
Kring!!!!! Kring!!!!!
Untuk kesekian kalinya Alarm itu berbunyi, namun sepasang suami istri itu tak menunjukkan tanda tanda akan bangun.
Beberapa menit kemudian Zoya menggeliat, ia menepuk nepuk Azlan agar mematikan alarm. "Heiii bangun, tolong matikan alarmnya"
Azlan pun ikut menggeliat, meraih jam yang berada di nakas samping ranjangnya itu. Lalu di berikan nya pada Zoya karena malas untuk mematikannya sendiri.
"Matikan sendiri gue ngantuk" lirih Azlan kembali tertidur.
"Jam berapa sih emang" sahut Zoya, matanya terbuka sedikit untuk mengintip kemana arah jarum jam.
"Astaga!!!!! Telat!!!!!! " teriak Zoya bangun dari tidurnya. Gadis itu mengambil ikat rambut nya lalu mengikatnya asal. Di goyang goyangkan nya tubuh Azlan agar cepat bangun karena mereka sudah terlambat.
"Azlan bangun!!!! Azlan!!!!! "
"Aduhhh sayang, gue masih ngantuk ini" lenguh Azlan.
"Loe mandi atau gue siram! " ancam Zoya serius, gadis itu tidak ingin terlambat, 25 menit lagi bel akan berbunyi.
Zoya turun dari ranjang, bergegas masuk ke kamar mandi setelah memastikan Azlan bangun dan keluar dari kamarnya untuk mandi di kamar sebelah.
Semua di lakukan secara cepat, Zoya terus berteriak memanggil Azlan agar cepat.
"Buruan Azlan!!!!!! "
"Iya ini gue udah siap!! " sahut Azlan keluar dari kamar sembari memakai sepatunya sambil jalan.
5 menit lagi bel akan berdering, pagar sekolah pasti akan segera di tutup.
"Gak bisa lebih cepat lagi? " desak Zoya tak sabaran, ia terus mendesak Azlan agar lebih cepat mengendarai mobilnya.
"Iya, ini juga udah cepat honey" jawab Azlan sembari menaikan kecepatan mobilnya.
Akhirnya mereka tiba di sekolah, tepat ketika pak satpam sedang menutup pagar.
"Pak!! Pak!! jangan tutup dulu, biarkan kita masuk dulu pleaseeee!!! " mohon Zoya menjulurkan kepalanya di kaca mobil.
"Gak bisa neng, kalian sudah telat" tolak pak satpam.
Azlan menurunkan kaca mobilnya, lalu menatap pak satpam datar.
"Buka pak, jika masih mau lama kerja di sini" ucap Azlan dingin terdengar seperti mengancam.
"Azlan! " tegur Zoya.
Mau tidak mau pak satpam membukakan gerbang itu lagi, ia tahu siapa Azlan.
Zoya turun dari mobil setelah mobil Azlan berhasil masuk, gadis itu kembali menghampiri pak satpam untuk meminta maaf atas ucapan Azlan Walau bagaimana pun pak satpam hanya menjalankan tugas, Azlan tidak pantas mengucapkan kata kata tadi.
"Pak, maaf yah. teman saya hanya panik" sesal Zoya tak enak hati.
__ADS_1
"Gak papa neng, sudah biasa" jawab pak Satpam.
"yaudah pak, saya masuk dulu" pamit Zoya kembali menghampiri Azlan.
"Ngapain minta maaf? " tanya Azlan.
"Loe itu yah, udah salah malah gunain kekuasaan untuk menutupi kesalahan loe" omel Zoya menatap Azlan sinis.
"Iya iya maaf sayang"
Zoya dan Azlan mengendap endap memperhatikan sekeliling, sekolah sudah sepi karena memang seluruh murid telah masuk.
"Azlan!!!! Zoya!! " Suara bariton pak Johar bergemah.
"Mampus... " gumam Zoya yang hanya terdengar oleh Azlan. Perlahan mereka berbalik menghadap pak Johar yang berdiri bersama Agai di belakang nya. Si ketua OSIS menepuk jidatnya, ia tak bisa berbuat apa apa karena pak Johar ikut bersamanya.
"Heheh bapak sudah sehat? " cicit Zoya nyengir sedikit ketakutan. Azlan melirik pada Zoya, bisa bisa nya Zoya menanyakan kabar pak Zoya.
"Loe pikir dengan menanyakan kabar, bisa membebaskan kita dari hukuman? "! dumel Azlan.
" Loe nggak, tapi gue iya" balas Ziya percaya diri. Gadis itu berjalan mendekat pada guru yang sangat jarang tersenyum itu.
"Zoya!!! kamu tumben sekali terlambat! " kata pak Johar kaget ketika melihat Zoya terlambat bersama Azlan. Bukan rahasia umum lagi jika Zoya dan Azlan sekarang berpacaran.
"Maaf Pak" cicit Zoya memikirkan berbagai alasan.
"Zoya kenapa loe menggunakan switer kesekolah? " tanya Agai yang sejak tadi hanya diam membiarkan pak Johar menginterogasi sahabatnya.
"Sudah itu tidak usah di bahas" ucap pak Johar, karena bunda Ketika sudah menghubungi pihak sekolah sebagai wali Zoya untuk meminta ijin memakai switer ke sekolah.
Atau tak bersuara lagi, meski ia sedikit penasaran. Zoya adalah siswi paling hafal dengan aturan.
Zoya terselamatkan, kini giliran Azlan yang akan di interogasi. Pria itu berdiri santai menatap Agai dan juga pak Johar.
"Kamu lagi, kamu lagi... apa kamu tidak bosan di hukum terus? "
"Selagi bareng Zoya, aku gak bosan kok pak" jawab Azlan sembari menatap Zoya, membuat gadis itu menunduk malu.
"Kamu ini, masih kecil udah kaya gini. gimana besarnya nanti! " ceramah pak Johar.
"Kecil kecil topcer pak" celetuk Azlan asal.
"Topcer lari lapangan nya!! " bentak pak Johar geram dengan Azlan ya g tidak ada kalok kapoknya.
"Untuk kamu Zoya, silakan masuk. Kamu bapak bebaskan kali ini" ucap pak Johar pada Zoya.
"Tapi pak, Azlan juga gak telat kok pak. dia terlambat karena.... " Zoya memutar otaknya mencari alasan yang pas untuk menyelamatkan suaminya.
"Karena apa? " desak pak Johar. Agai menaikkan alisnya bingung, tumben sekali Zoya membela Azlan.
"Karena jemput aku, ban mobil aku tadi bocor.. iya bocor pak" alasan Zoya.
__ADS_1
"Tuh kan pak, di belain" celetuk Azlan bangga, membuat Zoya langsung menginjak kaki Azlan kuat agar tetap diam.
"Awkkffff" teriak Azlan tertahan.
Pak Johar tampak menimbang, ia percaya dengan ucapan Zoya karena siswi pintar ini tidak pernah berbohong sebelum nya.
"Baiklah, kalian bapak bebaskan. Ingat!! tidak ada maaf lagi jika hal ini terulang" peringatan Pak Johar.
"Siap pak" jawab Zoya dan Azlan serempak.
"Huhhh syukurr" lenguh Zoya bernafas lega setelah pak Johar dan Agai pergi, mereka akhirnya terbebas dari hukuman.
Zoya masuk ke dalam kelasnya, bu Mina sudah mulai menerangkan. Sangat fatal jika terlambat ketika bu Mina sudah memulai pelajaran.
"Aduh mampus gue" batin Zoya.
"Selamat pagi bu, maaf saya terlambat" sesal Zoya, takut takut gadis itu berjalan mendekati guru galak itu sama seperti pak Johar.
"Kamu tahu kan? apa peraturan ibu? " tanya Bu Mina dingin. Zoya mengangguk cepat, lalu melangkah menuju bangkunya.
Nisa dan mila menatap Zoya tak percaya, hari tersial apa ini, seorang Zoya Arkan asyid terlambat di pelajaran bu Mina.
"Kenapa? " bisik Nisa. Zoya tak menjawab, gadis itu meletakkan tasnya lalu kembali keluar dari kelas.
Langkah kakinya terhenti ketika matanya melirik ke arah kelas Azlan. seketika senyum tipis Zoya terukir, suaminya juga di usir dari dalam kelas. baru kali ini yah di usir malah seneng. 🤣
Azlan menghampiri Zoya,
"Loe di usir? " tanya Azlan tak percaya, Zoya bisa terbebas dari pak Johar, namun tidak dengan bu Mina.
"Di hukum apa? " tanya Zoya pada Azlan.
"Natap tiang bendera" jawab Azlan dengan ekspresi sok sok an,
"Panas loh, kenapa di hukum seperti itu? " tanya Zoya menatap Azlan kasian.
"Tenang aja, gue ini pria tangguh. Mana mungkin kalah sama panas pagi begini doang"
Zoya mengangguk pelan,
"Loe di hukum apa? " tanya Azlan penasaran.
"Sama, natap tiang juga" lirih Zoya.
"Bhahahaha, akhirnya seorang Zoya menatap tiang bendera juga" ledek Azlan tertawa pelan.
"Kalian mau menatap tiang bendera sekarang atau nanti jam 2? " teriak bu Mina yanG merasa terganggu dengan tawa keduanya.
"Iiya bu, kita kelapangan sekarang" jawab Azlan langsung menarik Zoya menuju lapangan.
Kira kira terasa gak yah panas matahari kalo sama seseorang yang kita sayang? 🤣🤣🤣 udah ada yang pernah belom? di hukum sama doi?
__ADS_1
Yuk komen di bawah, jangan lupa like, share and vote yah😚😘😘😘😘