
Mobil Azlan tiba di basement apartemen, pria itu turun dari mobilnya lalu dengan cepat mengitari mobil menuju ke pintu sebelah Zoya.
"Aku bisa berjalan sendiri" tolak Zoya ketika Azlan ingin mengangkat tubuhnya keluar dari mobil dan masuk ke apartemen.
"Tidak sayang, kamu pasti masih lemes" bantah Azlan kekuh, lalu menggendong Zoya tanpa bisa Zoya bantah. Gadis itu mengalungkan tangannya ke leher Azlan agar tidak jatuh, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Azlan ketika ada orang lain yang juga masuk ke gedung apartemen itu.
Azlan membaringkan tubuh Zoya perlahan ke atas ranjang, ia harus berhati-hati agar Zoya dan calon bayi mereka baik baik saja.
"Loe harus banyak istirahat, jangan banyak gerak atau semacamnya. " tutur Azlan menatap Zoya lekat, gadis itu hanya bisa mengangguk mendengar ucapan suaminya.
"Mau kemana? " tanya Zoya ketika Azlan hendak keluar dari kamarnya.
"Gue harus keluar sebentar, ada yang harus gue lakuin" lirih Azlan mengedipkan matanya pada Zoya.
"Huh" kaget Zoya melihat kedipan itu, gadis itu melongo melihat sikap Azlan yang sering berubah ubah.
"Baiklah" sahut Zoya pelan.
Azlan berjalan cepat menuju dapur, ia harus memasak sesuatu untuk istri nya. Zoya pasti lapar, pikirnya.
Otak Azlan berasap, sejak tadi ia menatap satu persatu bahan bahan yang di dapatnya di dalam kulkas
Tomat, ayam, cabe merah, bawang, sayur, seledri, paprika, dan lain lain "Apa lagi yah? " pikir Azlan, sesungguhnya Azlan sendiri tidak tahu apa apa saja nama dari bahan bahan yang ia ambil ini.
" bahan bahan ini, harus gue apain? " bingung Azlan menggaruk garuk kepalanya bingung. Seumur umur Azlan belum pernah memasak, pria itu hanya bisa membuat kopi yang super enak seperti menu special yang ada di cafe santai.
"Ah, gue masakin ayam goreng aja" putus Azlan meraih ayam yang sudah di potong potong, lalu mencuci hingga bersih.
"Ambil minyak" lirih Azlan sembari melakukan apa yang ia ucapkan.
"Eh wajannya dulu" Azlan kelupaan meletakkan wajan ke atas kompor.
"Tuang minyak, hidupin api, trus..... " pikir Azlan.
"Ha.. masukin ayam" ucap Azlan langsung memasukkan potongan ayam tanpa menunggu minyaknya panas terlebih dahulu.
"Lah kok gak kaya di TV TV sih" dengus Azlan kembali mematikan kompor dan mengeluarkan ayam yang sudah bergelimang minyak ke dalam baskom kecil.
"Apa yang salah? " pikir Azlan memikirkan apa yang salah dengan langkah langkah yang menurut logika nya sudah benar.
"Astagaaa, gue bego banget sih. Kan gue punya ponsel! " rutuk Azlan memukul kepala nya sendiri karena tidak kepikiran melihat tutorial di youtube.
Azlan membuka aplikasi youtube, lalu mengetikan 'Tutorial masak ayam goreng '.
"Nah, ini dia" ucap Azlan senang, lalu meletakkan ponselnya di atas meja, agar mudah untuk di lihatnya dan langsung di praktekan nya.
Akhirnya Azlan tahu dimana ke salat dirinya tadi, ia lupa menunggu minyaknya panas terlebih dahulu baru memasukkan ayam.
Sembari menunggu Ayam nya mateng, Azlan mulai memotong motong sayur, lebih tepatnya mencincang nya asal. Pria itu keasikan mencincang sayur sampai lupa dengan ayamnya.
__ADS_1
"Astaga" pekik Azlan panik ketika melihat ayamnya mulai menghitam, pria itu tidak mengecilkan apinya.
"Yaaaa, gosong" sesal Azlan menatap goreng ayam yang sedikit menghitam di atas piring.
"Tidak apa, sayurnya harus sempurna" tekat Azlan kembali menyemangati dirinya sendiri.
Berkutat di dapur dengan keahlian seadanya, Akhirnya Azlan menyelesaikan pertunjukan nya. Semua masakan sudah di tata nya di atas meja makan. Ia berharap Zoya merasa bahagia melihatnya.
Azlan bergegas menuju kamar untuk menjemput Zoya, ia akan makan malam bersama istri nya.
"Eh, gak tidur? " kaget Azlan mendapati Zoya tengah duduk di atas rajangnya.
"gue gak bisa tidur sendirian"
"Oh astaga Gue lupa" cicit Azlan menepuk jidatnya. pria itu berjalan mendekati istrinya.
"Dari mana? " tanya Zoya.
"Aku?? aku baru saja dari luar" jawab Azlan jujur. Zoya hanya mengangguk membalas ucapan Azlan.
"Sudah lapar? " tanya Azlan.
"Seperti nya"
"Ya sudah mari kita makan" ucap Azlan membuat Zoya mengerut.
"Mau makan apa? gue belum masak. Apa loe udah mesan makanan? " tanya Zoya.
Mereka keluar dari kamar, langsung menuju ke meja makan. Di sana sudah tersaji menu ala Azlan, entah bagaimana rasanya Azlan tidak tahu, yang penting usahanya untuk membuat Zoya bahagia.
"Wahhhh, apa semua ini loe yang masak? " ucap Zoya berbinar.
"Tentu saja nona, silakan duduk" Azlan menarik satu kursi, lalu mendudukan Zoya di sana. lalu ikut duduk di samping Zoya.
"Gue gak yakin dengan rasanya" cicit Azlan ragu.
Zoya mengambil piring, lalu mengambil ayam goreng, yah bisa di katakan gosong. Sambel dan juga sayur yang bumbunya entah bumbu apa yang di racik Azlan.
"Dari penampilan nya sih udah oke, " kritik Zoya.
"Tapi itu gosong loh" ujar Azlan menunjuk ayamnya.
"Kesalahan itu pasti ada" keke Zoya.
Zoya mengambil sendok, lalu menyicip kuah sayur. Azlan terus memperhatikan Zoya menunggu bagaimana reaksi Ziya setelah memakannya.
"Bagaimana? " tanya Azlan tidak sabaran.
"Ini sop yang paling enak" puji Zoya.
__ADS_1
"Yeah, gue suka banget" kata Zoya sembari melahap sayur itu sebanyak banyaknya.
"Masa sih" Azlan meragu, ia pun mengambil sendok, lalu mencicipi sayur buatannya.
"uuwwuueeekkk" seketika Azlan memuntahkan sayur itu ke lantai.
"Kenapa? ini enak loh"
"Gak, loe gak boleh makan ini. " Cegah Azlan mengambil mangkok sayur itu lalu menjauhkannya dari Zoya. Rasanya begitu Asin, pahit semuanya bercampur di sana.
"Ihh Azlan kembaliin, ini sayur paling enak yang gue makan" rengek Zoya berusaha mengambil mangkok sayur dari tangan Azlan.
"Loe makan ayam aja, sayur ini racun" ujar Azlan.
Zoya pun mengambil Ayam, lalu menyuap nya dengan nasi. Azlan menatap bingung Zoya tak berkomentar. Gadis itu terus saja memakan ayam itu dengan lahap.
"Apa rasanya enak? " tanya Azlan meragu.
"Hmm.. enak banget" jawab Zoya santai.
Lagi lagi Azlan meraihnya dan memakannya.
"Uuuweepueeee puee" muntahan kembali mendarat di lantai.
"Gak enak sama sekali"
"Lidah loe kali yang salah" sungut Zoya memeluk piring ayam agar Azlan tak bisa merebut ayamnya.
"Zoyaaaa Ayamnya gak enak, loe bisa sakit perut nanti" bujuk Azlan, Zoya tetap kekuh tidak ingin memberikan ayamnya.
"Loe tahu di mana letak enak nya?? " tanya Zoya menatap Azlan lembut.
"Dimana? " tanya Azlan penasaran.
"Di sini"
"Huh? " decak Azlan bingung karena Zoya menunjuk dadanya, padahal yang merasakan adalah mulut.
"Loe memasak semua ini dengan perasaan, susah payah loe membuatnya. Jika mau makan enak, gue bisa makan di restoran berbintang. Tetapi tidak akan ada masakan di luar sana yang mampu mengalahkan masakan ini, masakan yang loe buat penuh perasaan" jelas Zoya panjang lebar.
Azlan tersentuh, pola pikiran Zoya benar-benar berbeda Azlan semakin merasa beruntung memiliki nya.
"Terimakasih sayang" lirih Azlan memeluk istri nya erat.
"Azlan, gue pengap" gerutu Zoya karena terlalu erat pelukan nya.
Zoya memakan semua makanan yang udah Azlan masak. Ia tidak mau makan makanan lain, meskipun sudah Azlan bujuk dengan memesan makanan di luar.
Kekuatan cinta yah, gosong pun terasa enak🤣🤣🤣 kira kira kalian akan melakukan hal yang sama?
__ADS_1
Maaf yah telat up. soalnya author agak sibuk hari ini😞