Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Zoya kembali


__ADS_3

Zoya tergesa gesa menuruni anak tangga membuat Meika sedikit khawatir melihatnya.


"Sayang ada apa? kenapa tergesa gesa begitu? " tanya Meika.


Zoya tak menjawab, gadis itu hanya tersenyum sembari menggeleng.


"Selamat pagi adik ipar" sapa Airaya.


Zoya menoleh, lalu tersenyum pada Airaya. Suasana yang belum Zoya rasakan. Di rumah Azlan terlihat begitu hangat, sarapan bersama, makan malam bersama. Zoya tidak pernah merasakan kesepian di sini.


"Kamu harus makan yang banyak yah sayang" ucap ayah tersenyum.


"Iya ayah" jawab Zoya mengangguk pelan.


Tak berapa lama Azlan turun, wajahnya terlihat kesal melirik kearah Zoya. Tatapan tajam di lempar Azlan ketika matanya bertemu dengan mata Zoya, lalu berubah menjadi biasa saja ketika Airaya melirik padanya.


"Eh, muka loe belum di setrika? "


Azlan tak menggubris ucapan kakaknya, ia malah duduk di kursi lalu memakan sarapan yang sudah di siapkan Zoya.


"Azlan, kamu harus menjaga Zoya, jangan sampai menantu ayah kenapa kenapa" titah Ayah.


"Iya yah" jawab Azlan.


Setelah selesai sarapan Azlan langsung berdiri hendak pergi ke sekolah.


"Azlan berangkat dulu" pamit Azlan.


"Eh istri loe? " ucap Airaya mengingatkan.


Azlan tersentak, ia lupa jika Zoya sekarang sudah menjadi istrinya.


"Oh iya lupa, istri cantik ku ketinggalan" ucap Azlan.


Zoya tahu ucapan Azlan hanya ucapan manis di depan kedua orang tuanya atau di depan orang tua Zoya. Gadis itu menyalami bunda dan Ayah, tak lupa juga menyalami Airaya. Gadis cantik yang sekarang kuliah semester 2.


"Zoya pamit" ucap Zoya. Ia kereta ketika Azlan dengan sengaja merangkul lengannya.


"Hati Hati" ucap Meika.


Tiba di garasi, Azlan sudah masuk ke dalam mobilnya menunggu Zoya masuk.


Merasa tak enak Zoya memilih duduk di bangku belakang.


"Yuk jalan " ucapnya santai.


Azlan menoleh ke belakang, menatap Zoya yang sudah duduk manis.


"Loe pikir gue supir loe? " sentak Azlan membuat Zoya mengerut.


"Lah kan loe suami gue, siapa yang bilang supir? "


"Pindah kedepan! " titah Azlan. Zoya tak bergeming, ia malas duduk berdampingan dengan Azlan.


"Udah deh buruan jalan, bentar lagi masuk ini" ucap Zoya.


"Pindah atau kita gak ke sekolah" ancam Azlan kembali menghadap ke depan.

__ADS_1


Zoya keluar dari mobil Azlan, kemudian masuk kembali ke bangku depan samping kemudi.


"Tadi malam aja meluk meluk" sindir Azlan mulak menjalankan mobilnya.


"Lo kali yang meluk meluk gue" balas Zoya tidak Terima.


Mereka hampir sampai, 5 meter dari gerbang sekolah tiba-tiba Zoya meminta Azlan untuk menghentikan mobil.


"Stop!! Stop!! Stop!! " ucap Zoya. Azlan pun menepikan mobilnya.


"Apa sih! " ketua Azlan bingung.


"Udah, gue turun di sini aja"ucap Zoya membuka pintu mobil lalu keluar begitu saja.


Brak~


Ceklek, pintu kembali terbuka, Zoya masuk dan menarik tangan Azlan mencium punggung tangannya.


Deg~


" Gue berangkat" pamit Zoya kembali keluar dari mobil.


Azlan terdiam, menatap punggung tangannya yang di cium Zoya, lalu menatap Zoya yang berlari memasuki gerbang sekolah. Meskipun kesal dengan Azlan Zoya tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.


Terdiam beberapa menit akhirnya Azlan kembali menjalankan mobilnya memasuki perkarangan Sekolah.


Kring!!!!! bel sekolah berbunyi nyaring ke seluruh penjuru sekolah.


Di kelas IPA 1 tampak 2 siswi duduk tanpa semangat menatap bangku Zoya.


"Kira kira Zoya masuk gak yah hari ini" gumam Nisa.


"Alamat baru Zoya juga kita gak punya, ponselnya juga gak aktif." Kelu Nisa.


"Wahh Zoya terlihat cantik yah" puji siswa lain yang melihat Zoya memasuki kelasnya.


"Hooh, 1 bulan kacau mini Zoya terlihat kembali seperti semula" sahut yang lain.


Nisa dan Mila mendengar ucapan teman sekelas nya, mereka lamgsung menoleh ke arah pintu.


Gadis berambut sebahu dengan tas ransel pink di punggung nya berjalan memasuki kelas.


"Zoya!!!! " Nisa dan Mila berhamburan memeluk Zoya bersamaan.


"Gila, udah kaya gak jumpa gue setahun aja kalian " ucap Zoya melepaskan pelukan kedua temannya itu.


"Astagaaaa akhirnya gue denger loe ketus gitu lagi" Nisa kembali memeluk Zoya erat.


"Ih nisa, gue juga mau meluk Zoya" mila menarik Nisa agar memberi ruang lalu memeluk Zoya.


"Eh udah udah, gue mau duduk" ucap Zoya, lalu duduk ke tempat duduknya.


Tak lama kemudian guru pengajar jam pertama pun datang. Zoya tampak semangat seperti biasa, jiwa Zoya sudah kembali seperti semula.


"Sebenarnya loe kemarin sakit atau kenapa sih zoy? " tanya Nisa berbisik.


"Gak papa, hanya sedikit gak enak badan" jawab Zoya singkat, tentu saja Nisa tidak langsung percaya. Ia yakin Zoya menyembunyikan sesuatu dari mereka.

__ADS_1


"Oo gitu, bagus deh sekarang loe dah sehat" balas Nisa lagi.


"Nisa!! Zoya!! kalau kalian mau ngobrol silakan keluar! " bentak pak johar menatap Zoya dan Nisa garang.


"Maaf Pak" ucap Zoya.


Mila menoleh ke belakang, penasaran dengan apa yang di bicarakan zoya dan Nisa.


"Lagi ngomongin apa? " bisik Mila.


Belum sempat Zoya menjawab, pak Johan sudah menjewer kuping Mila.


"Aduhhh aduhh sakit pak, aduhh" ucap Mila mengusap kuping nya yang terasa memanas.


"Sekali lagi kalian ribut, toilet menunggu kalian! " ancam pak johan.


Kringgg~ akhirnya bel istirahat berbunyi. Ketiga gadis itu bergegas ke kantin sekolah.


"Widihhh si bunga sekolah udah kembali nih" goda Ali ketika ketiga gadis itu mendekat pada meja yang notabene nya adalah milik mereka.


"Minggir loe!! kita mau duduk" ucap Zoya jutek.


"Nahh Zoya inilah yang kita rindukan" celetuk Agai yang langsung mendapat tatapan maut dari Zoya.


Azlan tak bergeming, ia terus memakan nasi goreng nya. Begitu juga dengan zoya yang tidak marah ketika Azlan duduk di meja yang sama.


Kedua sahabat zoya dan sahabat Azlan saling bertandang, sesuatu yang aneh ketika Azlan dan Zoya tidak lagi bermusuhan.


"Zoya... loe beneran Zoya kan? " tanya Ali konyol.


"Loe gila? " balas Zoya dengan nada kesal.


"Aneh yah, ketika mereka berdekatan tapi tidak bertengkar" gumam Agai yang di setujui oleh Ali dan Adit, si ketua kelas itu entah sejak kapan berada di sana.


"Eh curut, sejak kapan loe di sini? " tanya Agai.


"Sejak kucing dan anjing berdamai" jawab Adit tanpa menoleh, tatapannya lurus menatap Zoya dan Azlan.


"Kenapa? salah gue Damai sama cewe gue sendiri? " jawab Azlan dingin. Lalu meletakkan ayam goreng yang ia makan tadi ke depan Zoya.


"Di makan sayang" ucap Azlan lembut. Membuat Zoya memutar otaknya mencerna semua ini.


Ali dan Agai berdiri di sisi kanan dan kiri Azlan, menatap Azlan seakan tak percaya jika ini benar-benar Azlan.


"Loe beneran jadian sama Zoya? " tanya Ali.


"Bukan karena nolongin Zoya dari bullyan? " sambung Agai.


"Yah enggak lah, Zoya itu pacar gue!! jadi kalian gak boleh ganggu cewe gue! " peringatan Azlan.


"Loe serius Lan?? Zoya?? " ucap Mila tak percaya.


"Sejak kapan? " tanya Mila lagi, ia sedikit merasa kecewa tidak mengetahui hal ini. Azlan abang sepupunya, dan Zoya adalah sahabat nya.


"Kok loe gak bilang sih zoy, kok loe tutupin dari kita! " Mila pergi dari kantin, ia kecewa sama Zoya.


Sementara Nisa bingung ingin mengikuti siapa.

__ADS_1


"Mila!!! " teriak Nisa akhirnya memilih mengejar Mila.


Zoya tahu akan hal ini, Mila pasti kecewa padanya. Mereka pernah berjanji tidak akan menyembunyikan sesuatu, dan Zoya juga tahu Mila tidak suka jika salah satu sahabat nya menjadi pacar saudaranya. Azlan, satu satunya abang yang Mila punya. Gadis itu adalah anak tunggal, ia tinggal bersama neneknya, jika neneknya kembali ke kampung maka Mila akan tinggal di rumah Azlan.


__ADS_2