Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Tidak pernah damai


__ADS_3

Bastian memasuki rumah, jalannya sedikit aneh. Zoya yang melihat putra nya kesusahan jalan langsung menghampiri nya.


"Astaga Bastian, kaki kamu kenapa? "


"Gak papa kok momy, Bastian cuma jatuh"


Zoya mengangkat tubuh Bastian, membawanya ke sofa.


"Tunggu di sini"


Bastian mengangguk patuh, mengipas ngipas lututnya yang terasa perih.


"Sini, momy obati"


"Ahh sakit, momy sakit"


"Ihh anak laki-laki kok lembek kaya gini" Zoya kembali melanjutkan membersihkan luka Bastian.


"Nah, masih sakit gak? "


Lutut dan siku Bastian sudah di beri andiplas, sekarang lukanya tidak terasa perih lagi.


"Makasih momy"


kryuuukkkkk.....


Bastian memegangi perutnya, "Tian laper momy... " lirih Nya.


"Hmm anak momy gemesin"


Zoya menggandeng Bastian menuju ruang makan, di atas meja sudah tertata rapi menu makan siang ke sukaan putra nya.


"Wahhhhh.... ini semua kesukaan Tian!! "


"Momy kan masak untuk anak momy"


Bastian tak menjawab lagi, ia fokus dengan makanan nya. Sesekali zoya terkikik pelan karena Bastian makan berlepotan.


"Udah gede juga, makan masih aja berlepotan"


"Momy, aku tuh masih 7 tahun, yah gak papa kali berlepotan"


"Kunyah dulu makanannya, baru ngomong" tegur Zoya, nasi dari mulut Bastian menyembur setiap kali ia buka mulut.


"Hehe"


......................


Angga masuk ke dalam kamar, ia melihat istri nya tengah duduk di tepi ranjang.


"Belum tidur? "


Intan menggeleng pelan.


"Yaudah aku mandi dulu yah"


Intan langsung berdiri, berjalan masuk kedalam kamar, mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Angga.


"Air hangat nya sudah siap. "


"Terimakasih"


Suasana di antara sepasang suami istri itu terlihat sangat canggung.


Intan kembali duduk di tepi ranjang, perutnya yang sudah mulai membesar terlihat jelas sekarang.


"Kamu senangkan sekarang? " gumam Intan mengusap perutnya pelan.


Sekitar 15 menit Angga keluar dari kamar mandi, ia hanya mengenakan handuk dan bertelanjang dada.


Pemandangan ini sangat membuat intan deg deg an. Meskipun sudah memiliki hampir 2 anak, Intan tidak pernah melihat tubuh Angga secara sadar. Semua yang mereka lakukan dalam pengaruh obat yang kedua orang tua mereka berikan.


Glek~

__ADS_1


"Ini bajunya"


Mata Intan masih fokus pada lekuk tubuh Angga, air mandi yang masih belum kering Angga lap terlihat begitu sexy di mata Intan.


Angga juga merasakan canggung, menerima pakaian tidur yang Intan berikan padanya lalu segera mengenakannya.


Setelah berpakaian santai, Angga duduk di samping Intan.


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan? "


Intan menggeleng, kepalanya kembali menunduk.


"Aku... " Angga sedikit ragu mengucapnya.


"Ada apa? "


"Aku ingin meminta maaf" cicit Angga.


Kepala Intan terangkat, ia terkejut mendengar penuturan suaminya.


"Aku bodoh, selama ini tidak melihat mu. Kau selalu setia menemani ku. Meskipun aku menganggap mu sebut kompromi"


"Tidak... aku yang harus minta maaf" lirih Intan.


"Kau tidak bersalah Intan, aku yang terlalu egois"


"Maaf atas ucapan ku kemarin, aku tidak berniat mengatakan hal itu padamu. Aku memang menyukai Zoya, tapi.. "


"Tapi itu dulu, aku hanya tidak mau mengakui jika aku sudah mencintai mu intan"


Intan tersenyum haru, penuturan suaminya menyentuh hati nya. Angga menarik tubuh intan masuk ke dalam pelukannya.


"Maaf... "


"Tidak apa apa, aku selalu memaafkan mu"


"I love you"


"I love you too"


"Aku kangen anak ku" bisik Angga


"Ck" Intan tercekat.


"Maksud kamu? "


Angga menghela nafas, tanpa badan basi ia langsung menyerang Intan. Mereka melakukan nya untuk pertama kali berdasarkan cinta.


......................


Azlan memasuki rumah, melirik Bastian yang berbaring di sofa berbantalkan paha Zoya.


"Sayang.... kamu udah pulang? "


Zoya hendak menghampiri suaminya, namun gerakannya tertahan oleh Bastian yang memeluk tangannya.


"Sayang, momy mau bantu dady buka dasi dan menyiapkan air hangat untuk dady mandi"


"Gak boleh, Momy kan bukan pembantu. Dady bisa melakukan nya sendiri"


"Ck" decak Azlan, putra nya benar-benar sangat menyebalkan.


"Tidak apa sayang, aku bisa melakukan nya sendiri. "


Azlan melangkah menuju kamar nya, ia tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Semuanya salah dirinya yang selalu mengganggu Basian.


"Bastian... kamu gak boleh seperti itu. Kasian loh dady baru pulang kerja. Masa sikap Bastian seperti itu sama dady"


Bastian terdiam, sebenarnya ia juga tidak tega pada dady nya. Tapi sikap dady nya sungguh membuatnya selalu ingin menggaruk wajah dady nya.


Di meja makan.


Bastian melirik dady nya yang terlihat fokus dengan makanannya.

__ADS_1


Sop ayam, Bastian dan Azlan melirik Sop ayang yang hanya tersisa sepotong.


Azlan tampak biasa saja, meski dirinya sangat ingin mengambil ayam itu.


"Nah, makan yang banyak Dady"


Zoya terkesima, pertama kali Bastian mau mengalah untuk ayam kesukaan nya pada Azlan.


Azlan tak percaya, Bastian memberikan ayam ini pada nya.


"Apa kamu tidak mau? "


"Mau.. tapi dady lebih membutuhkannya" sahut Bastian tersenyum.


Zoya ikut senang, Bastian mencerna penjelasan yang ia berikan tadi.


"Damai.. " Azlan mengacungkan kelingking nya.


"Damai.. Asal tidak mengganggu aku dan momy" ujar Bastian memberikan syarat.


"Hei... dia istri ku!! "


"Tapi dia momy ku!!! "


"Aduhhh mulai lagi" lirih Zoya memukul keningnya pelan.


Pertengkaran Azlan dan Bastian berakhir di kamar. Mereka akan tidur seranjang jika kembali bertengkar di meja makan.


"Geser!! " Bastian mendorong tubuh Azlan.


"Ihh kamu yang geser, Dady udah kesempitan ini"


"Dady geser!! "


"Gak bisa!! "


Zoya menatap keduanya jengah, dimana mana mereka selalu saja bertengkar. Di ranjang yang sangat besar ini mereka masih saja bertengkar, tidak ada yang mau mengalah.


Bruk!


Bruk!


Azlan maupun Bastian terdiam memegangi bokong masing-masing.


"Baru aman" lenguh Zoya lelah, ia berbaring terlentang di antara Azlan dan Bastian.


"Momy peluk aku" rengek Bastian.


"Aku juga kedinginan" rengek Azlan tak mau kalah.


Hufff haaa..... Zoya benar-benar kehabisan akal.


"Jangan sentuh momy ku!! " Marah Bastian menepis tangan Azlan yang memeluk perut Zoya.


"Dia istri ku!! "


"Dia momy ku!!! "


"Istri ku!! " Azlan menarik Zoya dan memeluknya erat.


"Momy aku!!! " teriak Bastian berdiri dan berusaha melepaskan pelukan Azlan.


"Diam!!!!!!!! "


"Bastian baring!!! "


"Suami ku Azlan Lurus!! jangan menoleh kiri kanan!! "


Zoya sudah ke habisan akal, keduanya tidur terlentang. Sama-sama menutup mata karena Zoya sudah marah besar.


"Huh.. susah bener tenang nya! " omel Zoya.


"Awas ada yang berani bersuara lagi! "

__ADS_1


Mereka mulai tidur dengan nyenyak, posisi zoya di tengah dan Azlan di sebelah kirinya, bastian di sebelah kanannya.


__ADS_2