Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Pagi yang indah


__ADS_3

Matahari mulai menampakan diri, cahayanya menyebar keseluruh penjuru alam. Hingga menerobos masuk melalui sudut sudut kaca kamar dua insan yang masih bergelung manja.


Dea menggeliat pelan, ia merasakan sesuatu yang berat menimpa pinggangnya. Tertahan angin yang teratur membuat kulit wajahnya Tergelitik.


Perlahan mata Dea mulai terbuka, pemandangan indah ciptaan yang maha kuasa menyambutnya.


"Apa ini mimpi? " gumam Dea, ia masih belum bisa mempercayai bahwa pria yang sedang memeluk dirinya itu adalah suaminya.


Deg.. Deg...


hati Dea berdebar keras, matanya menyapu bersih seluruh wajah tampan Bastian. Ini benar-benar bukan mimpi, bastian adalah suaminya sekarang.


Dea semakin tercekat, ketika mata yang tadinya masih tertutup terbuka tiba-tiba.


"Apa kamu sudah bangun? " lirih Bastian dengan suara serak khas bangun tidurnya.


Dea tak menyahut, dirinya hanyut terbawa hayalan mengagumi paras suaminya.


'Ya ampun, dia sangat tampan jika di lihat dari dekat'


'Mengapa aku tidak menyadarinya sejak dulu? '


Bastian mengerutkan dahinya, bukannya menjawab istri nya malah senyum senyum sendiri.


"Dea, kamu mikirin apa sih? " tanya Bastian penasaran. Namun Dea tidak mendengarnya, ia tetap dalam pemikiran nya. Bastian memiliki sebuah ide, ia yakin dengan cara ini Dea akan keluar dari dunia hayalan itu.


Cup!!


Kedua bola mata Dea membulat, kesadarannya di renggut kembali ke dunia nyata.


"Apa... ya.. ng Barusan... Kamu lakukan? " tanya Dea gugup.

__ADS_1


"Menarik mu kembali ke dunia ini" jawab Bastian santai, ia malah semakin mempererat pelukannya pada tubuh Dea, dan menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher jenjang Dea.


"Ah geli Bastian... " desah Dea mencoba menghindari serangan Bastian di sana. Tubuh Dea menggelinjang karena kegelian.


"Pukul berapa sekarang? " tanya Bastian, ia menghentikan aksinya setelah Dea memohon ampun.


"Aku tidak tahu, karena aku baru bangun"


"Hmm.. aku juga tahu itu"sahut Bastian mengecup leher Dea, entah mengapa ia sangat menyukai bagian tubuh Dea itu.


"Lepaskan aku Bastian, aku harus segera mandi dan berangkat ke kampus" ucap Dea.


"Hm.. Cuti lah untuk hari ini" ucap Bastian, ia tidak mau melepaskan Dea. Setidaknya Dea memberinya waktu hingga satu minggu ke depan..


"Tidak Bastian, aku tidak bisa cuti"


"Kenapa? tenang saja, kampus itu milik daddy, jadi tidak akan ada yang berani menghukum mu" ucap Bastian bangga.


"Pokoknya aku tidak mau" tolak Dea.


"Ihhh Bastian, kita harus kekampus. Aku tidak mau ketinggalan pelajaran lagi" rengek Dea manja, entah sejak kapan gadis ini memiliki sifat manja seperti itu.


"Ahh aku tidak rela membiarkan mu pergi sebelum aku mendapatkan jatah" ucap Bastian.


"Apa?? " kedua mata Dea kembali melebar.


"Aku yakin, kamu pasti mengerti apa yang aku maksud" ucap Bastian.


"Ekhem... aku.. harus mandi" ucap Dea bergegas turun dari ranjang.


"Etsss..... aku tidak akan membiarkannya!! " Bastian kembali menarik tubuh Dea hingga gadis itu terjungkal ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Tetap lah di sini, karena kampus akan tutup hari ini" pinta Bastian. Dea mencibir, bagaimana mungkin kampus akan tutup, sementara hari ini adalah hari rabu.


"Aku tidak sebodoh itu sayang.. " kekeh Dea.


"Benarkah?? lihat saja" ucap Bastian meraih ponselnya. Lalu mengetikkan beberapa kata lalu mengirim nya pada seseorang.


Cling~ ponsel Dea berdering menandakan ada pesan masuk.


Cling~


Cking~


Seperti nya grup whatsapp di ponsel Dea tengah ramai, terlihat dari sahutan dering berbunyi tak henti henti.


Bastian tersenyum menyeringai, ia meletakkan kembali ponselnya lalu memeluk pinggang Dea.


Dea yang merasa pemasaran, akhirnya meraih ponselnya.


"Apa??? Kampus ditutup selama 1 minggu?? " Dea melirik Bastian, ia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja Bastian lakukan.


"Benarkan, Kampus tutup" kekeh Bastian.


"Tentu saja, karena kamu yang menutupnya" ucap Dea memanyunkan bibirnya pertanda merajuk. Bukannya merasa bersalah, Bastian malah menjadi uring uringan melihat bibir ranum Dea.


"Jangan menggoda ku"


Dea melirik nya tajam, ia merasa tidak menggoda Bastian. "Aku tidak menggoda mu"


"Ahhh.... kau memang selalu membuat ku hampir gila" Bastian menarik tubuh Dea hingga mereka terbaring bersama. Menyerang Dea dengan ciuman bertubi tubi, lalu menindih tubuh Dea. Dalam sekejap Dea di buat kaget oleh Bastian. Pria itu menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka sepenuhnya. Agar para readers tidak bisa mengintip mereka dari jendela ataupun dari cela pintu.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke Si kulkas itu suami ku!!!


Cerita hangat yang baru menetas. Pembaca setia ku pasti akan datang ke sana. Terimakasih. Aku harap kalian juga mendukung ku di cerita Si Kulkas itu Suamiku. Aku sangat menunggu kalian di sana. Satu episode lagi Bastian dan Dea akan benar-benar aku tamatkan. Nah mari sama sama kita meratiin di cerita Si kulkas itu.


__ADS_2