
Rembulan sudah mulai menampakkan diri, namun dia insan ini masih enggan untuk membuka mata. Pergumulan mereka siang tadi membuat mata kian berat.
Zoya menggeliat, tangan kekar kiat erat, memeluknya.
"Udah jam berapa? "
Zoya mengucek ngucek matanya, lalu melirik jam yang nangkring di dinding, sebagai saksi bisu.
"Udaah ah tidur aja, masih malem tahu"
Zoya yang masih merasa mengantuk menuruti ucapan Azlan, ia kembali memejamkan mencari kenyamanan di dada bidang Azlan.
Ceklek.
"Azlan, bunda su..... ru loe, astaga!!!!! "
Mila terlonjak kaget, ia segera membalikan tubuhnya.
"Gak, gue gak lihat"
"Aduhhh Mila, loe apa apaan sih. berisik" serga Azlan.
"Mila? " beo Zoya.
"Bu.. bunda suruh kalian turun" cicit Mila gugup.
Zoya melotot, melihat Mila berdiri membelakangi mereka. Lalu berlari keluar kamar.
"Astaga, aku malu banget" erang Zoya menutup tubuhnya dengan selimut.
"Mila aja pun"
"Ihhh kamu sih, merayu aku"
"Kamunya juga yang mau" cibir Azlan turun dari ranjang tanpa memakai baju.
"Astaga!! " pekik Zoya.
Azlan menoleh, kaget mendengar teriakan Zoya.
"Ada apa? "
"Pake bajunya, kenapa bugil sih"
"Hahaha, sok malu banget, tadi aja megang megang" cibir Azlan melenggang masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Zoya masih menyembunyikan wajah merah padamnya di balik selimut. Entah bagaimana jadinya nanti ia bertemu dengan Mila.
Di ruang makan Meika bingung melihat Mila hanya turun sendiri.
"Loh Mila, Azlan sama Zoya mana? "
"Mila.. "
"Eh iya ada apa? " tanya Mila menatap Raya.
"Bunda nanyain loe tuh"
"Ada apa bun? "
"Azlan sama Zoya mana? " ulang Meika.
Mila kembali terdiam, kepalanya menggeleng kuat.
"Aneh yah keponakan ayah" gumam Ayah ikut memperhatikan tingkah Mila.
"Ada bun, yah, Zoya bentar lagi turun tuh"
"Kok muka loe memerah sih? "
Kini Raya meneliti wajah adik sepupunya ini.
"Gue gak lihat kok" jawab Mila spontan.
Raya dan kedua orang tuanya melongo mendengar ucapan Mila.
"Lihat apa sayang? "
"Gak ada bun" jawab Mila cepat.
"Ihhh loe kok bikin penasaran sih! " densus Raya kesal.
__ADS_1
"Gue gak ada papa kak, gue gak liat mereka bergumul"
"Ups" Mila langsung menutup mulutnya lagi.
"Haa? "
"Mila, maksudnya kamu mereka lagi itu tuan? " Raya menggerakan kedua tangannya seperti orang sedang berciuman.
"Hmpp" Mila meragu, ia masih gugup karena pertama kali melihat pemandangan seperti itu. Sungguh kesucian hati Mila ternodai.
Azlan dan Zoya memasuki ruang makan, Mila langsung terdiam berhenti menceritakan apa yang dia lihat.
"Malam bun, yah, kak, mil" sapa Zoya kikuk karena mereka mendadak diam. Azlan juga merasakan hal yang aneh.
"Ada apa? " tanya Azlan.
"Udah udah ayo makan"
Mereka memulai makan malam, sesekali Mila melirik ke arah Zoya dan Azlan. Matanya beralih cepat ketika Azlan ataupun Zoya membalas menatap ke arahnya.
"Loe kenapa sih Mil! "
Mila tercengir, menggeleng pelan.
"Keponakan gue udah di buat kan? " ujar Raya senang.
"Uhuk!! Uhuk!! "
"Sayang, ini minum" Azlan melotot tajam pada Raya yang sudah menyebabkan Zoya tersedak.
"Cucu bunda kembar yah" reques Meika.
Zoya menatap semuanya dengan tatapan bingung, mengapa mereka mendadak membicarakan hal ini.
"Gue gak cerita" ujar Mila tiba-tiba. Padahal mereka gak ada menanyakan padanya.
Karena merasa Mila aneh, akhirnya Azlan mengerti. Semua ini di sebabkan oleh Mila.
"Hehe... gue gak tahan, mata gue ternodai. Kalian membuat batin gue ternoda" gerutunya
"Jadi kalian harus buatkan cucu yang cantik dan tampan"
Zoya menunduk malu, pipinya merona.
"Sudah!! lanjutkan makan" ucap Azlan tegas, mereka langsung terdiam dan melanjutkan makan malam.
...----------------...
Setelah makan malam, mereka berkumpul sejenak di ruang keluarga. Lalu berhamburan masuk ke dalam kamar masing-masing.
Raya seperti biasanya duduk di meja kerjanya, menatap ponsel seperti menunggu sesuatu.
Ddrttt.
Senyum Raya mengembang, dengan segera gadis itu menekan tombol hijau untuk menerima panggilan video itu.
"Halo baby, i miss you"
"I miss you too baby" balas Raya.
"Dalam minggu ini Aku akan menemui mu"
"Really??? "
"Yea, aku sangat merindukan mu"
"Aku sangat bahagia" sahut Raya.
"Oh iya, aku akan memperkenalkan pada mu seseorang yang istimewa. " ujar Raya antusias.
"Siapa? apakah dia cantik? " tebak sang kekasih.
"Tentu, dia sangat cantik. Besok aku akan membawanya bertemu dengan mu"
"Aku akan menunggu nya" ujar Pria itu di sebrang sana.
setelah mengobrol selama 1 jam, akhirnya Raya memutuskan untuk beristirahat. Lagi pula di sana juga waktunya untuk bekerja. Raya tidak mungkin mengganggu waktu kerja kekasihnya.
"Aku sangat senang!!!! " teriak Zoya berlari keluar kamar. Raya membuka pintu kamar Raya yang menampakkan gadis itu sedang membaca novel.
"Apa gue mengganggu mu? " tanya Raya.
__ADS_1
Zoya pun menggeleng, lalu meletakkan novel yang sedang ia baca itu.
"Ada apa kakak mencari ku? "
Raya pun langsung duduk di tepi ranjang, di samping Zoya.
"Loe tahu gak, kekasih gue akan datang dalam minggu ini"
"Kekasih? " ulang Zoya, Raya pun mengangguk.
"Hal ini hanya sama loe gue beritahu. Dan gue mau kenalin loe sama dia"
"Trus gue gimana? " sahut Mila yang sejak tadi ternyata ada di kamar Zoya. Raya melirik ke arahnya, ia baru sadar jika Mila duduk di meja rias Zoya.
"Sejak kapan si bengek ini ada di sini" cibir Raya.
"Ih kak Ai, gue lebih dulu ada di sini di bandingkan loe" cibir Mila.
"Yaudah deh, kalian berdua akan gue kenalin" putus Raya.
"Oke oke tidak masalah, tapi gue takutt" jeda Mila.
Raya dan Zoya menatap ke arah Mila, menunggu kelanjutan kalimat nya.
"Takut apa? "
"Takut kalo pacar ka Ai, berpaling ke gue. hahahahaha"
Raya mencebik, ia pikir apaan, rupanya hanya itu. Zoya terkekeh mendengar nya.
"Mana mungkin kekasih gue berpaling sama cewe yang cuma Again yang mau" ledek Raya dengan nada setengah meledek.
"Ihhh selekeh" cibir Mila.
"Kak Ai tumben mau kenalin kekasihnya sama kita, dulu aja bilang rahasia rahasia"
Raya Nyengir mendengar ucapan Mila, entah mengapa ia merasa sudah pas memilih pasang, jadi Raya ingin mengenalkan pada keluarga nya.
"Apa kak Ai mau nikah? " tebak Zoya. Mila menarik bahu Raya, memfokuskan tatapan Raya ke mata bulatnya.
"Kak Ai bakalan nikah? "
"Iya, tapi gak dalam tahun ini" jawab Raya santai.
"Kapan? "
"Hemmm kepo yah!!!! "
"Isss kak Ai, orang penasaran juga"
"Tau ih, deg deg an ini"
Mila dan Zoya merengut kesal.
"Eleh, gue yang mau nikah ngapain kalian yang deg deg an. "
"Entah Zoya"
"Yeee kamu ini yah, tadi pihak aku. Sekarang malah pihak ka Raya" gerutu Zoya mendelik kesal pada Mila. Setelah itu mereka terkekeh pelan.
"Eh Zoya, loe kan senior di sini" ujar Raya serius.
"Senior apa nya? " bingung Zoya.
"Yah senior berumah tangga lah" celetuk Mila.
"Bahahahaha, iya juga yah. Tapi loe udah liat!! " ujar Raya menunjuk Mila.
"Ih apaan, liat dikit doang" kekeh Mila.
Zoya mengerut, ia merasa sangat malu sebenarnya. Mereka seperti mengejek dirinya yang ketangkap basa melakukan itu sama Azlan.
"Yang katanya sakit hati, malah gituan!! " ledek Mila.
"Benci itu tanda cinta" sahut Raya.
"Ihhh ngeselin deh, aku tidur aja "
Zoya menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Ihhh merajuk"
__ADS_1
"Jangan merajuk atuh" bujuk Raya dan Mila.
...----------------...