Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Kenikmatan yang tertunda


__ADS_3

Angga dan Intan berada di dalam mobil, mereka dalam perjalanan menuju hotel tempat mereka menginap.


Hati-hati Intan memegangi kepala Amel agar tidak terlalu tergoyang ketika ada tanjakan atau ketika Angga ngerem.


Setelah tiba di basement hotel, Angga mengambil alih Amel, menggendong putri sulung mereka dengan hati hati menuju kamar mereka.


Intan hanya diam, menatap Angga dari belakang. Sejak pulang dari tempat Azlan dan Zoya Angga tak lagi bersuara, menatap nya pun tidak.


"Angga... " lirih Intan. Pria yang hendak keluar setelah meletakkan Amel di atas ranjang menoleh pada Intan.


"Ada apa? "


Intan menghela nafas berat, tersenyum pada suami yang kini mulai ia cintai.


"Apa kau masih mencintai Zoya? " tanya Intan pelan, suaranya hampir bergetar.


Angga memalingkan wajahnya. "Tidak, dia hanya masa lalu ku! " Angga kembali melanjutkan langkahnya.


"Tapi aku bisa membantu mu, jika kau masih mencintai nya" ujar Intan lagi, kakinya tergerak ingin mendekati Angga, namun terhenti karena Angga juga menghentikan langkahnya.


Angga berbalik menghadap Intan, lalu melangkah mendekatinya. "Apa kau masih mencintai Azlan? " tatapan Angga lurus ke manik mata intan yang tak bisa menatap manik mata Angga.


"Yah, kita bisa saling membantu" lirih Intan lagi sembari membalikkan tubuhnya. Ia tak kuasa melihat semangat Angga ketika ia mengatakan semua itu.


"Baiklah, kita akan berkerja sama" sahut Angga memeluk tubuh Intan dari belakang.


"Hmm" sahut Intan memejamkan matanya menikmati hangatnya pelukan Angga.


"Apapun akan ku lakukan demi kebahagiaan mu" batin Intan, tanpa sadar air bening menetes dari ujung matanya.


Angga melepaskan pelukannya, "Aku harus pergi sekarang, ada pasien di rumah sakit dekat sini membutuhkan ku"


Cup~


Intan mengangguk setelah mendapat kan kecupan hangat dari Angga.


Setelah memastikan Angga pergi, Intan ambruk ke lantai. Kakinya tak kuasa menahan tubuhnya yang mulai lemas, air mata mulai membanjiri pipinya.


Di sisi lain, Azlan tengah memeluk istri nya erat,menghirup aroma khas tubuh zoya dalam dalam.


"Kau selalu saja membuat ku mabuk" gumam Azlan, ia menghujani leher zoya dengan kecupan bertubi-tubi nya.


"Ahh geli Sayang" lenguh Zoya menikmati setiap sentuhan suaminya.

__ADS_1


Azlan terus memberikan serangan demi serangan pada titik sensitif Zoya.


"Sayang, jangan permainkan aku" rengek Zoya dalam ******* nya, Azlan sejak tadi berputar dan tak kunjung melakukan penyatuan, ia hanya menggoda Zoya saja.


"Sayang... " Rengek Zoya lagi.


"Hahaha.. merengek lah sayang, aku suka mendengar nya"


Zoya membuka matanya, kesabaran nya telah habis.


Bruk~ Sekali tarikan posisi mereka telah berubah, kini azlan berada di bawah Zoya.


"Aku tidak punya waktu lama sayang, kau terlalu lama bermain" ucap Zoya tersenyum miring, lalu memberikan serangan serangan yang sebenarnya Azlan sukai.


"Ahh, kau memang paling hebat sayang"


"Ahhh, Aku sangat mencintai mu"


Zoya semakin menggila bergoyang di atas Azlan, ***** sudah menyelimuti pemikiran nya. Matanya berkabut menatap Azlan yang menengadah merasakan sensasi karena ulahnya.


Tubuh Zoya terlihat mengkilat, keringat yang melumuri tubuhnya tampak seperti minyak. Hal itu membuat Zoya semakin terlihat semakin Sexy.


Sedikit lagi, Azlan dan Zoya hampir mencapai puncak kenikmatan surga dunia yang sudah lama tidak mereka rasakan. tiba-tiba...


Brak.


Bruk~,Zoya langsung masuk kedalam selimut dan mendorong tubuh Azlan hingga jatuh ke lantai.


"Apa yang kau lakukan pada momy ku! " bentak Bastian, ia menatap Azlan dengan tatapan mematikan, persis seperti Azlan.


Azlan menggeram, hampir saja ia mencapai puncak, tapi anak nakal itu malah datang mengganggunya. Azlan lupa mengunci pintu, ia pikir Bastian akan tidur bersama mertua nya.


"Bastian... kenapa tidak mengetuk pintu dulu? " ucap Zoya sembari memakai kembali pakaian nya.


"Aku tidak tahan lagi momy, dedy sangat berisik. Dan aku tidak suka dedy menyakiti momy" Ucap Bastian mengusap pipi Zoya, lalu melirik Azlan tajam.


"Dady tidak menyakiti momy sayang" lirih Zoya memberi pengertian pada putra nya.


"Tapi Dady buat merah merah di leher momy" Bastian menunjuk leher Zoya yang di penuhi oleh bekas cupangan Azlan.


"Heheh.. ini.. " Zoya kebingungan ingin menjelaskan pada Bastian, tapi ini terlalu sulit untuk di uraikan agar Bastian mengerti. Zoya melirik suaminya agar membantunya menjelaskan pada Bastian.


Azlan memalingkan wajahnya, ia memungut seluruh pakaian nya lalu memakainya kembali.

__ADS_1


"Aku yang salah" lirih Azlan.


"Salah apa? " sahut Zoya bingung.


"Aku salah, karena lupa mengunci pintu" Azlan keluar dari kamar, ia benar-benar emosi sekarang. Lagi-lagi ia harus melepaskan kenikmatannya di kamar mandi.


Zoya menarik Putra nya ke atas ranjang, memeluknya erat. Meskipun Zoya merasakan hal yang sama dengan Azlan, tetapi Zoya bisa mengendalikannya, berbeda dengan Azlan yang malah kesal pada putra nya.


Azlan berjalan keluar hotel, memasuki ruang kumpul. Di sana sudah ada Ali, dan Anggi.


Brak~ Azlan menutup pintu dengan hempasan keras.


Anggi dan Ali saling melirik, ada apa dengan bos besar itu.


"Ada apa? " tanya Ali.


Azlan tidak menjawab pertanyaan Ali, ia duduk di sofa dengan menaikkan seluruh kakinya ke atas.


"Kamu berkeringat, dari mana emang nya? " Anggi menatap bingung Azlan.


"Huhhh lagi lagi, anak itu mengacau! " lirih Azlan.


"Siapa? " sahut Ali.


"Bastian? " tebak Anggi.


Azlan tak menjawab, ia malah merendahkan tubuhnya dengan kesal. Hal itu mampu di mengerti oleh Anggi dan Ali bahwa Azlan merasa kan hal yang sama dengan mereka berdua.


"Tenang saja Bro, kamu gak sendiri kok" ujar Ali sendu.


Azlan kembali mendudukkan tubuhnya, menatap mereka berdua dengan tatapan tak percaya.


"Hampir saja, tinggal sedikiittttt.... lagi. Aku merasakan surga dunia itu. " ucap Anggi geram. "Tapi Caca datang dan menghancurkan harapan ku"


"Hahaha, kasian banget" celetuk Azlan tertawa.


"Seperti kamu tidak saja" balas Anggi.


"Aku juga sama" lirih Azlan kembali merebahkan tubuhnya di sofa. Akhirnya mereka meratapi nasib bersama di ruangan itu.


...----------------...


Maaf jika cerita nya kurang memuaskan🙈🙈Author selalu berusaha melakukan yang terbaik. Terimakasih yang selalu setia mengikuti perjalanan cinta Zoya dan Azlan.

__ADS_1


jangan lupa Like, comen, dan vote😘😘😘


Author sangat suka membaca setiap komentar dari kalian😘😘😘hiburan dan sangat membantu Author menjadi lebih baik lagi.


__ADS_2