Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) TOM & JERY NEW GENERATION


__ADS_3

Liburan akhir semester pun telah tiba, Zoya tengah menyiapkan pakaian yang akan ia bawa ke Bali.


"Momy, jangan lupa bawa baju renang Tian yah"


"Iya sayang, semuanya sudah siap kok"


Mereka masuk ke dalam mobil, Azlan sudah menunggu di dalam nya.


Azlan menatap putranya,wajah Bastian sangat berseri. Sudah lama putranya meminta liburan satu keluarga seperti ini. "Sudah siap jagoan? "


"Sudah dong!!! "


"Berangkat!!!!! " sorak Azlan dan Bastian bersamaan, tumben sekali bukan, mereka kompak seperti itu. Zoya ikut tersenyum melihat tingkah suami dan anaknya itu.


Zoya duduk di belakang, karena Bastian tidak suka momynya dekat dengan Dady. Menurut Bastian, momy akan melupakan nya jika sedang bersama Azlan.


Mereka tiba di bandara, disana sudah ada semua anggota keluarga lainnya. Di sana juga ada Mila dan Agai, Nisa dan Ali. Alisia putri kecil Agai tampak senang melihat Bastian turun dari mobil.


"Kak Tian!!!! " Alisa berlari menghampiri Bastian, bocah sok kegantengan itu langsung memeluk Alisa.


"Hei, kau sudah siap liburan? " tanya Bastian.


"cuda dong, kan sama kak Tian" jawab Alisa khas anak kecil, umurnya masih 3 tahun.


"Dasar sok kegantengan" cibir Dea, gadis cantik berusia 1 tahun di bawah Bastian. Dea adalah anak Ali dan Nisa. Nisa memeluk Dea seraya menutup mulut putrinya yang selalu mengutarakan apa yang ada di hati nya.


"Hehehe, Dea, tolong jaga mulut nya yah" gumam Nisa pelan, sembari nyengir pada semuanya.


"Santai aja Nis, masih kecil juga" sahut Mila.


"Sirik bilang ajah, aku gak masalah tu" Bastian menggendong Alisa pada Mila. Bastian melirik Dea sengit, saling melempar tatapan tidak suka, lalu memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan.


"Wahhh, seperti nya Tom And Jery ada generasi tuh" celetuk Raya.


Zoya hanya cengir mendengar ucapan Raya, tersipu malu membayangkan gimana dirinya dan Azlan dulu.


"Siapa yang Tom and Jeri ma? " tanya caca bingung.


"Anak kecil gak usah kepo" sahut Anggi yang langsung mendapat tatapan tajam dari Caca.


"Alamak, ada yang bakal gak dapat jatah tu" ledek Azlan. Mereka semua tertawa setelah mendengar ucapan Azlan.


"Senang banget kalian yah" Anggi merengut kesal.


"Yaudah ayo kita berangkat sekarang. Jet nya sudah siap" ucap Meika setelah mendapat informasi dari suaminya.


Mereka pun bersiap masuk ke dalam jet milik keluarga albisyam.

__ADS_1


"Momy, oma Feby kok gak ikut? " tanya Bastian, bocah itu duduk di antara azlan dan Zoya, ia tidak akan pernah membiarkan Azlan berdekatan dengan Zoya.


"Ikut kok, oma Feby sekarang sudah ada di sana" jawab Azlan. Bastian mendelik kesal, ia tidak akan percaya begitu saja pada Azlan sebelum mendengar langsung dari mommy nya.


"Tanya saja sama momy kalau gak percaya"


Bastian menatap Zoya meminta jawaban, "Momy, benarkah oma Feby sudah di sana? "


"Iya sayang, oma sudah ada di sana menunggu kita" jawab Zoya, barulah bocah tampan itu percaya.


"Dasar tengil" cibir Azlan.


Di depan mereka bertiga, tepatnya sebelah kanan. Keluarga Ali tampak senyap saja, putri mereka terbilang dingin dan cuek. Bertolak belakang dengan sikap kedua orang tuanya yang lola dan pecicilan seperti Ali.


"Bunda, Dea ke toilet dulu" Dea beranjak dari duduknya setelah Nisa mengangguk.


Ketika melewati kursi yang di duduki Bastian, Dea sempat melirik dengan ekor matanya. Tatapan nya menajam ketika mendapati Bastian juga melirik kearahnya.


"Ma, Kak Tian sama Dea itu kenapa sih. Berantem mulu" bisik Caca pada mamanya, ia memperhatikan setiap tingkah dea dan Bastian selalu saja menimbulkan keributan.


"Gak tahu, tapi itu menjadi tugas Caca agar mereka berdamai" ucap Raya sembari mengusap rambut putrinya penuh kasih sayang.


"Kamu jangan ikutan seperti itu yah! "tegur Anggi.


" Gak dong " sahut Caca.


"Wahhhh indah banget" Caca berlari menuju pantai, Raya berteriak agar Caca tidak terlalu jauh.


"Sayang, jangan jauh jauh!! "


"Gak papa aunty, Bastian juga mau kesana" sahut Bastian menenangkan Raya agar tidak terlalu khawatir.


"Di pikir sudah dewasa, bau kencur kaya gitu mana bisa di percaya" cibir Dea.


"Heh, gadis sirik. Kalo mau ikut bilang. Jangan sok ngejek" kesal Bastian sinis.


"Siapa yang mau ikut, aku bisa pergi sendiri" balas Dea.


"Ahhh sudah sudah! papa Anggi dan Azlan akan mengawasi kalian" lerai Raya.


Anggi dan Azlan baru saja ingin protes, tapi Zoya dan Raya sudah melotot pada mereka.


"Iya, papa akan mengawasi"


Azlan membawa para anak anak ke tepi pantai, menyusul Caca yang sudah ada di sana bermain pasir.


"De.... sini!! " teriak Caca, berlari mendekati Dea, lalu menarik dea ke pinggir pantai.

__ADS_1


"Kak caca ihh, awas yah!!! " Dea membalas caca yang sudah menyiramnya dengan air laut. Mereka saling tari dan menyiram satu sama lain. Alisa yang juga ikut main di awasi Ali.


"Ck, bisa senyum juga" gumam Bastian, matanya terpaku menatap Dea yang gembira bermain dengan Caca.


"Kamu gak main? " Azlan berdiri di samping Bastian, membuat Bastian gelagapan takut ketahuan menatap Dea.


"Malas, di sini cuma aku yang anak laki-laki" lirih Bastian.


"Lah bagus dong, kamu jadi paling tampan"


"Huh, aku baru sadar jika dady memang sangat bodoh" cibir Bastian menatap Azlan dengan tatapan remeh. Lalu, Bastian berjalan meninggal kan pantai menuju hotel.


"Lah, apa yang salah dengan ucapan ku anak durhaka!! " teriak Azlan mencak mencak kesal dengan sikap putranya yang selalu meremehkannya.


Dea dan Caca masih saja bermain air, hingga panggilan dari Raya dan Nisa membuat mereka menghentikan kegiatan mainnya.


"Dea!!! Caca!!! Alisa!!! ayo masuk!!! "


Para ayah membawa anaknya masing-masing masuk ke dalam hotel, masuk ke dalam kamar, Masing-masing. Setelah berganti pakaian, mereka masuk ke ruangan yang sudah di sediakan sebagai tempat makan malam.


Tuam Albisyam, Meika dan Feby duduk di balkon hotel, menikmati indahnya malam menatap pantai.


"Aku berharap keluarga kita seperti ini seterusnya, bahagia dan akan tetap bahagia" lirih Feby. Meika menoleh, ia ikut tersenyum dan mengangguk menyetujui ucapan besan nya.


"Sudah banyak yang mereka lewati, mereka berhak bahagia" sahut ayah.


Zoya menghampiri mertua dan mamanya, senyumnya mengembang melihat ketenangan yang kini para orang tua nikmati.


"Mama, bunda, ayo masuk. Kita harus makan malam bersama"


"Iya sayang" sahut Feby.


"Ayo kita masuk" ajak Feby pada Meika dan suaminya. Mereka memasuki ruang makan.


"Oma!! ayo duduk sini!! " teriak Bastian pada Feby dan Meika. Bastian sudah menarikkan 3 kursi untuk para orang tetua.


"Eh, itu kan kursi dady "


"Udah, dady duduk di sana" balas Bastian menunjuk salah satu kursi di samping Zoya. Senyum Azlan oun mengembang, ia tidak menyangka jika Bastian menyuruh dirinya duduk di samping Zoya.


Azlan baru saja akan duduk di samping istrinya, eh malah di cegat oleh Bastian.


"Ini tempat duduk ku! dady duduk di situ" Azlan menatap kursi di samping Bastian. Lagi-lagi dirinya terpisah dari istrinya, Bastian benar-benar sudah memonopoli istrinya sendiri.


Mereka tertawa melihat ekspresi lucu dari Azlan, Anggi merasa puas sekarang, Azlan mendapatkan hal yang sama seperti dirinya. Entah apa yang salah, Anggi dan Azlan mendapat kan nasib yang sama.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2