Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
CEO Z Group


__ADS_3

Seperti rutinitas bagi Azlan setiap akhir pekan, pria itu selalu mengunjungi makam Arzael. Putra pertama yang bernasib malang. Azlan selalu menyesali dirinya yang tak mampu menjaga calon bayinya.


Langkah kaki Azlan melambat, Matanya menatap penuh selidik seorang wanita yang tengah berjongkok di depan makam putranya, wanita itu terlihat seperti mengecup lembut nisan biru yang bertuliskan nama Arzael.


"Zoya? diakah itu? " batin Azlan meyakinkan dirinya, gadis itu menunduk dan memakai selendang hitam sebagai penutup rambutnya. Dugaan Azlan semakin kuat ketika suara serak, seperti orang menahan tangis terdengar dari wanita itu.


"Sayang, mama datang. Apa kamu bahagia sekarang? "


"Apa kamu senang karena mama sudah menjenguk mu? " Lirihan Zoya terdengar memilukan di telinga Azlan.


"Loe yang sabar yah" ujar Azlan.


Tubuh Zoya tampak menegang, mungkin ia terkejut mendengar sahutan suara Azlan. Cepat cepat wanita itu bangkit dan bergegas pergi.


Dengan gersit Azlan menahan tangan Zoya,


"Zoya tunggu! "


"Maaf, anda salah orang. Permisi" sahut Zoya menghempaskan tangan Azlan. Tidak, Azlan tidak salah orang, ia sangat yakin dia adalah istrinya, Zoya!. Meskipun wanita itu tidak menoleh pada nya, namun Azlan tetap yakin jika itu adalah Zoya.


Azlan mendekap tubuh Zoya, Azlan merasakan getaran ketakutan dari tubuh istri nya.


"lepaskan! Anda salah orang! " Azlan terjungkal ke tanah, Zoya melesat berlari meninggalkan nya.


"Zoya!!!,"


"Zoya!!! " teriak Azlan menatap taxi yang sudah melaju jauh membawa Zoya pergi.


"Aku tak akan melepaskan mu Zoya! " tekat Azlan di dalam hatinya.


...----------------...


Azlan termenung di atas sofa empuk ruang tamu rumah besar sang bunda. Matanya menatap kosong ke arah loteng, bayangan ketakutan Zoya, tubuh bergetar Zoya di dalam dekapannya masih terasa nyata.


"Kenapa loe takut sama gue Zoya? " batin Azlan.


"Zoya!!!! Zoya!!!! " teriak Azlan.


Meika berlari mendekati putranya, ia kaget melihat Azlan yang tiba-tiba berteriak seperti orang gila.


"Hei, kamu ini sudah gila?? jangan panggil nama itu lagi. Kamu sendiri yang sudah buat dia pergi! " ketus Meika.


"bunda ini, bukannya membela aku. Bunda malah menjatuhkan semangat Ku"


"Kamu sih, sudah 6 tahun mencari gak bisa menemukan nya" Meika melipat kedua tangannya sembari melirik Azlan dengan tatapan remeh.

__ADS_1


"Bunda lihat saja, aku akan membawa istriku kembali" ucap Azlan penuh ke yakinan. Meika yang mendengar haluan anaknya mendadak tertawa.


"Hahaha...Istri? "


"Hellooooooow, emang dia akui kamu sebagai suami? " cibir Meika. Azlan merubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Menatap sang Bunda dengan tatapan menantang.


"Bunda lihat saja nanti, Zoya pasti akan menjadi milik Azlan! "


"Dengan senang hati, Bunda akan menunggu pembuktian ucapan mu" tantang Meika.


Meika yakin putranya pasti akan membawa Zoya kembali, meskipun dirinya terlihat meremehkan Azlan, tetap saja hal itu ia lakukan agar Azlan tetap semangat.


...----------------...


"Permisi, saya ingin bertemu dengan CEO Z Group" ucap Zoya sopan pada resepsionis yang menatap ramah ke padanya.


"Maaf yah bu, apa ibu sudah membuat janji? " tanya wanita berambut lurus dengan mata biru softlens nya.


Zoya berpikir sejenak, ia memang belum membuat janji dengan CEO Z group, bahkan siapa CEO nya saja Zoya tak berniat mencari tahu.


"Saya belum membuat janji padanya, tetapi saya utusan dari NC Group ingin bertemu dengan CEO kalian" jelas Zoya tenang.


"Tunggu sebentar, saya akan menghubungi sekretaris nya dulu"


Malik baru saja keluar dari lift, ia melihat sosok yang selama ini Bos nya cari. Dengan segera Malik menghampiri resepsionis yang bergerak akan menghubungi sekertaris Azlan.


"Mbak, " panggil Malik pelan.


Resepsionis itu menoleh, ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Azlan dan menghampiri Malik, asisten Azlan.


"Ada apa pak? "


"Wanita itu ngapain di sini? " tanya Malik sembari menunjuk Zoya.


"Oo mbak itu ingin bertemu dengan bos kita, katanya utusan dari NC group" jawab Mbak resepsionis.


"Tahan wanita itu dulu, saya akan menghubungi bos dulu"


Malik memberi jarak pada meja resepsionis, lalu menghubungi Azlan.


"Bos, Zoe sudah ada di sini. " ucap Malik ketika panggilannya telah terhubung dengan Azlan.


"Bawa dia ke ruangan ku" jawab Azlan singkat, lalu memutuskan panggilan itu secara sepihak.


Malik kembali mendekatik meja resepsionis, lalu mengatakan padanya bahwa Zoya bisa langsung bertemu dengan Bos.

__ADS_1


"Suruh dia langsung ke ruang bos" kata Malik, lalu pergi dari sana. Mbak resepsionis itu mengangguk, lalu memanggil Zoya kembali.


"Nyonya Nc Group" panggil nya.


Zoya pun mendekat padanya, ia berharap CEO Z group bisa bertemu dengan nya. Sehingga masalah ini cepat selesai dan membiarkan Zoya kembali ke kehidupan barunya.


"CEO kami memiliki waktu untuk anda, silakan masuk lift hingga lantai 25, sebelah kanan adalah ruangan CEO" jelas resepsionis.


Zoya mengangguk paham, melemparkan senyum pada gadis yang seperti nya lebih tua beberapa tahun darinya.


Zoya masuk ke dalam lift, menekan tombol 25 untuk mengantar dirinya ke lantai 25 seperti arahan resepsionis itu.


Deg deg an, Zoya merasa berdebar akan menemui orang asing yang sebelumnya ia belum pernah ia temui. Kesalahan terbesar Zoya, selalu acuh dan tidak menyelidiki terlebih dahulu setiap perusahaan yang akan di gaet.


ting~


Zoya keluar dari lift, melangkah menuju ruangan yang berada di sebelah kanan. Zoya menatap pintu ruangan yang tertutup rapat.


"Hiruffff.... lepas.... hirufffff lepas... " berulang kali Zoya melakukan hal itu untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Tuk Tuk. Zoya mengetuk pintu ruangan itu tanda Kesopanan nya.


"Masuk! " sahut suara dari dalam.


Suara nya tidak asing? namun Zoya tetap memantapkan hatinya membuka pintu ruangan itu, rasa gugupnya telah menghilangkan fokusnya dengan suara yang ia dengar.


Zoya berbalik setelah menutup pintu, lalu berjalan mendekati meja CEO. Di tatapannya punggung kursi yang membelakangi nya.


"Selamat siang tuan, saya dari NC group ingin meminta waktu anda sebening" Ucap Zoya pasti tanpa gugup dan ragu. Ia tidak boleh lemah, Zoya harus meyakinkan Bos Z group agar urusannya cepat selesai.


Azlan tidak menjawab, senyum miring terukir di bibir tipisnya. Bibir yang pernah mengucap kata cinta pada Zoya.


Jantung Zoya berdegup kencang, kursi itu mulai berputar perlahan menandakan siapapun yang ada di balik kursi itu akan menampakkan diri.


"Selamat datang kembali Zoya Arkan Asyid. " Azlan merentangkan tangannya menyambut ke datangan Zoya, ia berdiri dari kursi kebesaran nya menatap Zoya lekat.


"Azlan! " gumam Zoya pelan, namun masih dapat di dengar oleh Azlan.


Mimik wajah Zoya yang semula terkejut, berubah menjadi datar. Tanpa ekspresi Zoya membalas tatapan Azlan yang mendadak bingung.


...----------------...


Semakin kacau yah?? 😭😭😭udah kurang fokus pekerjaan semakin banyak. tapi author gak mau kecewain kalian😭😭😭


minta maaf yah😭😭tetap like, komen vote dan gift yah, seikhlas nya"😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2