Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Jeratan Azlan


__ADS_3

Azlan masih memikirkan pertemuan nya dengan Zoya, wajah terkejut Zoya masih melekat di ingatannya.


Tuk tuk!


"Masuk!! " teriak Azlan.


Pintu ruang kerja azlan terbuka, menampakkan Malik yang berjalan ke arahnya setelah menutup pintu kembali.


"Bos, saya sudah mendapatkan informasi tentang gadis itu" Malik menyerahkan berkas berkas informasi tentang identitas Zoya. Azlan pun langsung mengambilnya dan membacanya.


"Zoe? " gumam Azlan mengerut, di teliti ya semua informasi pribadi Zoya yang sudah berubah drastis. Pantas saja selama ini ia tidak bisa menemukan wanita ini, ternyata dia sudah berubah menjadi Zoe bukan Zoya.


"Kudapatkan kau" gumam Azlan, senyum kemenangan tercetak di mimik wajahnya yang tidak Malik mengerti. Jika sudah seperti ini Malik tidak ingin banyak bertanya dan hanya akan melakukan apa perintah bos nya.


"Kacaukan perusahaan nya, buat mereka bertekuk lutut di hadapan ku! " Malik bergidik ngeri, aurah Azlan tak seperti biasanya.


"Baik bos" Jawab Malik, lalu melangkah keluar dari ruangan Azlan.


"Kau tak akan bisa kabur lagi dari ku ZOE"


"Kau akan menjadi milik ku"


Azlan tersenyum misterius, ia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan istri nya. Pria ini sangat berterima kasih kepada sang kakak, berkat dirinya Azlan baru terpikir kan untuk melakukan ini.


Brak~ tap


Suara pintu terbuka lalu tertutup kembali, lalu terdengar suara nyaring meneriaki namanya.


"Azlan!!!!! "


"Hufffff haaaaaa"Azlan menarik nafas lalu menghembuskan nya secara perlahan. Menghadapi wanita satu ini memang harus membutuhkan kesabaran yang sangat besar.


" Bisakah loe kecilin suara cempreng loe itu? "


Mila tak menjawab, ia malah menatap Azlan sengit. Sejak kepergian Zoya Mila tak pernah menatap azlan lembut. Gadis itu menyalahkan Azlan atas kepergian Zoya.


"Ada apa loe masuk ke ruangan gue? "


"Gue denger Loe udah nemuin Zoya"


Azlan mengerut, ini pasti Raya yang membocorkan nya.


"Iya gue udah nemuin dia"


"Lalu kenpa loe gak bawa dia balek ke sini. "

__ADS_1


"Kenapa loe biarin dia pergi lagi! "


Azlan memejamkan matanya, benarkan menghadapi Mila emang harus memerlukan kesabaran yang besar.


Brakk. Mila menggebrak meja azlan.


"Azlan!!!! loe kok gak jawab gue sih" sungut Mila kesal.


"Mau jawab yang mana? " dengus Azlan kesal.


Mila terkekeh pela, kekesalannya pada Azlan membuat dirinya lupa memberikan jeda atas pertanyaan nya.


"Zoya akan segera kembali, loe tunggu aja" ucap azlan.


"Benarkah? loe gak boong kan? "


Azlan mengangguk, ia pastikan Zoya akan kembali bersama mereka.


...-----------------...


Zoya tengah duduk di kursi ke besarannya menatap ke luar jendela, terlihat tata keindahan keramaian kota Washington yang terlihat sibuk di siang hari. suara pintu terbuka lalu tertutup kembali tidak membuat Zoya berbalik.


"Zoe"


"Ada apa paman? " tanya Zoya tanpa berbalik.


Zoya berdiri dari duduknya, berbalik menatap sang paman yang menunggu respon darinya. Wanita itu berjalan mendekati pamannya. Matanya melembutkan, senyum manisnya terukir indah. Zoya berusaha agar terlihat baik baik saja.


"Biarkan saja perusahaan ini bangkrut paman, nikmati saja hari tua mu" tutur Zoya dengan nada bercanda


"Tidak Zoya! paman tidak bisa. 120 ribu pegawai paman akan terlantar" tolak Pram, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Mereka bisa di gabungkan ke perusahaan Anggi paman" usul Zoya, namun Pram menggeleng cepat, walau bagaimana pun ia tidak akan meninggalkan rintisan awal keberhasilan nya.


"Kamu kan tahu, ini adalah langkah awal paman sebelum sukses, mana mungkin aku membiarkannya hancur begitu saja" Ucap Pram dengan mada memelas, Hati Zoya terenyuh mendengar suara berat itu mulai melemah. Zoya bukan tidak mau, tetapi untuk kembali ke negara dimana kehancurannya itu bermula sangat berat.


"Paman, kita akan memulainya lagi dari awal. Aku akan membantu paman" bujuk Zoya.


Pram kembali menggeleng, ia terduduk pada kursi di depan meja kerja Zoya.


"Tapi Zoe, paman membangun semua ini susah payah. Memang perushaan ini bukan apa apa sekarang. tetapi dari sini semuanya berawal Zoe" lirih Pram.


Zoya teediam,berpikir apakah ia harus kembali ke negara asalnya,lalu menyelamatkan perusahaan pamannya.


Zoya sangat bingung sekarang, jika ia tidak mau kembali ke indo, maka perusahaan Pram akan Hancur dan di ambil alih oleh perusahaan asing. Pram pasti akan sedih jika hal itu terjadi.

__ADS_1


"Baiklah paman, besok aku akan menyelesaikan nya" Ucap Zoya dengan mantap, ia menguatkan hati dan yakin semuanya akan baik baik saja. Zoya cukup menyelesaikan masalah ini dengan cepat,lalu kembali lagi ke sini tanpa ada yang mengetahui nya.Wanita utu tidak tahu jika semua ini adalah siasat azlan untuk memancing gadis itu kembali ke sisinya.


"Terimakasih Zoe, paman berhutang budi pada mu" ungkap Pram memeluk keponakan nya sebagai rasa berterimakasih. Hanya Zoya yang bisa melakukan semua ini. Sudah banyak Pram mempercayakan kepada bawahannya, namun tidak ada yang bisa menggaet 5 perusahaan ini.


"Berapa perusahaan lagi yang belum paman? " tanya Zoya.


"Hanya 1 lagi Zoe, perusahaan besar di negara asal kita"


"Baiklah, katakan pada Calista untuk mempersiapkan semuanya. "


Pram mengangguk lalu keluar dari ruangan Zoya, meninggal kan keponakannya yang terduduk di lantai.


"Apa aku harus melakukannya? apa aku harus kembali ke sana? " pikir Zoya, hatinya dan pikiran nya mulai berkecamuk sekarang. Akal sehat Zoya mengatakan ini semua demi pamannya, sementara hatinya mengatakan, jangan kesana Zoya, sakit itu akan kembali.


Wajah pria yang kemarin ia lihat kembali menghantui pikiran Zoya. Ekspresi terkejut, rindu dan marah terlihat jelas pada mata coklat itu. Zoya tidak bisa melupakan tatapan yang sejujurnya sangat ia rindukan.


"Nisa!!!! " teriak Mila pada gadis yang tengah sibuk melukis di kanvas kosongnya. Menatap langit yang indah sembari mengayunkan kuas nya.


"Ada apa? " tanya nisa masih fokus dengan kegiatannya.


"Gue baru aja dari kantor Azlan"


"Trus apa bagusnya? " cibir Nisa membuat Mila mencebik.


"Loe tahu gak apa yang bakal gue kasih tahu ke loe? "


Mila sangat bersemangat sekarang, gadis itu benar-benar bahagia. Sudah 6 tahun lamanya ia menantikan hari ini.


Nisa menatap Mila datar, bagaimana mungkin ia tahu Mila akan memberitahunya apa.


"Loe pikir gue dukun? mana gue tahu apa yang mau loe kasih tahu ke gue. Orang loe gak ada ngomong apa apa" Nisa kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda oleh Mila.


"Zoya akan kembali!!!!!! " teriak Mila.


Teuk~ kuas yang tadinya berada di genggaman tangan nisa terjatuh. Matanya membulat mendengar ucapan Mila yang seperti mimpi.


"Gue gak salah dengar kan Mil? loe gak boong kan? " tanya nisa memastikan pendengaran nya.


Mila mengangguk, ia merasa sangat bahagia sekarang. Sahabat yang mendadak hilang akan kembali.


"Gue gak percaya ini, dari mana loe tahu? apa Zoya mengabari loe? "


"Tidak Nisa, Tapi azlan yang ngasih tahu gue"


Nisa dan Mila saling berpelukan, mereka sangat senang mendengar kabar ini. Kedua gadis itu masih belum menikah. padahal Agar dan ali sudah melamarnya. Selalu saja jawaban mereka menunggu Zoya dan menikah bersama.

__ADS_1


Karena itu, Agai dan Ali terus mendesak Azlan untuk mencari Zoya, membully Azlan karena dirinya yang membuat mereka tidak bisa menikah.


__ADS_2