
Di dalam mobil, Dea masih berpikir keras, menimbang nimbang datang atau tidak ke rumah nenek Meika. Dea malas bertemu dengan Bastian, pria itu pasti akan mengganggunya.
"Astaga, aku datang atau nggak yah. "
"Kalau aku gak datang, gak enak sama yang lain"
Dea terus berbicara sendiri seperti orang gila, di landa ke galauan yang tidak memiliki dasar. Dea tetap melajukan mobil nya menuju rumah Nenek Meika.
"Lahh udah pada datang, ternyata" gumam Dea ketika ia memasuki perkarangan rumah Meika, Dea melihat mobil mobil yang lain sudah nangkring di sana. Dea bergegas turun dari mobil, sedikit mempercepat langkahnya memasuki rumah besar bak istana.
Baru saja Dea memasuki ruang tengah, telinga Dea terasa akan pecah. Cepat cepat gadis itu menutup telinganya.
"Kak Dea!!!!!!!!! " Citra dan eka dengan suara melengking berlari ke arah Dea. Memeluk Dea erat, lalu menarik tangan Dea menuju taman belakang.
"Halo semua, kak Dea sudah datang!!!! " teriak Eka mengundang perhatian semua yang ada di sana. Dea terkekeh pelan membalas tatapan mereka.
Di sana ada Bastian, caca, Alisa, Dani, Egi, Rania, dan si kembar eka, Citra.
"Kamu terlambat Dea" cibir Caca, lalu menarik Dea untuk bergabung bersama mereka. Dea duduk di samping Caca, tepatnya berada di Bastian. Dea tak berani mengangkat pandangannya, entH sejak kapan Dea menjadi gadis lemah seperti ini.
"Oke, sebentar lagi jam 9.Sudah siap menonton film horor??? " sorak Alisa.
"Sudah!!!!!! " sahut mereka bersama kecuali Dea dan Bastian. Dea memberanikan diri melirik Bastian, ia sangat terkejut ketika mendapati Bastian juga melirik ke arahnya. Cepat cepat Dea mengalihkan pandangannya.
Senyum Bastian tersungging melihat tingkah aneh Dea, bukan tidak tahu. Bastian sangat tahu bagaimana gadis ini selama ini. Kemarin Bastian menemui sahabat Dea, kedua nya menceritakan segala tentang Dea selama Bastian tidak Ada. Bukan Bastian yang memintanya. Tetapi Lisa dan Celsi sendiri yang berkoar menceritakan kelebihan dan kekurangan Dea.
Film The conjuring 2 di mulai, mereka bersiap siap mengambil bantal yang memang sudah di siapkan sejak tadi.
Seperti kebiasaan para generasi mengadakan acara di rumah Meika, semua generasi harus hadir agar mereka semakin dekat. Hanya Bastian yang tidak hadir selama ini. Alisa yang ikut sekolah di London saja sengaja pulang untuk menghadirinya.
__ADS_1
Membuat sebuah layar tancap dan 2 spiker besar di kiri dan kanan. Mereka membuat seperti menonton di bioskop. Gelapnya malam, membantu acara itu memang seperti bioskop.
"Akkk!!!!!!!!! " teriak mereka semua ketika hantunya muncul, Caca berpelukan dengan Alisa, dani berpelukan dengan si kembar. sementara Dea menutup wajahnya dengan bantal. Bastian yang sejak tadi hanya menatap ke arah Dea terkekeh pelan.
"Dasar penakut" cibir Bastian pada mereka semua.
"Ihh kak Tian, seru kali. " sahut Dani.
"Seru apaan, kalian aja tutup mata"
"Biarin" sungut Caca, ia juga sama seperti mereka. Caca merasa jantungnya akan copot ketika hantu itu tiba-tiba muncul.
Mereka kembali fokus pada akur cerita film itu, sesekali mereka teriak ketika hantu mulai muncul dan menyerang manusia.
Waktu pun berlalu, Film sudah di ganti dengan film yang bergenre remaja, musical. Karena waktu sudah mulai larut, para anak anak di bawah umur mulai terkapar di atas karpet teba mereka.
Dwa melirik kiri dan kanan, mereka sudah tertidur. Caca tidur sembari berpelukan dengan Lisa, sementara di sebelahnya satu lagi Dani dan si kembar juga sudah tertidur.
Dea terus berusaha fokus pada filmnya, walaupun pikirannya masih terarah pada Bastian.
"Kau memikirkan ku? " bisik Bastian tepat di telinganya. Dea terkesiap, secara spontan Dea menoleh kearah samping.
Cup.
Bastian menyambut Dea dengan bibirnya, mata Dea membulat, mendorong tubuh Bastian kuat.
"Apa yang kamu lakukan! " bentak Dea, ia melirik ke sekeliling nya sudah tidak ada siapa siapa lagi. Dea tidak sadar kini yang tersisa hanya dirinya dan Bastian.
"Mereka sudah pindah ke dalam" jawab Bastian menjawab kebingungan Dea.
__ADS_1
"Kapan? "
"Tadi, ketika kamu melamun " balas Bastian, lalu mengambil posisi duduk di samping Dea. Bastian menjatuhkan kepalanya di bahu Dea.
"Eh" kaget Dea, namun tidak berusaha menyingkirkan kepala Bastian.
Bastian tersenyum melihat reaksi Dea, Bastian menggerakkan kepalanya mencari posisi yang nyaman.
"Apa selama aku tidak ada kamu kesepian? " lirih Bastian. Dea melirik wajah Bastian, pria itu menutup matanya.
"Tidak, aku selalu senang dan merasa nyaman kau tidak ada di sekitar ku" ketus Dea.
"Benarkah? " Bastian terkekeh pelan, bagaimana mungkin Dea merasa nyaman jika dirinya tidak ada di sekitar Dea, sekat saja Dea tetap membiarkan kepalanya bersandar di bahunya.
"Aku menjalani hidup ku sesukaku, tanpa ada yang mengacaukan ku lagi" ucap Dea seolah olah meyakinkan Bastian jika dirinya benar-benar tidak terpengaruh dengan kehadiran nya.
"Hem... tapi aku merasa kesepian ketika kamu tidak ada di sisi ku" sahut Bastian.
Deg.
Dea tertegun mendengar pernyataan Bastian barusan, apa yang di maksud pria ini sebenarnya. Dea berusaha menanggapinya santai.
"Tentu saja Kamu kesepian, karena kau tidak memiliki seseorang yang bisa kau ganggu" cibir Dea.
"Hahaha.. kau benar, hanya kau yang bisa aku ganggu" balas Bastian lagi, dan hal itu lagi lagi membuat Dea tertegun. Jantung nya berdetak kencang, Dea mendorong kepala Bastian dari bahunya, ia takut jika nantinya Bastian mendengar suara jantung nya.
"Aku akan menyusul mereka ke dalam.. hoaammm... " Dea pura-pura menguap.
"Aku sudah mengantuk" ucap Dea, lalu berjalan cepat meninggalkan Bastian sendiri di sana.
__ADS_1
"Sungguh menggemaskan" Gumam Bastian semakin gemas dengan Dea.