
Langit malam telah menelan rembulan, tertutup awan hitam yang tebal.
Byurrrrrrr
Hujan lebat membasahi permukaan bumi, mereka yang sedang menikmati tidurnya semakin menarik selimut agar tetap merasakan kehangatan yang hampir memudar karena aurah dingin yang hujan bawa.
"Dingin bangetttt" lenguh Raya meraba raba ke nakas mencari remot AC. Setelah mendapatkan remot AC nya, raya langsung menekan tombol off.
"Nah baru enak" menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya hingga leher.
Sementara di kamar sebelah, sepasang suami istri yang saling menghangatkan tiba-tiba terbangun.
"Sayang.... " lirih Zoya menggoyang goyangkan tubuh Azlan pelan.
"Ada apa sayang... gue masih ngantuk" semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya.
"Seperti nya di luar hujan" gumam Zoya melirik ke arah balkon.
"Iya sayang, karena itu kita bisa tidur semakin enak"
"Aku pengen mandi hujan" cicit Zoya.
Beberapa detik Azlan masih diam, tetapiiiii setelah mencerna ucapan istrinya membuat Azlan membuka matanya lebar.
"Huh, sayang loe gak becanda kan? " tanya Azlan sembari melirik jam. " sekarang masih jam 3 dini hari sayang "
"Tapi aku pengen" lirih Zoya pelan. Mendorong dada Azlan pelan, lalu duduk di tepi ranjang.
"Sayang, kalau kita keluar sekarang, dan main hujan. loe bisa masuk angin sayang" Azlan ikut bangun, memeluk istrinya dari belakang.
"Bukan aku yang pengen, tapi bayi kamu yang pengen"
"hufffhaaa" Azlan menghela nafas, lalu menghembuskannya perlahan.
"Baiklah, gue bawa loe keluar sekarang. Tapi mainnya sebentar saja yah"
Zoya mengangguk cepat, matanya berbinar menatap suaminya.
"Baiklah"
Mereka berjalan keluar kamar, lalu menuju halaman belakang.
Meika yang baru saja dari dapur kaget melihat Azlan dan Zoya membuka pintu samping.
"Loe Azlan, Zoya. Kok di luar? "
Zoya nyengir, menggandeng tangan Suaminya erat.
"Zoya pengen mandi hujan Bun"jawab Azlan.
" Huh?? sayang kamu serius? ini masih subuh loh" kaget Meika berjalan mendekati Azlan dan Zoya.
__ADS_1
"Gak tahu ni bun, Istri Azlan ngidam mandi hujan"
Meika menggeleng, Zoya mengidam hal hal yang aneh. "Loh Zoya dah gak mual lagi deket Azlan? "
"Gak mah, gak tahu kenapa Udah gak mual lagi" jawab Zoya. Sementara Azlan tersenyum.
"Berkat Raya dan Mila, Zoya gak mual lagi sama Azlan" lirih Azlan senang.
Zoya berbinar, menatap hujan yang menetes semakin deras mengguyur taman.
"Wahhh "
"Sayang, hati hati licin, " teriak Meika khawatir melihat Zoya loncat loncat menikmati air hujan.
"Sayang.. jangan lari lari" Azlan ikut keluar, takut jika nanti Zoya terjatuh atau semacamnya.
"Bunda, kok gak di tutup pintu nya? " Mila menghampiri Meika yang menatap Azlan dan Zoya mandi hujan, Mata Mila membulat, ia mengucek matanya berharap salah lihat.
"Bunda, itu beneran Azlan sama Zoya? "
Meika mengangguk menjawab pertanyaan Mila.
"Kok mandi hujan sih Bun, Zoya kan lagi hamil Bun"
"Itu permintaan bayinya" lirih Meika.
"Gilaaaa, ngidam Zoya benar-benar aneh" decak Mila.
Selama 30 menit Zoya dan Azlan main hujan, kini mereka sudah berada di dalam rumah. Aroma lavender yang Azlan pakai sudah memudar terkena air hujan.
"Kok Zoya mul lagi" gumam Bunda Bingung.
Azlan belum ngeh, lalu terlonjak kaget mengingat jika ia belum menyemprotkan parfum itu pada tubuh nya.
Azlan berlari masuk ke kamarnya, mengambil botol parfum, lalu menyemprotkan ke seluruh tubuhnya.
"Haaa, pasti Zoya tidak akan mual lagi"
Azlan kembali ke ruang keluarga, menghampiri isttyang baru keluar dari kamar mandi yang ada di dapur.
"Sayang, udah mendingan? " tanya Azlan khawatir. Zoya pun mengangguk pelan, ia tidak merasa mual lagi berada di dekat Azlan.
"Kamu pake parfum aroma lavender? " tanya Zoya.
"Iya sayang, hanya dengan memakai ini loe tidak mual berada di dekat gue"jelas Azlan.
" Sayang, kamu gak masuk angin kan? " Meika benar-benar khawatir pada Zoya, mandi hujan subuh benar-benar dingin. Meika takut jika Zoya mendadak sakit karena ini.
"Gak papa kok Bun, ini permintaan dia. Jadi Zoya rasa gak bakal buat sakit"
Mereka mengangguk pelan, walaupun itu ngidam tetap saja mereka khawatir.
__ADS_1
"Oh iya sayang, aku mau ngotot sesuatu" ucap Zoya mengingat pembicaraan nya dengan Raya kemarin.
"Ngomong apa beb? "
Mila dan Meika ikut menatap kearah Zoya, menunggu Zoya ingin membicarakan apa.
"Aku mau bersanding bareng kak Raya"
"huh? " kaget Azlan.
"Iya sayang, kita kan belum mengadain pesta besar. Setelah pernikahan kita. Yang tahu kita udah nikah juga gak banyak" lirih Zoya terdengar murung.
"Gak papa sayang, nanti Bunda akan bicarain sama Raya yah" ujar Meika menenangkan Zoya.
"Gak Bun, sebenarnya ini usulan kak Raya"
"Nah, itu udah fix itu" sahut Mila girang.
"Yasudah, kita akan mempersiapkan pesta yang meriah untuk kalian" ujar Meika.
Kini hanya Azlan yang belum bersuara, Zoya menatap takut pada Azlan. mengira Azlan tidak setuju dengan usulan ini.
"Sayang, kamu gak setuju yah. Yaudah gak papa kok" lirih Zoya tersenyum tipis.
"Gue setuju kok, tapi Gue harus menemui mama Febi dulu" sahut Azlan menatap istrinya lekat, walau bagaimana pun Azlan ingin mendapatkan kepercayaan mertuanya lagi.
"Mama? " beo Zoya. Sejak kembali ke Indonesia, Zoya belum mendapatkan kabar tentang mamanya. Febi pun tak mencari tahu tentang dirinya, dimana? sedang apa? aman atau tidak. Mama febi terlihat tidak peduli. Raut wajah Zoya berubah menjadi murung, suasana hatinya ikut terpengaruh.
"Tidak usahlah sayang, lain kali saja kita buat acara" lirih Zoya pelan.
"Tidak sayang, gue janji akan menemui mama secepatnya. Dan gue janji akan mendapatkan restu mama lagi" janji Azlan sembari menggenggam tangan Zoya. wanita hamil itu terkesima, Azlan terlihat serius dengan ucapannya.
"Terimakasih" balas Zoya kembali tersenyum.
"Nanti, gue juga ada kejutan untuk loe" ujar Azlan lagi.
"Apa itu? " Zoya berbinar penasaran.
"Nanti, loe pasti akan senang setelah melihatnya" balas Azlan lagi sembari tersenyum tulus pada istrinya.
"Seperti nya mereka melupakan keberadaan kita Bun" bisik Mila menatap datar suami istri di depannya itu.
"Hehe maaf" Zoya menunduk malu. Meika terkekeh melihat tingkah anak anaknya yang semakin hari semakin menggemaskan. Meski mereka sudah dewasa, namun di mata Meika mereka tetap anak anaknya yang lucu.
...----------------...
Hi, masih semangat baca nya? kira kira Zoya dapat kejutan apa yah dari Azlan?
jangan lupa VOTE!! LIKE!! COMENT!!
Author selalu senat membaca komentar komentar dari kalian. Semakin banyak komentar, semakin semangat author up cerita nya. Terimakasih untuk kalian semua 😘😘😘
__ADS_1
tak bosan bosan author selalu mengatakan, tanpa kalian author bukan lah apa apa.
love you semua nya😘 author akan berusaha melakukan yang terbaik.