Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Perjuangan Azlan dan Anggi


__ADS_3

Dua pria memasuki rumah dengan keadaan yang benar-benar berantakan. Baju compang camping, lumpur di mana mana. Khas seorang CEO kejam tak ada lagi terlihat dari diri Azlan dan Anggi.


"Lah, Azlan. Kamu baru pulang? " tanya Meika kaget melihat penampilan putranya dan calon menantunya. 2 tentengan buahan dan sayuran berada di tangan keduanya.


Azlan dan Anggi tak lagi menyahut, mereka berdua berjalan lurus menuju dapur. Apapun yang terjadi nasi goreng dan jus alpukat itu harus segera mereka buat.


"Mana zoya nya tante? " tanya Anggi.


"Tuh ketiduran sembari nonton TV" Anggi mengikuti arah tunjuk mata Meika.


"Wahhh, segar segar banget" ujar Mila memasuki dapur, tangannya bergerak cepat mengambil apel yang di petik sendiri oleh Anggi. Mereka mencari semua jenis buahan, mengingat kemungkinan Zoya akan meminta buah buahan lainnya.


Puk.


Azlan menepis tangan Mila, menatapnya garang.


"Jangan sentuh ini, loe ambil aja yang di dalam kulkas. " tegur Azlan.


"Tapi ini lebih seger" rengek Mila kembali meraihnya. Lagi lagi Azlan menepis nya.


"Loe gak tahu kan gimana perjuangan kita ngambil ini? " Mila menggeleng.


flashback on.


"Kemana kita bisa menemukan pohon alpukat? " tanya Anggi, ia mencoba mencari di google.


"Nah ini Lan, kita ke sini aja" ujar Anggi menemukan lokasi perkebunan lengkap.


Azlan yang mengemudi langsung melajukan mobilnya ke alamat yang Anggi beritahu.


Tak berapa lama kedua pria itu tiba di sebuah perkebunan. Azlan menatap pohon alpukat dan Apel yang menjulang sedikit lebih tinggi. Setelah bernegosiasi dengan pemilik, akhirnya mereka bisa memetiknya sendiri.


"Lan, kita ambil alpukat ajah. Kan Zoya cuma minta yang ini"


"Loe gak tahu, kalo dia ngidam satu buah, tidak menutup kemungkinan jika dia nantinya meminta buah yang lain. " jelas Azlan.


"Nah, emang loe mau manjat lagi ke sini? " imbuh Azlan. Anggi langsung menggeleng.


Pertama Azlan manjat ke pohon apel dengan bantuan Anggi. Menelan rasa gamangnya, Azlan terus manjat sedikit lebih tinggi. Pohon ini terasa sedikit licin karena bekas hujan tadi malam.


"Ya ampun, licin banget" gumam Azlan.


"Lan, udah belum? " teriak Anggi dari bawah.


"Sabar, ini gue lagi usaha" sahut Azlan, ia sedang mencoba menggapai satu apel yang ukuran sedikit lebih besar.


Letak buah apel itu sedikit jauh ke ujung dahan. "Lan hati hati" seru Anggi dari bawah, ia sedikit kawatir melihat Azlan yang menginjak dahan kecil.


"Dapat" gumam Azlan bangga, namun apa yang terjadi?


PrakkK.


Dahan yang Azlan injak patah, "Bundah!!!!! " lirih Azlan memejamkan matanya dengan tampang menahan tangis.

__ADS_1


BrakkkK.


Azlan ter telungkup diatas tanah, masih untung ketinggiannya hanya 2,5 meter saja. Azlan jatuh di atas tumpukan lumpur, wajahnya menancap di dalamnya.


"iuuu.... bau banget" lirih Azlan membuang lumpur yang memenuhi wajahnya.


"Kamu gak papa? " tanya Anggi menghampiri iparnya itu.


"Gue gak papa" sahut Azlan terengah.


"Lan, " panggil Anggi pelan.


"Apa? "


"Cuci cepet wajah loe, "


"Emang kenapa? " tanya Azlan acuh, ia melirik ke arah Anggi yang sudah menutup hidung nya.


Azlan mulai mengerut, pikiran nya mulai mencerna maksud Anggi.


"Huaaaaaaaaaaaaa" Azlan langsung berlari menuju tempat pencucian yang di sediakan di perkebunan itu.


Azlan mencuci bersih seluruh wajahnya, tidak menyangka ia akan terjatuh di atas tumpukan kotoran sapi.


"Benar benar pengorbanan yang berat" gumam Azlan sembari mengelap wajahnya dengan handuk yang petugas itu sediakan.


"Lan, bantu aku manjat dong" pinta Anggi.


Azlan berjalan sedikit berlari kecil menghampiri Anggi yang sudah berdiri di depan pohon Alpukat. Azlan langsung membantu Anggi memanjat, lalu menunggu Anggi dari bawah.


"Hati-hati" seru Azlan.


Anggi terus berusaha manjat sedikit lebih tinggi, ketinggian nya tidak jauh beda dengan ketinggian apel tadi.


"Itu apa? " gumam Anggi melihat gumpalan hitam menggantung tidak jauh dari nya.


Azlan yang memperhatikan Anggi dari bawah meneriaki Anggi agar cepat turun.


"Anggi!!! turun!!! cepet turun. Jangan sentuh itu!!! "


Anggi gelagapan, ia bingung apa yang mau di lakukan. Tanpa sengaja tangannya menggapai gumpalan yang terlihat semakin besar.


"Anggi!!!! " teriak Azlan di bawah sana.


"Azlan ini apaaaaaaa!!!!!! " Anggi terbirit-birit menuruni pohon.


Brak. Anggi langsung lompat, lalu berlari menjauh dari pohon itu.


"Awk!! awh!! "ringis Azlan dan Anggi setiap suntikan suntikan dari lebah.


" Azlan masuk sana!! " teriak Anggi menunjuk sebuah aliran air yang lumayan besar.


Byur!!!! kedua pria itu menceburkan diri, lalu menyelam ke dalamnya.

__ADS_1


Flashback off.


"Hahahahahahaha, kasian nya super hero" ledek Mila tertawa terpingkal pingkal.


"Bagusss, seneng lu kan liat kita menderita" dengus Azlan. Anggi pun merengut kesal pada Mila. Wajah mereka terlihat tembam dan imut.


Zoya memasuki dapur, wajah kusut khas orang baru bangun tidur.


"Ada apa sih, ribut ribut di dapur? " sembari berjalan mengambil air minum, lalu meneguk habis segelas.


Zoya menatap wajah Azlan dan Anggi bergantian, keningnya mengerut.


pok~


"Muka kamu kenapa sayang? "


"Ahkk" ringis Azlan kesakitan, Zoya langsung panik.


"Eh sorry sorry, aku gak sengaja" sesal Zoya.


Azlan menggeleng pelan, lalu kembali melanjutkan kegiatan nya.


"Ini semua demi loe Zoy, " kekeh Mila.


"Huh? mereka kaya gini kenapa? kok demi aku? "


"Iya sayang, Azlan sama Anggi di kejar lebah. Gini deh jadinya" sahut bunda yang sedang memasak untuk makan malam.


"Yaudah deh kalau gitu, Aku gak jadi mau jus sama nasi goreng" ujar Zoya.


"Huh? kok gak mau? kan udah di siapin semua" sela Azlan


"Tapi aku udah gak pengen lagi sayang, masakan bunda kayanya lebih enak" lirih Zoya beralih ke meika yang sedang memasak ayam kecap.


Anggi menghembuskan nafas gusar, ia sudah bisa menebak hal ini akan terjadi.


"Aku sudah tahu hal ini akan terjadi"


"Gue beneran kesal ama anak gue sendiri, awas aja kalo udah lahir dan masih ngeselin" gerutunya Azlan.


"Hahahah, sabar yah sayang " kekeh Meika.


"Zoe!!!! ini filmnya udah mulai" teriak Pram dari ruang keluarga. Zoya bergegas menuju ruang keluarga, tak lupa menyambar buah apel yang sudah di cuci bersih oleh Azlan.


Tinggallah Azlan dan Anggi yang tengah menatap kepergian Zoya dengan tatapan nanar.


"Ini udah bisa di makan kan" cicit Mila mengambil 3 biji buah pir, lalu berlari menyusul Zoya.


"Untung gue sayang" lirih Azlan pelan.


"Untung dia adek ku, kalau sempat bukan, dah aku gantung di loteng" sahut Anggi.


...----------------...

__ADS_1


🤣🤣🤣🤣 aduh kasian yah mereka. sebenarnya gak mau buat beginian Tapi nanggung banget gak buat Azlan menderita 😁😁


Jangan lupa LIKE, COMMENT, VOTE. 😘😘😘😘


__ADS_2