
Zoya terus mondar mandir menunggu kedatangan Bastian dan Dea. Ia tidak sabar mendengar kabar apa yang akan mereka bawa.
"Aduh sayang duduk lah, aku pusing melihat mu bolak balik di depan ku" lenguh Azlan, ia memegang Kepala nya yang terasa pusing.
"Aduh suamiku tercinta, kamu ini gimana sih. Aku tuh penasaran"
"Yah kamu kan bisa duduk sembari menunggu" jawab Azlan menarik istri nya hingga terduduk di samping nya.
"Nah, diem dan tenang" titah Azlan. Zoya merengut kesal, mau setenang apapun Zoya tetap merasa tidak tenang.
Tak berapa lama Zoya mendengar pintu depan terbuka, spontan Zoya langsung bangkit dan menuju ke pintu depan.
"Momy!!!!! " teriak Dea ketika masuk ke dalam rumah.
"Dea... bagaimana? apa hasilnya?? " tanya Zoya tak sabaran.
"Dea hamil my.... "
"Benarkah???? wahhh selamat yah sayang" Zoya merasa sangat senang, ia lupa dengan putranya. Zoya membawa Dea ke ruang tengah, mendudukkan Dea ke sofa dengan hati hati.
"Sayang, apa kamu haus? " tanya Zoya menatap menantunya. Dea mengangguk pelan.
"Bastian!!!! ambilkan Dea minum" teriak Zoya keras.
"Huh? " kaget Tian, mommynya mengapa bersikap seperti ini kepadanya.
"Cepat Bastian!!!! Dea sedang haus" teriak Zoya lagi.
Bastian pun beranjak menuju dapur, mengambilkan Dea segelas air putih.
"Nah, minum lah" Bastian menyodorkan gelas air minum itu pada Dea. Mata Bastian melebar, Dea menggeleng pelan.
"Aku tidak mau minum itu"
"Lahhh sayang, kamu kan haus. Jadi aku ambilkan air minum"
"Tapi aku gak mau itu.. Huaaaaaaa" tangis Dea langsung pecah, membuat Zoya melotot marah pada Bastian.
"Kamu ini, bukannya di tanya mau minum apa, malah marah marah sama Dea"
"Momy, aku gak marah" ucap Bastian membela diri.
__ADS_1
"Heh... itu yang kurasakan ketika kamu dalam kandungan dulu" cibir Azlan merasa senang, Bastian menerima akibat dari perbuatannya dulu. Yah sebenarnya ini bukan salah Bastian sih, tapi.. yah begitulah.
"Sayang kamu mau apa? " tanya Zoya lembut, seketika tangis Dea mereda, ia menatap Zoya dan Bastian bergantian.
"Aku mau minum susu coklat momy. " jawab Dea sesegukan. Entah mengapa Dea berubah menjadi cewe manja seperti anak kecil.
"Ya sudah, aku akan buatkan kamu susu coklat" ucap Bastian.
"Ehm... tapi aku mau Celsi yang buatkan. " sahut Dea lagi.
"Huh?? Celsi?? " Bastian melangkah mendekati istri nya. Berjongkok di depan Dea dengan kedua tangan tangannya menggenggam tangan Dea.
"Sayang, kamu kan tahu. Celsi lagi kuliah, bagaimana mungkin dia kesini" bujuk Bastian berharap Dea mau mengerti. Namun semua ini bukan permintaan Dea, semua ini milik cabang bayi.
"Huaaaa..... Aku mau Celsi yang buat kan. Hikss.. hiks.. " tangis Dea semakin pecah.
"Udah lah Bastian, kamu hubungi Celsi. Suruh dia kesini" titah Zoya sembari memeluk Dea dan mencoba mendiamkan Dea.
"Baiklah, kamu diem yah. Aku akan hubungi Celsi" ucap Bastian.
Bastian pun bangkit dari jongkoknya, ia mencoba menghubungi Celsi yang langsung menerima panggilan dari Celsi. Karena Celsi sangat sayang pada Dea, ia memutuskan untuk bolos kuliah malam nya.
"Sayang, Celsi sudah menuju ke sini" ucap Bastian menatap sang istri. Tangis Dea kembali mereda, ia melihat ke arah dady mertua.
"Aku lapar Momy, apa dady mau buatkan nasi goreng special untuk ku? " tanya Dea pada Zoya. Mertua perempuan nya langsung mengangguk cepat, hal sepele seperti ini tentunya suaminya bisa melakukannya.
"Sayang, tolong bantu buatkan nasi goreng special yah" pinta Zoya pada suaminya.
"Aku???" Tanya Azlan memastikan.
"Iya sayang, siapa lagi suamiku di sini? " dengus Zoya.
"Huh, ternyata sudah tua begini aku masih kena juga" gerutu Azlan berjalan menuju dapur. Di balik kekesalan nya, Azlan masih bersyukur karena Dea tidak minta aneh aneh seperti Bastian dulu.
"Dady, ayam nya di tangkap sendiri yah!!! " teriak Dea.
"Huh? "
"Huh? "
Bastian dan Azlan kaget bersamaan, bagaimana mungkin dadanya yang sudah tua renta menangkap ayam di kandang sendiri.
__ADS_1
"Hm... dady gak mau yah?? " lirih Dea terdengar sedih, hal itu membuat Zoya tidak tega.
"Tidak sayang, dady pasti mau kok. Iya kan sayang" ujar Zoya melirik suaminya.
"Huh... iya Sayang, dady akan lakukan apapun untuk menantu kesayangan Dady" ucap Azlan dengan nada yang di buat buat ikhlas.
"Terimakasih Dady" Dea tersenyum senang. Ia memeluk Zoya erat, seolah olah memeluk mamanya. Teringat dengan mamanya, Dea menjadi ingat dengan ayahnya. Raut wajah Dea kembali sedih.
"Loh, sayang kamu kenapa sedih lagi? " tanya Zoya menangkup pipi Dea.
"Kangen ayah sama bunda" lirih Dea.
"Selamat malam!!!!!! " teriak Lisa, ia baru saja memasuki rumah anak nya bersama sang suami yang menarik koper mereka. Lisa dan Ali berniat akan tinggal beberapa hari di rumah Dea dan Bastian.
"Bunda...... Ayah.... " teriak Dea sembari bangkit dari duduknya, lalu berlari menuju kedua orang tuanya.
"Dea kangen bunda" ucap Dea memeluk Nisa.
"Bunda juga sayang" balas Nisa membalas pelukan putri nya. Dea melepas pelukan sangat Bunda, lalu beralih memeluk sang ayah.
"Kangen ayah juga" lirih Dea.
Bastian hanya berdiri memperhatikan tingkah laku istrinya yang 100 ° berubah dari kebiasaannya. Dea yang mandiri dan tomboy berubah menjadi Dea yang manja dan mudah menangis.
"Ayah, aku mau makan nasi goreng Tolong bantu dady tangkap ayam yah. Di belakang ada kandang ayam Ka Tian" jelas Dea tersenyum manis.
"Nangkap ayam? " ulang Ali, ia melirik Azlan dan Zoya bergantian. Ali belum mengerti situasi sebenarnya.
"Dea hamil muda, ia mengidam makan nasi goreng buatan azlan, tapi ayamnya di tangkap sendiri oleh Azlan dan kamu" jelas Zoya.
"Benarkah???? aku bakalan jadi nenek??? " pekik Nisa girang.
"Iya Nisa, kita bakalan punya cucu" jawab Zoya.
"Wahhhh..... " Bisa melompat lompat. "Sekarang cepetan tangkap ayam nya. Dari pada cucu ku ileran! " Nisa mendorong suaminya dan Azlan ke dapur.
"Astaga" lirih Ali dan Azlan, mereka harus menerima nasib mereka. Sejak Bastian dalam kandungan, hingga anak Bastian dalam kandungan masih mereka yang menanggung semua ini.
🤣🤣🤣sabar yah Azlan, Ali. Tinggal mila dan suaminya lagi yah yang bakalan kita usulin. 🤣🤣🤣
Sesuai permintaan yah, aku buatin kisahnya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga ke SI KULKAS ITU SUAMIKU.