.


"Tolong buka pintunya, gue sangat takut di sini" lirih Zoya memukul mukul pintu pelan karena sudah lemas, nafasnya mulai sesak. Zoya tidak bisa berada dalam ke gelapan, apalagi sendirian.


Di luar sana, Mila dan Nisa mencari cari Zoya. Mereka masuk ke toilet namun mendapi toilet sangat sepi.


"Lah, toilet rusak." Ucap Nisa kaget, melihat papan yang bertulisan 'Toilet ini rusak.'


"Lah trus, Zoya kemana? " gumam Mila melihat lihat sekeliling toilet yang terlihat sepi, bahkan lampu toilet yang biasanya hidup kini tak menyala.


"Mungkin Zoya pergi sama Azlan? pikir Nisa.


" Yaudah deh, yu kita coba tanya Azlan"putus Mila.


"Hikss hikss" tangis Zoya. Mila menghentikan langkahnya, gadis itu mendengar sesuatu.


"Loe dengar itu gak? " tanya Mila pada Nisa yang menjawab dengan gelengan.


"Hiksss, tolong!!! " lirih Zoya pelan, ia tak kuat lagi berteriak.


Mila menempelkan telinganya pada daun pintu memastikan suara itu berasal dari dalam toilet.


"Ayu pergi mil, mungkin itu hantu" ucap Nisa mulai ketakutan.


"Nggak nis, kayanya bukan hantu"


"Zoya, loe di dalem? " panggil Mila.


Zoya yang duduk di tepi pintu langsung berdiri, lalu kembali menggedor gedor pintu sekuat tenaga.


"Iya, gue di dalem, tolongin gue, gue takut!! " lirih Zoya bergetar.

__ADS_1


"Bentar, gue cari kunci dulu" sahut Mila.


"Zoya di dalem? siapa yang berani mengunci Zoya di dalam? " geram Nisa.


"Nanti kita pikirin itu, sekarang kita harus membuka pintu ini!! " ucap Mila sembari mencari cari kunci di sekitar sana.


"Seperti nya di sekitar sini tidak ada kunci" gumam Mila, lalu mencoba mendobrak pintu itu.


"Loe tenang aja yah Zoy, kita akan selamatin loe" teriak Mila terus berusaha mendobrak pintu di bantu oleh Nisa.


"Cepetan... gue takut... tolongin gue" lirih Zoya dalam isak tangisnya.


"Loe menjauh dulu yahh Zoy, gue bakal coba dobrak pintu" peringatan Mila mencoba mendobrak dobrak pintu. Apalah daya Mila Seorang wanita yang tenaganya tidak sekuat laki-laki.


"Gak bakal bisa mil, pintu ini keras. kita butuh orang lain yang bantu kita" ujar Nisa.


"Loe benar, kita butuh bantuan!! "


Mila mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Azlan.


"Mila Nisa buruan, gue gak bisa nafas lagi" lirih Zoya.


"Sabar yah Zoya, " sahut Nisa. Mila terus berusaha menghubungi Azlan yang tak kunjung mengangkat panggilan dari Mila.


Sementara di dalam kelas IPS,tampak Pak Johar tengah menerangkan sebuah materi. Azlan tak memperhatikannya,ia lebih memilih untuk tidur di meja.


Ali melirik ponsel Azlan yang sejak tadi menyala, pria itu menyikut Azlan yang tidur ketika mata pelajaran Pak Johar.


"Ada apa? " tanya Azlan tak bersuara, hanya gerakan mulutnya saja yang terlihat.


Azlan langsung melirik ponselnya yang tertera nama Mila di sana.


"Pak, saya ijin bentar" ucap Azlan langsung berdiri tanpa persetujuan dari pak Johar. Apa yang mau di kata, Mau melarang tapi Azlan sudah berlalu keluar.


"Hallo, ada apa mil? " tanya Azlan setelah mengangkat panggilan dari Mila lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


"Zoya, Lan... loe harus ke sini" ucap Mila di seberang sana.


"Di mana posisi loe sekarang"


Azlan langsung berlari setelah Mila mengatakan di mana lokasinya,


"Lan, mau kemana?? " tanya Ali yang menyusul Azlan keluar kelas.


"Zoya dalam bahaya" jawab Azlan singkat sembari berlari kencang. Ali yang penasaran ikut berlari kemana Azlan pergi.


Tak menunggu lama Azlan dan Ali tiba di toilet wanita, terlihat Mila dan Nisa mondar mandir panik di depan pintu toilet.


"Di mana Zoya? " tanya Azlan.


"Zoya di dalam, seseorang sengaja mengunci Zoya di dalam" ucap Mila menjelaskan.


"Zoya!! Zoya!! loe dengar gue?? Zoya!! " panggil Azlan menggedor gendor pintu.

__ADS_1


"Dobrak aja langsung" usul Ali.


Zoya tak terdengar menyahut lagi, ia benar-benar lemes sekarang, nafasnya tersengal sengal, tubuhnya gemetar ke takutan. Zoya bersandar lemas di sudut toilet.


"Azlan, akhirnya loe datang" lirih Zoya, namun tak di dengar oleh Azlan karena suara Zoya tak keluar.


"Zoya!!! Zoya!!! loe dengar gue?? " panggil Azlan lagi.


"Tolong menjauh dari pintunya, gue akan mendobrak pintu ini" peringat Azlan, ia berharap Zoya mendengarnya.


Brak~


Brak~ Azlan terus berusaha mendobrak pintu di bantu Ali yang juga ikut menendang pintu.


"Hati hati" ujar Mila khawatir. Nisa menangis ketakutan, ia takut Zoya kenapa kenapa di dalam sana.


"Semoga loe baik baik aja Zoya" lirih Nisa. Gadis itu sudah menghubungi pihak OSIS.


Brak~ sekali hempasan kuat, akhirnya pintu toilet terbuka, seketika itu pula pak guru dan siswa lain yang mendengar teriakan Azlan mengerumuni toilet cewe.


"Zoya.. " lirih Azlan menghampiri istri nya yang meringkuk di sudut toilet yang gelap. Di goyang goyangkan nya tubuh Zoya pelan, berharap Zoya sadar.


"Zoya!! Zoya... " panggil Azlan.


Zoya membuka sedikit matanya, bibirnya tertarik sedikit menampakkan senyuman. Ia berterimakasih di dalam hatinya karena Azlan datang menyelamatkan nya. Lalu mata indah itu kembali tertutup, Zoya kehilangan kesadarannya.


"Ada apa ini?? " tanya Pak Anji datang bersama Agai.


"Ada yang mengunci Zoya di toilet pak" aduh Nisa.


"Apa?? "


"Ayo Lan bawa Zoya ke rumah sakit" ucap Mila. Azlan sedikit kaget, kenapa Mila tidak mengusulkan Zoya di bawa ke UKS saja?.


"Ke UKS saja, lebih cepat" ucap Pak Anji.


"Gak Pak, Zoya harus di periksa khusus dokter keluarga nya, karena Zoya memiliki trauma terhadap gelap" jelas Mila mengarang cerita.


Azlan tak mempermasalahkan lagi, usulan Mila ada benarnya. Jika Zoya di periksa di UKS maka akan terbongkar bahwa Zoya sedang hamil.


Azlan mengangkat tubuh Zoya lalu membawanya menuju parkiran, di susul Mila dan Nisa.


"Eh kalian mau bawa kemana?? " teriak Pak Anji.


"Serahkan pada mereka aja pak" ujar Agai.


"Tapi, ini tanggung jawab sekolah" ucap Pak Anji ingin mengejar Azlan dan yang lain.


"Gak usah Pak, Azlan pacarnya Zoya, dia pasti melakukan yang terbaik" cegat Ali.


Di perjalanan menuju rumah Sakit, Azlan tak henti hentinya memanggil Zoya. Ia sangat khawatir terjadi seseorang yang tidak di inginkan apa lagi dengan calon bayi mereka.


Siapa pun yang melakukan semua ini, akan Azlan pastikan membalas dengan setimpal.

__ADS_1


"Buruan Nis, yang cepat dong nyetirnya" detak Mila yang duduk di samping Nisa. Sementara Zoya di belakang bersama Azlan yang memangku kepala Zoya.


Apa yang akan terjadi?? apa Mila tahu Zoya hamil??? tapi bagaimana mungkin Mila tahu??.


__ADS_2