
Dea berjalan menyusuri jalan setapak tanpa memakai alas kaki. Awalnya ia bersama suaminya bastian, namun karena bastian memenuhi keinginan Dea untuk membuatkan jus alpukat dan jeruk. Dea berlari lari kecil mengelilingi taman depan rumah nya.
"Sayang!!!! ayo sini" teriak Bastian Dari depan rumah. Bantuan mengacungkan dua gelas jus permintaan Dea.
Dea pun berjalan menghampiri Suaminya. Usia kandungan yang sudah sangat membesar, membuat Dea harus berjalan lebih hati hati.
"Sayang, di pake ajah sendal nya" ucap Bantuan menatap iba kaki istri nya menginjak bebatuan kecil. Dea duduk di samping Bastian di teras rumah.
"Ihh kamu cerewet banget sih, jadi gak selera minum aku! " gerutunya, lalu Dea berdiri dari duduk nya, kemudian melempar gelas kaca itu ketanah.
"Loh kok di buang? "
"Kamu berisik! " teriak Dea. Melihat hal itu membuat emosi Bastian tersulut.
"Eh ehh... Ada apa ini? kalian kenapa tegang begini sih" Zoya menghampiri keduanya, wanita tua itu berkunjung di waktu yang pas.
"Hikss . .... Hikss. .. "
Mata Bastian melotot melihat aksi istri nya yang tiba tiba menangis.
"Bastian!!! kamu apa kan istri kamu?? " marah Zoya sembari memeluk Dea. Tangis itu pun semakin keras, Bastian mendengus kesal.
"Dea sayang, Bastian apain kamu, coba bilang sama momy. Biar momy pukul kepala anak nakal itu" delik Zoya melirik tajam putranya.
__ADS_1
"Tadi, Bastian bilang Momy datang untuk memarahi Deaaaaa hiksssss hikss.... "
"Eh eh nggak kok Dea, ngapain momy marahin menantu kesayangan momy yang cantik seperti ini? " bujuk Zoya memeluk menantunya, tak lupa Zoya melirik putranya dengan tatapan tajam, seakan mengatakan awas kamu nanti.
"Hiksss, momy... Hiksss.. " rengek Dea terus menunjuk ke arah Bastian, entah apa masalah nya. Dea merasa sangat jengkel pada suaminya.
"Entah siapa yang salah, entah siapa yang di marahin" gerutu Bastian, lalu melenggang masuk.
"Momy,,,, lihat. Bastian ninggalin Dea huaaaa " Tangis Dea semakin kencang, saking kencengnya sampai menghentikan langkah kaki Bastian.
"Sayanggg,,,, Aku tidak pernah memarahi mu" tegas Bastian menahan geram. Ia menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya perlahan. Seketika Kejengkelan Bastian menguap.
"Yuk sayang, kita masuk" ajak Bastian, namun Dea memalingkan wajahnya. Dengan hempasan kaki kesal, bumil itu melenggang masuk dan mendengus kesal ketika melewati Bastian.
"Ihhhhhhhh, Awas saja nanti yah Kalo dah lahir. " erang Bastian menahan geram, sikap istri nya tentulah karena keinginan Bayi.
Bastian melangkah cepat mendekati Dady nya, tatapan sinis di layang kan Bastian pada Azlan.
"Kenapa? kesal?? marahan?? " tanya Azlan sembari menahan tawanya dan berusaha mengontrol dirinya agar tidak tertawa lagi.
Bastian tidak menjawabnya, ia hanya memanyunkan bibir nya pertanda kesal.
"Hah, Bastian, Bastian. Kamu pikir Dady gak pernah merasakan seperti ini??? " cibir Azlan menggeleng pelan. Apa yang di alami Bastian belum seberapa dari yang ia alami.
__ADS_1
"Kamu tahu? ketika kamu dalam kandungan, kamu lebih rewel di bandingkan dengan bayi mu. Jika bayi kamu nakal selagi di kandungan, itu wajar. Karena bapak nya lebih dari itu" kekeh Azlan.
"Dady apaan sih. " sungut Bastian semakin kesal.
"Hahaha... Bastian, kamu itu beruntung. Tidak merasakan seperti yang dady rasakan. Kamu hanya melayani istri kamu ya g mengidam. Lah dady?? malah dady yang ngidam. Dady yang mual mual"
Bastian mengambil posisi duduk di samping Azlan, cerita sang dady menarik perhatiannya.
"Benarkah?? tapi bagaimana itu bisa terjadi? "
"Yah, bisa saja. Bahkan itu terasa sangat nikmat" bisik Azlan di telinga putra nya. Bastian pun mengerut bingung.
Azlan bangkit dari duduknya, kemudian menunduk mendekati sang putra yang menatap bingung padanya.
"Jika kamu merasakannya juga, tidak kah kamu bersemangat menerima nya? kamu bisa merasakan jika anak dalam kandungan itu adalah hasil mani mu. "
Bastian pergi melenggang, meninggalkan putranya yang tertegun oleh nya.
"Azlan!!!! Zoya!!!!!!! " teriak seseorang membuat langkah Azlan yang hendak masuk ke dalam rumah jadi terhenti, lamunan Bastian pun buyar.
Mereka menatap ke arah sumber suara, Agai berlari kencang bak orang kesetanan.
...----------------...
__ADS_1
Kira kira apa yang terjadi yah????
ada yang bisa menebaknya?