Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Restu sang Mertua


__ADS_3

"Satu, dua,..... tiga"


"Oke,.. "


"Thanks you"


"Thanks you"


Febi, sang model terkenal menunduk setelah melakukan pemotretan terakhirnya di Jepang.


Asisten Feby pun menghampiri nya, memberikan tisu untuk mengelap keringat Feby.


"Feby, ada yang mencari mu"


"Siapa? "


"Aku tidak tahu, tapi dia sudah menunggu mu di luar" jawab asisten nya menggeleng.


Feby berjalan keluar, menemui siapa yang sedang menunggu nya.


"Kamu! " ucap Feby dingin.


Azlan langsung mendekati mertuanya, berdiri di hadapan Feby dengan tatapan datar.


"Ma,, "


"Jangan panggil aku mama, kamu bukan menantu kj lagi! " potong Feby menatap Azlan tajam.


"Tidak ma, Kami belum bercerai!! " sangkal Azlan.


"Kamu dan Zoya sudah resmi bercerai. Kalian bukan suami istri lagi! "


"Ma, maafin Azlan karena udah buat Zoya menangis. Tapi beri Azlan kesempatan ma" ucapan Azlan dengan nada memohon.


"Aku tidak akan pernah percaya lagi sama kamu" Feby berlalu dari hadapan Azlan, ia menepis setiap Azlan membujuk dan memohon padanya.


"Mama!! mama!!!! "teriak Azlan.


" Kau tidak akan bisa memisahkan kami!! karena Zoya sedang hamil anak ku" Teriakan Azlan membuat langkah kaki Feby terhenti.


"Kau!!!! berani sekali kau lakukan ini pada kamu!!!! " geram Feby tanpa menoleh, kemudian kembali melanjutkan langkah yang sempat tertunda.


"Ma!!! ma!!! " teriak Azlan mengejar Feby, hingga Feby menaiki mobilnya dan melaju pergi.


"Bos,, " panggil Malik.


"tidak papa, siapkan mobil dan kita ikuti dia." ucap Azlan. Malik mengangguk, lalu pergi mengambil mobil.


Sementara di dalam mobil Feby tampak serius, pikiran nya berkecamuk memikirkan Zoya.


"Tidak mungkin Zoya hamil!! "


Dengan cepat Feby mengambil ponselnya dan menghubungi Anggi.


"Hallo, Anggi!! bagaimana Zoya? apa kami sudah membawanya kembali ke Amerika? " tanya Feby


Anggi tampak tercekat di sebrang sana. "Maaf aunty, sebelum nya Anggi sangat minta maaf"


"Kenapa? apa kamu gagal? " potong Feby semakin mendesak.


"Anggi tidak bisa membawa Zoya aunty, doa hamil. Dia lebih bahagia dengan suaminya"

__ADS_1


Klik.


Feby melempar ponselnya kesal, membuat asisten nya menatapnya bingung. Nafas Feby pun terengah.


"Bagaimana mungkin Zoya melakukan ini" batin Feby.


"Bu, seperti nya mobil di belakang mengikuti kita" ucap supir sembari memperhatikan mobil Azlan yang melaju di belakang mereka.


"Dasar keras kepala!! "


"Jalan lebih cepat, abaikan mobil itu" titah Feby.


"Bos!! kita harus kembali, sebentar lagi hujan akan turun! " ucap Malik. Sejak tadi Azlan bersiri di depan rumah milik Feby. Azlan tidak akan pergi sebelum Feby memberi mereka restu dan hadis di acara resepsi mereka nanti.


"Tidak, kamu kembali lah dulu. Aku akan tetap di sini, sampai mama keluar! " teriak Azlan kembali menatap rumah Feby.


"Ma!!!!! aku tidak akan pergi dari sini!!!!!! aku akan tetap di sini!!! "


Feby menghela nafas, mengintip sebentar lalu kembali duduk ke sofa ruang tamu rumah minimalis nya.


"Bagaimana feb? apa kamu akan terus membiarkan nya? " ucap asisten Feby ikut khawatir dengan keteguhan Azlan.


Tik!! tik!!!


Hujan mulai turun, Azlan memerintah kan Malik untuk pergi dan meninggal kan dirinya sendiri di sana.


"Kembalilah ke hotel! "


"Bos!! aku tidak mau meninggalkan bos sendiri di sini!! "


"Kamu itu bawahan aku!! kamu harus ikuti perintah aku! " bentak Azlan marah.


"Aku siap di pecat?! aku berdiri di sini sebagai sahabat kami? " balas Malik mengalihkan pandangan nya menghadap ke rumah Feby. Ia tidak tega melihat Azlan sendiri di sini.


"Aa.. aku sangat dingin" lenguh Zoya memeluk dirinya sendiri yang bergetar.


"Astaga, kamu kenapa sayang? "


"Aku dingin bun, " Meika menatap aneh Zoya, suasana panas seperti ini Zoya malah mengatakan dingin.


"Zoy, ini lagi gerah loh. kok kamu malah kedinginan? "


"Aku gak tahu kak, aku tiba-tiba dingin" jawab Zoya gemeteran.


Mereka langsung mengambil selimut tebal di kamar, lalu menyelimuti tubuh Zoya hingga leher.


"Matikan AC nya Ai" titah bunda, ia sangat khawatir pada menantunya sekarang.


"Apa yang terjadi yah, Apa bunda harus nelfon dokter? " tanya Bunda.


"Tidak usah bun, ini udah lebih baik" sahut Zoya.


Meika dan Raya santai khawatir, bahkan mereka langsung memeluk Zoya untuk mengurangi rasa dingin yang ia rasakan.


"Ada apa ini? apa terjadi sesuatu pada Azlan? " batin Zoya, pikiran nya terus saja memikirkan Azlan.


"Tidak, ini mungkin adalah bawaan dari baby. Kamu merindukan dady kan sayang" batin Zoya mengusap perut nya.


Setelah beberapa menit merasakan dingin, Zoya merupakan sakit di perutnya. Ia merasa sangat pusing karena menahan sakit itu.


"Bun, Zoya pusing banget" cicit Zoya, kepalanya mengerut menahan nyeri itu

__ADS_1


"Zoya!!, Zoya!! sayat" panggil Meika panik.


"Ai, panggil Dokter" titah Meika.


Raya langsung menggubungi dokter keluarga mereka. meminta nya agar segera datang.


"Kamu kenapa sih sayang" lirih Meika menatap Zoya yang sedang di periksa dokter, ia sangat khawatir dengan keadaan Zoya. Raya memeluk bundanya dari samping, menguatkan bundanya dan menenangkan agar bundanya tenang.


"Zoya pasti baik baik saja bun"


"Bunda khawatir dia kenapa kenapa Ai, sejajar tadi aneh mulu" lirih Meika.


Meika mendekati sang dokter ketika melihat dokter itu selesai memeriksa Zoya.


"Bagaimana keadaan menantu saya Dok? "


"Tenang ibu Meika, menantu ibu tidak apa apa. Keadaan tubuh nya normal." jelas dokter yang juga bingung.


"Lalu kenapa dia bisa pingsan dok? tadi dia juga mengeluh sakit di perutnya" ujar Raya.


"Saya juga bingung untuk hal itu bu, namun dapat saya pastikan jika kondisi menang ibu baik baik saja. Kemungkinan ini efek dari bayinya, atau malah istri nya sedang merasakan keadaan suaminya. " jelas sang dokter panjang lebar.


Meika dan Raya saling melirik, mereka masih bingung dengan penjelasan dokter.


"Kalau begitu saya permisi dulu Bu" pamit dokter, Raya pun mengantar dokter hingga ke depan.


"Terimakasih dok" sahut Raya, kemudian kembali ke kamar.


"Bun, bagaimana kalau kita hubungi Azlan. Ai jadi khawatir dengan keadaannya. "


"Iya sayang, hubungi sekarang adik kamu" titah Meika, jika bukan Zoya yang sakit makan Azlan yang merasakan hal ini dan ikut dirasakan oleh Zoya.


Tutt.....


Tut......


"Hallo!! Azlan!! kamu baik baik aja kan??? " tanya Raya ketika panggilan nya terhubung.


"Iya, kak. aku baik baik aja. " sahut Azlan, terdengar suara Azlan sedikit gemetar dan serak.


"Syukurlah, kami sangat khawatir pada mu" jawab Raya bernafas lega.


"Ada apa? apa istri Azlan baik baik saja? "


Raya melirik bundanya, lalu melirik Zoya yang masih tidur di atas tempat tidurnya.


"Yah, istri kamu baik baik saja" sahut Rata.


"Baguslah"


"Kenapa suara mu berat sekali? apa yang terjadi? "


"Aku hanya terkena hujan sedikit kak, besok aku akan pulang" jawab Azlan pelan.


"Baiklah, istri mu sudah sangat merindukan mu"balas Raya tersenyum, meskipun Azlan tidak dapat melihat nya.


Panggilan itu pun putus, Raya tersenyum pada bundanya yang sejak tadi penasaran dengan apa yang Raya ketahui.


" Bagaimana? apa Azlan baik baik saja? " desak Meika khawatir.


"Yah bun, sepertinya Zoya merasakan dingin karena Azlan terkena hujan. Hati mereka saling merindukan, Zoya ikut merasakan apa yang Azlan rasakan" jelas Raya terkikik di akhir kalimatnya. Bisa bisanya ada hal seperti ini terjadi nyata.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2