
Di ruang meeting, tampak Bastian bergerak gelisah. Entah mengapa pikirannya terus tertuju pada istri nya. Bastian merasa terjadi sesuatu pada Dea.
Mata Bastian tak henti hentinya melirik jam, masih ada 20 menit lagi untuk menyelesaikan rapat.
Kok lama banget sih. gerutu Bastian dalam hati, ia menjadi tidak fokus dengan apa yang di sampaikan oleh kolega nya. Bahkan ketika mereka memanggil nya Bastian tak kunjung menyahut.
"Pak.. " panggil Yuni di samping Bastian. Yuni adalah sekertaris Bastian. Barulah bastian menatap ke depan.
"Bagaimana menurut bapak dengan rancangan kami? " ulang mya.
"Saya setuju, tolong konfirmasikam semuanya ke sekertaris saya" ucap Bastian menyerahkan tugas tugas ini kepada sekertaris nya.
Kemudian Bastian berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan. Perasaannya tidak bisa di tahan lagi. Perasaan khawatir, kangen, semuanya lah, berkecamuk dalam pikiran Bastian.
Bastian kembali ke ruangannya, ia bersiap siap untuk pulang. Ketika Bastian mencari cari ponselnya, ia tidak menemukan di manapun.
"Kemana ponsel gue? " gumamnya. Di saku jas, celana, di laci, di meja. tidak terdapat dimana pun.
Bastian memegang pelipisnya, ia merasa pusing mengingat Dimanakah ponsel nya terjatuh.
Sementara di ruang meeting masih berlangsung rapat yang ditinggalkan Bastian. Yuni yang fokus ke depan tertarik untuk menoleh ke atas meja tempat bos nya duduk. Keningnya mengerut ketika melihat benda popi milik Bastian tertinggal dan menyalah. Ada sebuah panggil tertera di sana.
"My Wife? " gumam Yuni pelan. Ia meraih ponsel Bastian, melirik ke kiri dan kanan memastikan tidak ada yang memperhatikannya, Yuni membawa ponsel itu ke atas paha nya. Ia mengabaikan panggilan itu, yuni malah mematikan layar ponsel yang menyala.
Senyum miring dengan tatapan sulit di artikan tercetak di wajah Yuni. Entah apa maksudnya Yuni tidak memberitahu kepada Bastian. Karena bisa saja itu pesan penting dari istri Bastian.
Setelah satu jam berlalu, meeting pun telah selesai. Yuni sudah merangkap semua hasil rapat. Kini saat nya ia melaporkan semuanya kepada Bastian.
Yuni menggenggam erat ponsel Bastian, entah apa yang ada di pikirannya hanya dia yang tahu.
Tuk!!! Tuk!!!
"Masuk! " sahut Bastian dari dalam. Yuni pun masuk dan kembali menutup pintu.
"Pak, Ini berkas hasil rapat tadi"
__ADS_1
"Iya letakkan saja di situ" titah Bastian, ia tengah sibuk mencari cari ponselnya.
Yuni memperhatikan kegiatan boss nya, ia tahu jika Bastian sedang mencari ponsel.
"Bapak sedang cari apa? kok keliatan panik gitu? " tanya Yuni pura-pura heran.
"Ponsel saya hilang Yuni, apa kau melihat nya? " tanya Bastian.
"Ponsel? " gumam Yuni.
"Iya, tadi saya meletakkannya di atas meja, atau saku, ahh saya lupa" jelas Bastian sedikit bingung.
Yuni diam, perasaannya antara ingin memberikan ponsel Bastian, atau malah tetap diam. Jika dia memberikan ponsel Bastian, pria itu pasti akan segera pergi dan Yuni kehilangan kesempatan untuk berdua dengan boss nya itu di ruangan kerja. Tapi... Jika tidak di berikan, Yuni merasa kasian melihat Bastian yang terlihat panik seperti itu.
"Pak, " panggil Yuni pada Bastian yang sedang membongkar sofa yang ada di ruangannya.
"Ada apa? apa kau menemukannya? " tanya Bastian menegakkan tubuhnya menoleh pada Yuni.
Ragu ragu Yuni mengeluarkan ponsel Bastian dari dalam saku jas kerja nya.
"Wahh, ini nih, yang sejak tadi saya cari" gumam Bastian langsung menyambar ponselnya dari tangan Yuni.
"Makasih Yuni" ucap Bastian, kemudian berlalu dari hadapan gadis itu. Bastian terbirit-birit keluar dari kantor, ia sangat panik ketika membuka ponselnya dan terdapat berpuluh-puluh panggilan dari Orang tuanya dan juga mertuanya, bahkan dari istrinya.
Kekhawatiran Bastian semakin memuncak ketika ia membaca pesan dari Azlan yang menyebutkan alamat sebuah rumah sakit. Tanpa menunggu lagi, Bastian langsung melaju kesana.
Sementara di ruangan kerja Bastian, Yuni terhenyak di kursi kerjanya nya. Raut wajahnya terlihat sangat lesu.
"Huh... Boss ganteng gue pergi deh. Padahal kan gue mau melihat dia setiap saat" kelu Yuni.
Yuni adalah sekertaris Bastian yang memendam rasa kepada boss nya itu. Yuni merasa sangat iri kepada Dea yang bisa menakluk hati bos tampan yang menurut nya lebih cocok dengan dirinya.
Ruangan Yuni berada di luar ruangan Bastian, ia selalu mencari cari alasan agar bisa masuk dan berdekatan dengan Bastian.
"Ohh Bos tampan, kapan aku bisa bercumbu rayu dengan mu!!! " lenguh Yuni sembari memejamkan matanya.
__ADS_1
Sementara di rumah sakit, Dea mengerang erang menahan sakit yang sedang ia rasakan.
"Sedikit lagi nyonya, yang sabar nyonya" ucap dokter yang berada di depan kangkangan kaki Dea.
"Sayang tahan sedikit yah, kamu pasti bisa" ucap Nisa memberikan semangat.
Dea menggeleng geleng saking sakit yang sedang melanda di bawah sana. Bukan di perut, eh di bawah, ahhh Dea tidak tahu yang mana sakit.
Sementara Zoya mondar mandir bingung harus berbuat apa. Di dalam hatinya ia terus merapalkan doa dia agar cucu dan menantunya selamat.
"Bunda!!!!!!!!!!! " teriak Dea bersamaan mendorong bayi nya sekuat tenaga.
"Akhh!!!!!!!! "
"Oek Oek... "
Tangis Bayi pun terdengar, setelah teriakan panjang dari Dea menghilang. Seketika tubuh Dea melemah, senyum manis terukir dari bibirnya ketika suara tangis itu masuk ke indra pendengaran nya.
"Sayang, syukurlah. Semuanya sudah selesai. Kamu jangan khawatir yah. Semuanya akan baik baik saja" ucap Nisa mengecup kening putrinya. Dea mengangguk pelan, ia memejamkan matanya, meskipun dadanya masih turun naik karena nafasnya yang belum beraturan.
Zoya menghela nafas lega, ia merasa sangat sedih melihat Dea melewati hidup dan mati ini sendirian. Bastian? entahlah, ia tidak tahu kemana putranya itu pergi.
Sementara di luar Azlan dan Ali jingkrak jingkrak mendengar suara tangis bayi.
"Ali, gue jadi kakek. Ali gue jadi kakek sekarang!! " sorak Azlan girang, ali pun tak kalah girangnya.
"Iya Azlan, akhirnya kita jadi kakek!!! "
Kedua pria tampan yang sudah berumur itu saling berpelukan. Ingin rasanya mereka masuk kedalam untuk melihat cucu nya. Tapi, dokter melarang nya. Jadi mereka harus sabar hingga proses persalinan selesai.
...----------------...
Untuk pembaca setia ku, jangan lupa ya. Di kunjungi juga novel terbaru dari Ceritaku. Ceritanya tak kalah seru loh.
yuk mampir yuk!!!
__ADS_1