
3 bulan kemudian.
"Sayang, bangun... " Zoya memasuki kamarnya, menatap suaminya yang masih saja tidur. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
"Aduhhh silau sayang" ujar Azlan kembali menarik selimut nya ketika Zoya menepuk kedua tangannya, seketika itu gorden pun mulai merenggang dan membiarkan sinar matahari memasuki kamarnya.
"Ihhh sayang, sebentar lagi siang loh! "
Azlan tetap tak bergeming, membuat ibu hamil yang kesusahan berjalan karena perut Zoya sudah membesar.
"Sayang" lirih Zoya lagi, sembari menarik Selimut dari tubuh Azlan. Bukannya bangun Azlan malah menarik tangan Zoya.
"Akh" pekik Zoya kaget, tubuhnya di dekap erat oleh Azlan.
"Biarkan seperti ini" ujar Azlan ketika Zoya berusaha untuk bangkit.
Tangannya memeluk perut Zoya, sesekali Azlan mengusapnya.
"Eh" Azlan membuka matanya.
"Kenapa? " tanya Zoya.
"Aku merasakan nya, aku merasakannya!! " kaget Azlan heboh. Pria itu bangkit dari tidurnya, membiarkan Zoya tetap berbaring di sana. Lalu Azlan menempelkan kepalanya ke perut buncit Zoya.
"Kenapa sayang? " tanya Zoya bingung.
"Aku merasakan dia menendang nendang" sahut Azlan.
"Hahahahaha" tawa Zoya pecah.
"Kenapa kamu tertawa? "Azlan menatap Zoya bingung.
" Kami berkata seolah aku gak tahu aja" kekeh Zoya.
"Oh iya, kan dia berada di dalam perut mu" Azlan menjadi malu sendiri. Lalu mencium pipi zoya lembut.
"Hei!! mau sampai kapan kalian akan tidur seperti ini? " ujar Feby bosan.
Sejak pesta pernikahan Azlan dan Zoya. Feby lebih sering barada di Indonesia. Bahkan Feby lebih memperhatikan Zoya ketimbang dirinya.
__ADS_1
"Iya ma, ini suami Zoya susah di bangunin" ucap Zoya melirik Azlan, padahal yang berbaring di atas ranjang dirinya bukan Azlan.
"Haruskah mama percaya itu Zoya? "
"Hehhe, iya ma. " Zoya bangkit dari tempat tidur, mencubit Azlan sedikit karena membuat nya di tegur mama.
"Mandi sana! bau pesing" titah Zoya.
"Idih, di kira aku bocah ingusan, bangun tidur bau pesing" sangkal Azlan, namun ia tetap berjalan menuju kamar mandi.
"Yuk ke bawah" ajak Feby menggandeng tangan putrinya.
"Selamat pagi Bumil, selamat makan" ucap Anggi yang sudah duduk di meja makan.
"Sudah siang" cibir Zoya.
"eleh, di sapa juga " balas Anggi, Zoya pun terkekeh pelan.
"Dek, makan ini bagus untuk kesehatan ibu hamil" ucap Raya memberikan kepada Zoya buah segar.
"terimakasih "
"Sayang, aku mau dong" sahut Anggi.
"Kok gak boleh kak? " tanya Zoya.
"Pokoknya gak boleh, aku gak suka kalau kak Anggi makan ini" jelas Raya.
Anggi mendengus pasrah, ia memakan nasi goreng saja. Azlan pun ikut bergabung, ia langsung menyantap sarapan yang sudah di sediakan Zoya.
"Kamu juga harus makan yang banyak" ucap Raya memberikan ayam goreng ke piring Azlan.
"Terimakasih kak ai"
"Kok pilih kasih sih, aku suami kamu loh" protes Anggi merasa istri nya tidak adil.
"Yaudah nah makan lah" Raya memberikan semua yang Anggi minta tadi, meskipun hatinya sedikit terpaksa.
"Walaupun terpaksa, tetap aku makan" cibir Anggi.
__ADS_1
"Azlan, hari ini jadwal Zoya kontrol ke dokter loh. Jangan, sampai lupa" ucap Meika mengingatkan.
"Iya bunda, Azlan gak bakal lupa kok bunda" sahut Azlan.
"Awas aja kalau lupa, jewer seribu kali" omel Feby.
"Hahahha, rasain" ledek Anggi.
"Kok dari tadi Aku gak liat Ayah, kemana ayah? " tanya Zoya bingung, sejak ia bangun Ayah sudah tidak ada di rumah.
"Alah, kamu ini gak tahu yah. Sejak Pram sudah mulai menetap lagi di Indonesia. Ayah lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman lamanya itu. " lirih bunda, ada nada kesal di sana.
"Whahahaha bunda kan ada mama, yaudah main lah sama mama" celetuk Azlan.
"Ih kaya gak tahu aja, bunda pengen di manja juga sama Ayah" sahut Raya.
"iya juga yah" sahut Azlan jadi terkekeh bersama Anggi.
"Yaudah deh, Zoya mau siap siap dulu" Zoya bangkit dari duduknya, ia harus bersiap pergi ke dokter. Zoya lebih suka pergi ke rumah sakit sebelum siang dari pada ketika siang. Menurutnya udara tak sehat lagi.
"Sayang, aku mau itu dong" pinta Raya pada Ayam goreng bekas Anggi, dagingnya sisa satu gigitan lagi. Anggi kurang yakin Raya tiba-tiba meminta sisa makanan nya.
"Kamu mau ini? "tanya Anggi sedikit meragu.
" Aku mau ituu" rengek Raya.
Akhirnya Anggun memberikan nya, Raya pun memakannya dengan lahap. AzlN yang memperhatikan hal itu mengangkat alisnya tanda bingung.
"Tumben kak ai mau makan sisa gitu" tanya Azlan.
"iya ih, biasanya gak mau makan makanan yang udah sisa" jelas Meika.
"Hmm... seperti nya ke dokter kalian berempat deh" sambung Feby.
"Hah? maksud mama? " tanya Azlan bingung.
"Ntah, aunty kan yang.... " ucap Anggi terhenti, matanya membulat menatap istri nya cepat.
"Sayang kita ke dokter sekarang" ucap Anggi semangat.
__ADS_1
"Aku berharap dugaan ku benar" batin Anggi senang.
Akhirnya mereka berempat pergi ke rumah sakit bersama. Apakah hasilnya?? tunggu di episodenya selanjutnya yah😘😘😘