Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Kehidupan Baru


__ADS_3

Zoya menatap jauh ke tengah laut, hatinya terombang ambing mengikuti deburan ombak. Matanya sesekali terpejam menikmati semilir angin.


Zoya berdiri di tepi pantai, hari harinya selalu ia habiskan seperti ini Sepulang dari kantor , Zoya akan langsung mendatangi pantai, lalu duduk berjam jam hingga malam tiba.


Sudah 6 tahun lamanya gadis itu menikmati kesendirian nya tanpa seseorang mengganggu.


"Zoe!! "


yah, nama Zoya sudah di kuburnya dalam dalam. Zoya tidak ingin kenangan pahit kembali membuatnya terpuruk semakin dalam.


"Ada apa? kenapa kamu memanggil ku? " tanya Zoya dengan logat inggrisnya. Gadis itu di larikan sang mama ke Amerika dan mengubah seluruh identitasnya agar Azlan tidak bisa menemukannya.


"Aku mencari mu ke sana kemari, ternyata kau di sini"


"Aku selalu disini, jika kau tidak lupa"


Zoya menatap temannya itu dengan senyum manis, Calista, gadis Amerika yang menjadi sahabat Zoya 6 tahun belakangan ini. Calista selalu menemani Zoya dalam suka maupun duka. Hanya Calista yang mengetahui sisi kelam Zoya.


"Oh ayolah, bos genit itu mencari mu"


Zoya berbalik, matanya menatap Calista tajam. Sekarang sudah jelas pukul 5 sore, waktu untuk istirahat. Mengapa bos bodoh itu malah mencari dirinya.


"Katakan padanya, aku akan menemuinya besok. "


"Tidak bisa, bos ingin bertemu dengan mu sekarang juga! "


Calista terus mengikuti Zoya hingga gadis itu jengah dan mau di ajak menemui Pram, bos besar perusahaan yang menampung Zoya.


Akhirnya Zoya pasrah, Mereka berjalan menuju sebuah cafe yang tak jauh dari pantai yang biasa Zoya kunjungi.


"Bos ini Zoe" tutur Calista tersenyum bangga.

__ADS_1


Pria yang lebih tepatnya di panggil paman oleh Zoya menurunkan kaca matanya, lalu meneliti Zoya.


"Apa kau sedang terpaksa? " tanya Pram cengoh, membuat Zoya semakin jengah melihat tingkah pria tua di depannya ini.


Zoya menarik salah satu kursi, lalu mendudukinya tampa permisi terlebih dahulu pada Pram.


"Ayolah paman, kau mengganggu waktu istirahat ku"


"Tidak sayang, kali ini hal yang sangat penting" ucap Pram serius, pria baru baya itu menatap Zoya intens, ia berharap Zoya mau menerima usulannya.


Sedikit tentang Pram, pria berjas abu abu dengan kemeja putih di dalamnya sedikit memperlihatkan wibawanya sebagai pemimpin NC group. Pram adalah adik Febi, mama Zoya yang masih sibuk seperti dulu. Setelah membawa Zoya, Febi kembali terbang ke sana kemari melakukan pemotretan. Hubungan yang memang tidak baik membuat Zoya tidak terlalu peduli dengan mamanya itu.


"apa lagi kali ini yang terjadi dengan perusahaan yang selalu di ambang ke bangkrutan" dengus Zoya kesal.


"Bos" panggil Calista ketika Pram tak kunjung bicara, ia hanya menatap Zoya dengan berbagai pemikiran.


"Kamu harus mendapatkan kerja sama dengan 5 perusahan ini" Pram memberikan sebuah kertas yang terdapat beberapa urutan perusahaa di dalamnya.


"Gak paman! aku gak bisa" tolak Zoya


"Kamu gak bisa menolak, jika kamu menolaknya maka 120k pegawai harus di berhentikan dan tidak di beri pesangon"


Zoya menegang, ia bingung harus memilih yang mana. Jika ia menerima nya maka ia harus keluar masuk negara dan bahkan kembali menginjaki kaki nya ke tanah Indonesia.


...----------------...


"Taklukan perusahaan itu! lalu beli semua sahamnya. "


Azlan tampak marah, anak perusahaan nya di hancurkan oleh beberapa musuh yang bekerja sama untuk berusaha membalas dirinya. Azlan yang terkenal CEO termuda dan angkuh itu tengah berdiri menatap anak buahnya yang baru saja melaporkan tentang anak perusahaan nya.


Setelah kepergian Zoya, Azlan menjadi buta dan tidak memiliki belas kasihan. Bahkan Siska yang telah menjadi penyebab utama keguguran putra pertamanya dan juga kehilangan istri nya sudah di beri balasan. Siska di hentikan dari sekolah, dan tidak bisa masuk pada sekolah mana pun.

__ADS_1


Awalnya Siska menggunakan kesempatan atas tidurnya dirinya dengan Azlan yang memang tidak ngapa ngapain sebagai pertanggung jawaban Azlan. Ia meminta Azlan untuk menikahinya.


Siska sengaja mendatangi orang tua Azlan agar membuat Azlan mau menikahinya, Meika kaget mendengar pengakuan Siska, sesuatu terulang kembali seperti pada Zoya. mereka jadi sangat marah pada Azlan, ia tidak merasa menyesal dengan keputusan Zoya untuk pergi.


Namun bukan Azlan namanya jika ia menyerah begitu saja. Ia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah dan terbebas dari tanggung jawab itu.


Bahkan Azlan membalas Siska dengan hal yang lebih sadis. Membiarkan gadis itu di nikmati oleh para preman yang sudah di bayar oleh Azlan.


Ceo berhati Iblis, itulah panggilan Azlan di kalangan pesaing bisnis atau di kalangan rekan rekannya.


Agai masuk ke dalam ruangan kerja Azlan, ia tampak rapi dan berwibawa berdiri di depan sahabat nya ini. Azlan mengangkat alis nya bingung, ada acara apakah sehingga Agai berpakaian rapi seperti ini di kantor, bukan pakaian stelan yang biasa ia pakai.


"Rapi gini mau kemana? " tanya Azlan tanpa ekspresi. Nada bicaranya sudah seperti orang bercanda, namun wajahnya tidak memberikan ekspresi apapun selain datar.


"Gue mau kencan sama tunangan gue" jawab Agai.


"Hati hati loe sama adek gue!! awas saja sampai adik gue meneteskan air mata" ancam Azlan serius, ia benar-benar akan melakukan apapun jika keluarga nya di sakiti oleh siapapun.


Di dunia ini hanya menemukan zoya yang tidak bisa Azlan lakukan. Selebihnya hanya sekali jentikan tangan, puhhhhmmm selesai. Semua siap seperti yang Azlan inginkan.


"Ya sudah gue pergi dulu" pamit Agai, ia datuk ruangan Azlan hanya untuk mengatakan hal itu.


Kini tinggal Azlan sendiri berada di dalam ruangannya. Sesekali Azlan melirik ke salah satu bingkai foto yang mencetak dirinya dan Zoya yang tersenyum manis sekali.


"Gue akan menemukan loe, sampai kapan pun loe tetap jadi milik gue" tekan Azlan sembari mengusap foto tersebut. Hati Azlan seakan mati ikut bersama Zoya yang pergi bersama kenangan pahit mereka. Sudah banyak wanita yang ingin mendekati Azlan, bahkan mamanya juga mencoba menjodohkan Azlan dengan anak temannya. Namun Azlan selalu saja membuat mereka tidak nyaman dan tidak bertahan lama.


"Apa loe yakin Azlan akan kembali setelah bersama Zoya? "


Nisa tampak berkutat dengan komputernya, ia besrusaha untuk mencari Zoya, ia tidak tahan lagi melihat sikap Azlan seakan semakin membabi buta.


"Kita harus menemukan Zoya, gue yakin Zoya ada di sekitar kita" lirih Nisa yakin dan terus melakukan pencarian. Ali dengan setia menemani sang pujaan mengetik ngetik.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2