Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Acara pernikahan


__ADS_3

Di sebuah kamar, seorang wanita cantik duduk menatap pantulan dirinya di depan cermin. Seulas senyum terukir di bibirnya, Zoya bahagia sekarang.


"Papah, aku akan menikah kembali tampa diri mu"


Zoya tak berharap lebih, tak berharap mama nya datang menghadiri resepsi pernikahannya yang tertunda 6 tahun🤣. ups, sedih.


Tuk tuk.


"Zoya, udah siap?? " sahut Mila dari luar. Zoya cepat cepat menghapus butiran air mata yang sempat mengalir ke pipinya. Di rapikan nya sedikit make up nya, lalu bergegas membuka pintu.


"Iya, aku udah siap" lirih Zoya.


Mila tersenyum, lalu memeluk sahabat nya ini. "Semoga dengan adanya acara ini, kamu bisa bahagia yah"


"Terimakasih Mil"


"Yaudah yuk, kita turun. Acaranya udah di mulai. Kamu harus bersanding bersama abang ku" ujar Mila tersenyum. Zoya pun ikut tersenyum, lalu mengikuti Mila yang membantu nya untuk turun.


Di bawah Raya sudah selesai dengan akat pernikahan nya. Kini tinggal acara persandingan dan menerima doa restu dari para tamu undangan. Mengapa Zoya di panggil setelah acara akat Raya, karena Zoya dan Azlan sudah pernah nikah, sekarang hanya acara resepsi nya saja.


Zoya mengedarkan pandangan nya, seolah olah mencari sosok yang seharusnya ia rindukan.


"Zoy, ayo... Azlan sudah menunggu" ujar Mila, Zoya menatap sosok pria tampan dengan mengenakan tuxedo serasi dengan nya.


Azlan, mengulurkan tangan yang langsung di sambut Zoya. Mereka berdiri di pelaminan, bersanding bersama Raya dan Anggi.


Dua pasangan ini menjadi pusat perhatian para tamu undangan, termasuk pada Azlan dan Zoya.


"Kalian bintang hari ini" sorak Ali keras.


"Iya, mereka bintang. Kalian nya kapan" cibir Meika. Mila, nisa, Ali dan Agai salah tingkah. Mereka hanya bisa nyengirenanggapi ucapan Meika.


"Bulan depan mereka nikah tu tante" celetuk Calista.


"Eh kok kamu yang jawab, kamu aja masih jomlo" sungut Malik. Callista mendelik tajam, sorot matanya menatap tak suka pada Malik.


"Kamu selalu saja memcampuri urusan ku! " berang Calista berkacak pinggang di depan Malik. Tak mau kalah Malik pun membalasnya dengan tatapan tajam pula.

__ADS_1


Tatapan mereka terdapat aliran listrik yang saling menyengat.


"Seperti nya kita harus lakukan sesuatu" gumam Azlan.


"Yah, kamu benar. Mungkin aku dan kamu bisa jadi besan" kekeh Anggi.


"Maksud kalian apa? " Raya dan Zoya menang bingung pada suami mereka.


"Kalian tidak lihat, mereka terlihat saling membenci" lirih Azlan menatap lurus pada Malik dan Calista yang masih berseteru.


"Tetapi mereka saling peduli, tanpa sadar mereka sebenarnya saling suka sejak awal" sambung Anggi.


Zoya dan Raya saling melirik, otak cerdas mereka mendadak hilang. Sungguh mereka benar-benar tidak mengerti apa yang sedang suami mereka bicarakan.


Para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada ke empat mempelai, Zoya yang notabene nya hamil, merasa sedikit capek, berdiri, kemudian duduk setiap kedatangan tamu yang ingin mengucap selamat pada mereka.


"Aku lelah banget" bisik Zoya pada suaminya.


"Sabar yah sayang" Azlan mencoba menguatkan istri nya, sesekali matanya menatap ke pintu masuk ruangan pesta. Masih belum terlihat tanda tanda kedatangan orang yang Azlan tunggu.


"Selamat memulai hidup baru yah Zoya Arka asyid"


Deg. mama Feby berdiri di depan Zoya dengan senyum melengkung indah. Zoya beralih menatap Azlan yang tersenyum dan mengangguk padanya, lalu Zoya kembali menatap seorang wanita yang sebenarnya sangat ia rindukan.


"Te-te-teri-Terimakasih" ucap Zoya terbata, air matanya sudah berdiri di ujung tebing pelupuk matanya, bersiap ingin meluncur. Sungguh Zoya sangat berharap wanita ini hadir, dan sekarang hatinya merasa haru harapan nya terkabul.


"Boleh Aku memeluk mu? " pinta Feby lembut. Zoya pun mengangguk pelan.


"Terimakasih sayang" ucap Feby.


Mereka semua menatap harus pertemuan anak dan ibu ini. Sungguh Azlan berhasil membuat istri nya bahagia.


"Maaf aku telat hadir" lirih Feby kaku ingin menyebutkan dirinya dengan kata mama, takut Zoya tidak nyaman.


"Mama, makasih. Zoya sangat rindu mama" lirih Zoya semakin mempererat pelukan mereka.


"Kamu tidak benci mama? "

__ADS_1


Zoya menggeleng cepat, bagaimana mungkin seorang anak membenci ibu yang telah melahirkan nya.


"Zoya tidak pernah benci mama, hanya sedikit kesal saja" lirih Zoya.


Feby merenggangkan pelukan nya pada putri semata wayang nya. Menghapus air mata yang sudah mengalir deras tanpa di perintah. Feby menggenggam kedua tangan Zoya, menatap putrinya sendu.


"Maafin mama sayang, selama ini mama udah abaikan kamu. "


"Mama banyak salah sama kamu" lirih Feby.


"Gak ma, mama gak salah. Zoya yang salah. Zoya yang terlalu menuntut" sahut Zoya menggeleng. Melihat mama nya berdiri dengan senyum hangat padanya, sudah membuat Zoya merasa bahagia.


Feby mengangguk pelan, pandangan nya beralih menatap Azlan, menantu tampannya.


"Terimakasih, sudah menjaga putri mama dengan baik, dan... " jeda Feby menunduk.


"Maaf, mama udah menentang dan memisahkan kalian selama ini" ucap Feby penuh penyesalan.


"Tidak ma, justru Azlan yang minta maaf sama mama. Azlan pantas mendapat kan semua ini" Azlan menghela nafas berat, menatap sang mertua yang semakin hari semakin cantik.


"Jika tidak seperti bini, maka Azlan tidak akan jadi seperti ini dan Mungkin Azlan tidak menyadari jika hidup Azlan hampa tanpa putri cantik mama" ucap Azlan panjang lebar.


"Terimakasih, kalian memang anak anak yang baik" Feby memeluk keduanya.


Raya dan Anggi juga berpelukan, akhirnya mereka bahagia juga.


"Aunty, apa kita tidak di beri ucapan selamat? "


Feby mematung, menatap Anggi dan juga Raya. Ia sebenarnya kaget ketika melihat Anggi bersanding bersama wanita yang tidak asing di mata nya, untung Pram memberitahu nya cepat.


"Anak nakal!!! kau menikah tapi tidak memberitahu ku!!! " seru Feby memukul bahu Anggi pelan.


"Maaf Aunty, aku tidak sengaja" sahut Anggi mencoba menghindari pukulan Feby.


"Hahaha, rasain, " ledek Zoya.


"Aunty, aunty. Jangan pukul suami Raya" teriak Raya berlari menghampiri suaminya yang terus di hujani oleh Feby dengan pukulan sayang. Heels yang di pakainya sudah ia tanggalkan, karena merasa kesusahan dalam berlari dan melindungi suaminya.

__ADS_1


Mereka tertawa melihat aksi mereka, hiburan dalam pesta pernikahan Zoya Azlan Anggi dan Raya adalah, pengantin baru itu🤣🤣


...----------------...


__ADS_2