Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
(SEASON II) Bekas wanita lain


__ADS_3

Bastian terus menarik Dea ikut dengan nya, pria itu berencana ingin menyeret Dea masuk ke dalam mobilnya. Sementara Dea hanya menurut saja, setidaknya dia sudah terlepas dari Boby.


"Loh kak Tian, mau kemana? " Zia menatap Dea, tepatnya tangan Dea yang di cengkram Bastian.


"Aku sedang banyak urusan, minggir lah" usir Bastian dingin. Zia tak kehabisan akal, dia malah tersenyum lebar pada Bastian.


"Kak Tian, aku ingin nebeng dengan mobil mobil"


"Tidak bisa, aku ada urusan penting! " tolak Bastian cepat.


"Ayolah kak Tian, aku yakin Dea tidak akan keberatan" ucap Zia melirik Dea.


"Terserah, aku tidak peduli" ketus Dea, lalu masuk ke dalam mobil Tian. Entah sadar atau tidak, Dea malah masuk ke dalam mobil itu. Kenapa gadis itu tidak menggunakan kesempatan itu untuk kabur?.


"Duduk di depan! " tegas Bastian.


Dea hendak menutup pintu dan hendak berpindah jenis depan.


"Aku tidak terbiasa duduk di belakang" sahut Zia cepat, lalu masuk ke dalam mobil Bastian di depan.


"Huh" Dea mendengus kesal lalu masuk kembali ke bangku penumpang bagian belakang.


"Sial!! " umpat Bastian.


"huh, sungguh pria labil, kenapa dia tidak menolak gadis centil itu. Baru saja mengakui aku tunangannya, sekarang malah membiarkan wanita lain masuk ke dalam mobilnya. " batin Dea, ia kesal pada Bastian.


Di depan, Bastian tengah fokus mengemudi. Ia menancap gas dengan kecepatan hampir maksimal. Bastian tidak tahan lagi ingin menyerang Dea, dan mengantar gadis kecil ini terlebih dahulu.


"Kak Tian... " lirih Zia, tangannya menggenggam tanganmu Bastian. Zia sengaja melakukan hal itu agar Dea melihat nya.

__ADS_1


"Jaga sikap kamu Zia" tegas Bastian.


"Kak, kenapa kakak meninggalkan London? aku sangat merindukan mu" lirih Zia manja.


Dari belakang Dea memakai handsfree, ia tidak tahu apa yang sedang Zia dan Bastian bicarakan. Dea hanya melihat gerakan zia yang memegang tangan Bastian. Seketika hati Dea memanas, apa yang sedang mereka bicarakan membuat Dea penasaran.


Mobil Bastian memasuki perkarangan sebuah rumah besar, namun lebih besar rumah Dea.


"Makasih yah Kak, udah mau mengantar ku pulang"


Cup~


Dea melebarkan matanya ketika zia dengan beraninya mengecup pipi Bastian. Zia melirik ke arahnya, lalu tersenyum miring.


Bastian kembali melajukan mobilnya, lalu ketika sudah merasa sedikit lebih jauh dari rumah zia.


Citttttt........ Citttt.....


"Awh... " Dea mengusap dahi nya yang terantuk jok Bastian.


"Kamu mau bunuh aku??? sakit ni!! "


"Pindah depan! " titah Bastian dingin.


"Tidak mau!! aku tidak mau duduk pada bekas wanita lain!! " tolak Dea.


Bastian tak menjawab, ia mengetikkan sesuatu pada ponselnya. Dea tampak mengerut di belakang, pria itu malah diam untuk beberapa saat.


Drtttt...

__ADS_1


ponsel Bastian berdering, Dea kembali di kagetkan oleh Bastian yang tiba-tiba kekuar dari mobil.


"Eh mau kemana!! " teriak Dea hendak membuka pintu mobil, namun Bastian lebih dulu membukakan pintu untuk Dea. Gadis itu menjadi bingung, sikap pria ini sungguh aneh.


"Keluar lah!! "


"Ngapain? ini masih sangat jauh dari rumah ataupun dari kampus" protes Dea, namun gadis itu tetap menuruti apa yang Bastian perintahkan.


Terlihat di belakang mobil Bastian ada sebuah mobil hitam, Dea hafal betul jika itu adalah mobil ke sayangan Bastian.


"Ini kuncinya tuan" ucap supir yang mengendarai mobil milik Bastian tadi.


Dea kembali di seret Bastian, ia membukakan pintu mobilnya untuk Dea.


"Masuk, ini belum pernah di duduki wanita lain! " ucap Bastian mendorong tubuh Dea agar segera masuk.


"Dasar tukang paksa!! " cibir Dea.


Bastian mengitari mobilnya, lalu masuk ke dalam mobil di tempat pengemudi. Tanpa babibu, Bastian langsung melajukan mobilnya menuju tempat tujuannya.


"Sebenarnya kamu mau bawa aku kemana? "


"Kau bertingkah seenak mu!! melakukan sesuatu tanpa persetujuan orang lain! " protes Dea semakin kesal, Bastian mengabaikan perkataannya.


"Bastian!!!! apa kau tuli? " teriak Dea kehabisan kesabaran.


"Apa kau tida bisa diam??? aku sedang mengemudi!!! " balas Bastian kesal.


Dea menjadi ciut, Bastian membentuknya cukup keras.

__ADS_1


"Maaf, tapi tolong diam lah!! " lirih Bastian.


...----------------...


__ADS_2