
"Dokter!!! Dokter!! " teriak Azlan ketika mereka tiba di rumah sakit. Azlan berlari membawa Zoya ke dalam rumah Sakit.
Suster yang melihat beberapa Anak smA sembari berteriak langit menghampiri mereka sembari membawa brankar.
"Cepat selamatkan dia Sus" titah Azlan mengikuti para suster mendorong Zoya masuk ke ruangan UGD.
"Tunggu di luar yah dek" ucap salah satu suster pada Azlan, Nisa dan Mila.
"Lakukan yang terbaik Sus" ucap Mila.
Mereka bergerak mondar mandir di depan ruang UGD, menunggu dokter memeriksa Zoya.
Tak lama kemudian Meika dan Febi berlari menghampiri Azlan.
"bunda.. mama" lirih Azlan.
"Zoya dimana Azlan? " tanya Meika khawatir.
"Lagi di tangani sama dokter bun" jawab Mila.
Nisa mengernyit melihat keberadaan wanita yang ia kenali adalah bundanya Azlan. Sementara Mila terlihat biasa aja.
"Mil, kok bundanya Azlan di sini sih? " bisik Nisa penasaran.
"Nanti loe juga akan tahu" jawab Mila.
"halo tante" sapa Mila dan Nisa menyalami Febi.
"Hai sayang, kalian temannya Zoya kan? " tanya Febi menatap kedua siswi yang beberapa kali ia lihat berkunjung ke rumah nya.
"Iya tante" jawab Mila tersenyum.
"Bagaimana ini bisa terjadi? mengapa Zoya terkunci di toilet? " tanya Febi.
Nisa dan Mila menggeleng, mereka juga tidak tahu jika Zoya terkunci di toilet itu.
"Maaf tante, seseorang dengan sengaja mengunci Zoya di sana dan meletakkan tulis toilet rusak di depannya. Sehingga tidak ada yang datang kesana" jelas Mila.
"Gue gak akan melepaskan siapapun yang melakukan ini! " ucap Azlan penuh tekanan, ia benar akan membuat perhitungan dengan pelakunya.
Ceklek,
Azlan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana keadaan Zoya dok? " tanya Azlan tak sabaran.
"Tenang tuan muda, Nona Zoya baik baik aja" jelas Dokter, Azlan menghembuskan nafas lega. Ia benar-benar kalut melihat Zoya tak sadarkan diri.
"Nona Zoya hanya panik, dan ketakutan karena itu nona Zoya menjadi lemas dan pingsan" lanjut Dokter menjelaskan mengapa Zoya pingsan.
"Syukur lah, menantu ku tidak apa apa" lirih Meika, membuat Nisa sedikit kaget namun gadis itu tetap diam.
"Kalau begitu saya permisi" pamit dokter,
__ADS_1
Beberapa suster keluar dari ruang UGD sembari mendorong brankar Zoya untuk di pindahkan ke ruangan pasien.
...----------------...
Zoya masih terbaring di ranjang rumah sakit, dengan setia Azlan duduk di samping Zoya.
"Kok lama banget sih Zoya bangun" lirih Azlan kesal, ia sudah tidak sabar untuk melihat mata indah Zoya.
"Enggh" lenguh Zoya.
Azlan langsung berdiri menatap Zoya yang mulai bergerak sembari memegangi kepalanya.
"Zoya, loe udah sadar? " tanya Azlan.
"Di mana gue? " tanya Zoya berusaha mendudukan tubuhnya, namun karena Zoya masih merasa lemas gadis itu sedikit merasa kesulitan.
"Loe di rumah sakit sayang" sahut Azlan lembut, ia senang Zoya sudah sadar.
Mila dan Nisa masuk ke dalam ruangan Zoya, keduanya mendekati ranjang Zoya.
"Syukur deh loe baik baik aja, keponakan gue juga" ucap Mila ke ceplosan.
"Keponakan? " ulang Nisa.
Deg~ Zoya yang baru sadar kembali mengalami kekhawatiran.
"Loe tahu dari mana? " tanya Azlan menatap Mila.
"Ihhh bentar bentar, Kalian membicarakan apa sih. keponakan siapa?? Zoya hamil?? " tanya Nisa bertubi tubi.
"Loe tahu semuanya Mil? dan gak ngasih tahu gue? " ucap Nisa tak percaya.
"Gue bisa jelasin Nis, awalnya gue juga kaget dan syok. Tapi setelah di cerna, Zoya tidak salah" jelas Mila.
Zoya yang tadinya menunduk mendongak menatap Mila. Ia tidak menyangka Mila mengetahui semuanya.
"Gue masih gak ngerti! " dengus Nisa kesal.
"Loe itu bego banget" gerutu Mila kesal karena harus menjelaskan secara detail kepada Nisa yang tingkat kelolaannya super tinggi.
"Zoya hamil, karena Azlan!. Dia yang membuat Zoya mabuk dan terjadilah hal seperti ini" jelas Mila singkat. Nafasnya menggebu, ingin marah tetapi gak bisa. Mila juga sayang kepada sepupunya itu.
"Maaf.. " cicit Zoya menyesal tak berkata jujur pada kedua sahabat nya.
"Jadi loe yang membuat Zoya berubah!! " tuding Nisa menatap Azlan Marah.
"Gue juga korban! " jawab Azlan membela diri.
"Korban apa?? loe yang dapat enaknya!! " bentak Nisa.
"Udah nis, ini rumah sakit" kerai Mila.
"Azlan udah tanggung jawab kok Nis" cicit Zoya
__ADS_1
"Apa?? jadi kalian udah nikah? " tanya Nisa tak percaya. Zoya menikah tanpa mengundangnya.
"Jangan marah nis, Gue yang sepupunya aja gak tahu" imbuh Mila dengan wajah sedihnya.
"Maaf, gue pikir kalian akan membenci gue. Karena itu gue takut memberitahu kalian" lirih Zoya.
"Kita gak akan membenci loe Zoya, loe itu sahabat kita. Mana mungkin kita ninggalin loe dalam keadaan seperti itu" ucapan Nisa meyakinkan Zoya.
"Huhhh... gue sebenarnya kecewa, tapi mau gimana lagi semuanya sudah terjadi" lirih Nisa menghembuskan nafas berat.
"Makasih" ucap Zoya menatap kedua sahabat nya yang ternyata tidak seperti yang Zoya bayangkan.
"Nah, gitu kan adem liatnya" ujar Meika memasuki kamar rawat Zoya. Meika tadi mendatangi dokter yang menangani Zoya tadi, ia khawatir dengan kondisi kehamilan Zoya yang tidak di sampaikan dokter itu di depan umum.
"Tante Febi mana Tante? " tanya Nisa mencari cari keberadaan mama Zoya.
Zoya kaget, mamanya sudah pulang? tapi tidak mengabarinya.
"Mama pulang bun? " tanya Zoya pelan.
"Iya sayy, tadi mama kamu mampir kerumah bunda setelah menjenguk papa kamu" jelas Meika.
"Trus mama mana? " tanya Zoya lagi.
Meika tak enak hati pada Zoya, ia tersadar dari pingsan setelah mamanya kembali pergi keluar negeri untuk pekerjaan nya.
"Mama kamu baru aja pergi sayang, ada panggilan mendesak katany" jawab Meika mendekat pada menantunya, lalu memeluk Zoya.
"Bunda ada di sini bersama mu sayang" bisik Meika.
Azlan hanya diam, ia tahu apa yang istrinya rasakan. Pria itu teringat dengan cerita bi Iyun.
"Tante Febi udah pergi lagi? " tanya Nisa tak percaya. Meika mengangguk menjawabnya.
Mila yang paham akan kesepian nya Zoya memberikan kode agar Nisa tidak membahas tentang mamanya terus.
"Kenapa? " tanya Nisa tidak mengerti dengan kode yang Mila berikan.
"Oh iya sayang, bagaimana bisa kamu terkunci di dalam toilet itu? " tanya Meika.
Zoya menggeleng, ia tidak tahu mengapa seseorang melakukan ini pada nya.
"Aku tidak tahu bunda, setelah aku buang air kecil, tiba-tiba seseorang menyirami ku dengan cairan kotor. Aku tidak tahu siapa, ketika aku ke luar dari bilik toilet, pintu tiba-tiba saja tertutup dan terkunci. " jelas Zoya kembali bergetar mengingatnya.
"Gue rasa ada yang mencoba bermain main dengan kita" gumam Mila.
Azlan tak bersuara, tatapannya tajam menatap sudut ruangan, rahangnya mengeras menahan sesuatu yang akan meledak.
"Gue rasa gue tahu orang nya" ujar Nisa yang langsung mendapat tatapan dari Mila dan Azlan.
"Siapa? " tanya Azlan dan Mila serempak. Nisa sedikit bergidik melihat Mila dan Azlan sama sama terlihat menyeramkan ketika emosi.
Kira kira siapa yang melakukannya?? ada yang tahu?? pasti kalian udah menerka merka nya kan?? suport author terus yah, kekuatan author adalah kalian semua.. komentar kalian adalah penghibur bagi author.
__ADS_1
Serius, kadang author tertawa sendiri baca komentar kalian. seneng banget baca kalian menyukai ceritanya๐๐๐dan menjadi intropeksi ketika ada masukan dari kalian.
Terimakasih para reader ku๐๐