Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Kehilangan jejak


__ADS_3

Azlan berjalan cepat menuju ruang meeting, di sini azlan hanya sebagai tamu khusus yang perusahaan ini undang.


Ketika mereka sudah hampir sampai di ruang meeting, Malik langsung mendahului azlan, lalu membukakan pintu untuk bosnya.


Ketika Azlan melangkah masuk, terdengar suara pembawa acara menyambut kedatangan nya.


"Selamat datang tuan"


Azlan tak memberikan ekspresi, ia hanya mengangguk pelan lalu duduk di kursi yang telah di sediakan. pria itu melepaskan pandangannya menatap seisi ruangan, menatap lekat satu persatu wajah yang hadir di ruangan ini.


Mata Azlan terhenti pada satu wajah, matanya tidak ingin berpaling ke sisi lain, seolah sudah terpaku azlan hanya ingin melihat wajah itu.


Tubuh azlan bergetar hebat menahan rasa yang sama ini ia pendam. Andai saja ini bukan ruangan meeting, sudah azlan pastikan ia akan memeluk erat tubuh yang terlihat semakin kurus. Namun azlan harus menjaga sikapnya.


Ekspresi terkejut terlihat ketika gadis itu menatap balik ke arahnya. Sorot mata yang selama ini menghantui azlan, kini terpampang jelas di matanya.


"Zoya" batin Azlan semakin yakin jika gadis itu benar-benar istri nya.


Azlan terpaksa mengalihkan pandangan nya ketika pembawa acara memintanya untuk memberi kata pembukaan.


"Teruskan saja" titah AKan dingin.


Pria itu kembali menatap ke arah dimana Azlan menatap Zoya. Tidak, azlan tidak ingin kehilangan Zoya lagi. Gadis itu sudah tidak ada di tempat.


Azlan menatap satu persatu wajah yang duduk di sana, namun tidak satupun wajah zoya yang ia lihat. pikiran kalut kembali menghantui Azlan.


"bos, ada apa? " tanya Malik, ia melihat azlan gelisah.


"Tidak ada apa apa" sahut azlan tanpa ekspresi. ia ingin acara ini cepat selasai, dan dirinya bisa mencari Ziya secepatnya.


30 menit berlalu, akhirnya Azlan bisa ke luar dari rungan itu. Ke seluruh penjuru hotel telah ia jajaki, namun hasilnya nihil azlan tidak menemukan keberadaan Zoya.


Tidak, ia tidak berkhayal tadi. Wajah Zoya benar-benar nyata di depan matanya.


Zoya melihat wanita yang tengah sibuk seperti menghubungi seseorang, ia terus menempelkan ponselnya di telinganya. Gadis itu terlihat kesal karena panggilannya tidak di jawab oleh orang yang mungkin ia tunggu.


Azlan mendekati Calista dan di ikuti oleh Malik.

__ADS_1


"Permisi nona" ucap azlan lembut membuat gadis itu sedikit bengong. Mungkin gadis ini kaget karena pertama kali mendengar Azlan berbicara lembut.


Beberapa menit mereka menunggu Calista untuk menyahuti mereka, namun gadis itu masih saja diam sembari tersenyum. hingga Malik bersuara menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


"Hei nona"


"eh iya ada apa? " tanya Calista gugup.


"bos saya nanya, di mana gadis yang tadi duduk di dekat mu" ucap Malik.


"yang mana? " tanya Calista bingung, ada banyak orang yang duduk di dekatnya tadi.


"Gadis yang duduk bersama mu, lalu dia menghilang begitu saja" kini suara berat azlan yang terdengar tidak sabaran berkata y pada gadis itu.


Calista tampak kesal, ia tidak suka dengan suara kasar azlan.


"Saya tidak tahu" dengus Calista laku beranjak dari hadapan mereka.


"Heiii kau harus menjawabnya!! " teriak ALan, namun cakit terus melangkah pergi mengacuhkan panggilan dari Azlan.


"Bos, mungkin bos salah lihat"


Azlan tak menyahut, ia hanya diam membayangkan betapa nyatanya wajah Zoya yang menatap tajam ke arahnya sebelum gadis itu menghilang. ALan yakin itu benar-benar Zoya, ia tidak mut bermimpi.


Setelah 2 hari di Paris akhir azlan kembali ke tanah Air, Kekejaman dirinya semakin menjadi sejak kehilangan jejak Zoya untuk kedua kali nya. Azlan menggerakkan semua anak buahnya untuk mencari sosok Zoya di kota Paris. Namun hingga saat ini mereka belum menemukan gadis yang bernama Zoya dan juga gambar yang di berikan Azlan.


Azlan membabi buta menghancurkan anak anak perusahaan lawannya, lalu menguasainya begitu saja.


Raya memasuki ruangan kerja Azlan, matanya membulat ketika mendapati ruangan yang sudah persis sept kapal pecah.


"Loe abis ngapain sih? kok berantakan seperti ini? "


Raya mulai berkacak pinggang di depan azlan yang seolah olah tidak menyadari kehadiran nya.


"Azlan!! " bentak Raya.


bukannya menyahut, azlan malah terisak di depan kakaknya,hatinya rapuh,sakit. Raya yang ne lihat kerapuhan azlan menjadi tidak tega untuk memarahinya.

__ADS_1


sudah 6 tahu lamanya pria ini tidak memperlihatkan kerapuhan nya,kini Dayak kembali melihatnya. Semua kemarahan di lampiaskan azlan pada perusahaannya yang terus mencari mangsa untuk di kuasai.


"Gue hampir menemukannya, tapi... "


"Tapi... dia seakan menghindar dan tidak ingin bertemu sama gue lagi" lirih Azlan menyayat hati.


Raya bergerak mendekati adiknya, lalu memeluk nya erat. Azlan pun langsung memeluk perut Raya, menumpahkan semua kesedihannya.


"Loe pasti akan menemukannya lagi, gue yakin itu"


"Enggak kak, dia sudah hadir di depan mata gue! tapi dengan bodohnya gue membiarkan dirinya kabur lagi. "


"gue bodoh!! "


"Gue bodoh! " azlan terus memukuli kepalanya.


Raya tidak tahan melihatnya, di genggamnya tangan azlan, lalu di tatap nya wajah yang tak akan pernah di perlihatkan oleh azlan pada siapapun kondisinya seperti ini.


"Loe memang bodoh!! "


"Menghabiskan waktu menangis seperti orang lemah!! dimana azlan yang angkuh dan kejam itu! " bengak Raya membangkitkan azlan.


"Gunain kekuasaan loe!! kekejaman loe, dan kepintaran loe untuk menemukannya lagi. Dia gadis lemah yang hanya mampu bersembunyi! "


"Jangan cari dia! " tekan Raya.


"Kenapa? " tanya Azlan bingung.


"Dasar bodoh" maki Rata, entah apa yang orang lain takutkan dari adik bodohnya ini.


"Gunakan kekejaman loe untuk memancing gadis itu keluar, biarkan dirinya yang bersembunyi menampakkan diri" jelas Raya.


Azlan paham, sekarang ia mengerti apa yang akan ia lakukan. Tangis yang tadi terseduh hilang seketika.


"Nantikan permainan gue istri cantik ku" batin Azlan.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2