Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Ciuman sebelum masuk


__ADS_3

Zoya duduk di ruang TV menunggu Azlan mengganti pakaian. sembari menunggu Zoya membalik balik buku mencari materi mana yang harus Azlan pelajari terlebih dahulu.


"Yuk belajar" ujar Azlan menghampiri Zoya.


Zoya tersenyum lalu menuliskan satu soal untuk Azlan kerjakan.


"Pelajaran apa? " tanya Azlan sembari memeluk Zoya dari samping. Ini nih enak yang Azlan bilang pada Agai dan Ali.


"Ihh Azlan, yang fokus ih" ucap Zoya menepis tangan Azlan. Membuat pria itu terkekeh pelan.


"Nah kerjakan" Zoya memberikan buku yang sudah tertulis soal dasar matematika.


Azlan menatap Zoya tak berkedip, seakan tak percaya Zoya memberikan soal seperti ini padanya.


"Sayang, loe tahu kan gue anak IPS? " tanya Azlan mengingatkan istri nya.


"ya trus? "


"Ini Soal apa Zoy? loe mau buat otak gue keriting? " Azlan mengambil buku tulis itu lalu membawanya ke pangkuannya. Sungguh Azlan tidak mengerti dengan soal ini.


"Zoya" lirih Azlan. Gadis itu pun menoleh.


"Ini materi dasar Barisan dan Deret Azlan"


...Suku Ke 40 dari barisan 7,5,3,1...adalah? ...


Azlan berusaha memahami soal yang Zoya berikan, entah harus ia apakan soal ini.


Zoya beranjak menuju dapur, menyiapkan bebrapa cemilan untuk mereka makan sembari belajar. Setelah siap, Zoya kembali ke ruang TV.


"Udah siap? " tanya Zoya memeriksa kertas jawaban Azlan.


"Lah kok kosong? "


Azlan menggaruk kepala nya yang tidak gatal sedikit pun. Pria itu berusaha agar tidak terlihat bodoh di depan Zoya.


"Seperti nya ada yang salah dengan soal ini" ujar Azlan.


"Salah di mana? tidak ada yang salah dengan soal ini Azlan" geram Zoya.


"coba lihat soalnya. Yang di tanya suku ke 40,sementara yang ada cuma 4. Suka Dayak, suka Jawa gak ada di jelaskan nya di situ" jelas Azlan panjang lebar.


Tak bisa berkata apa apalagi, Zoya menatap Azlan datar. Entah datang dari mana suka Dayak yang Azlan maksud.


"Ini tu pelajaran Deret Azlan, angka angka itu di sebut suku. Bukan macam macam suku" geram Zoya kehabisan akal.


"Heheh" Azlan terkekeh mendengar omelan Zoya.


"Aku gak ngerti sayang" bujuk Azlan.


Zoya menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan.


"Azlan suami gue tercinta, coba baca halaman ini yah" titah Zoya menahan geramnya, kalo Azlan masih main main Zoya akan melaporkan pada pak Johar dan menyerah.

__ADS_1


Akhirnya Azlan mengerjakan soal yang Zoya berikan. Jika membaca dan memahami materi sebenarnya Azlan sangat mudah dan cepat mengerti, namun melihat wajah kesal Zoya hiburan tersendiri bagi Azlan.


"Dah siap!!! " sorak Azlan mengangkat kertas jawabannya ke hadapan Zoya.


Suku Ke 40 dari barisan 7,5,3,1...adalah? Jawaban suami Zoya!


diketahui


a \= 7


b \= -2


Di tanya U40?


Un \= a + ( n-1 ) b


U40 \= 7 + ( 40-1 ) ( -2 )


\= 7 + ( 39 x -2 )


\= -71


Jadi jawaban dari suami Zoya adalah -71


jawaban Azlan benar, tetapi yang membuat Zoya kesal itu tulisan yang Azlan tulis, pria ini benar-benar gak bisa serius jika bersama Zoya.


"Apa jawabannya salah? " Tanya Azlan takut takut.


"Jawabannya benar, sekarang kita masuk ke pelajaran selanjutnya" ucap Zoya kembali memberikan soal soal berikut nya. Dengan kesabaran penuh Zoya menjelaskan dan memberitahu Azlan bagaimana menyelesaikan soal soal yang sulit, bagaimana mencerna soal agar lebih mudah untuk menjawabnya.


"Besok kita lanjutkan lagi" Zoya tak bisa menahan matanya agar tetap terbuka.


"Gak bisa sayang, besok gue ulangan" kata Azlan, Zoya mengangguk pelan, lalu bergeser sedikit ke belakang untuk bersender ke senderan sofa sembari menunggu Azlan menyelesaikan soal soal yang ada di buku matematika Azlan.


"Kasian sekali istri gue" lirih Azlan menatap Zoya yang sudah tertidur pulas.


Azlan bangkit dari duduknya, masuk ke dalam kamar untuk mengambil selimut. Lalu pria itu kembali lagi dengan membawa selimut tebal untuk menyelimuti istri imutnya.


"Selamat tidur my wife, istirahat yah sayang" Azlan mengecup kening Zoya, dilanjutkan dengan mengecup perut Zoya yang sudah mulai membulat.


Azlan kembali melanjutkan mengerjakan soal soalnya, ia harus membuahkan hasil yang maksimal. Azlan ingin membuat Zoya bangga atas usaha yang mereka lakukan malam ini.


...----------------...


Pagi harinya Azlan dan Zoya bersiap berangkat ke sekolah. "Sudah siap? " tanya Azlan pada Zoya yang baru saja masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman nya.


"Siappp" sorak Zoya penuh semangat.


Zoya menatap ke depan, namun Azlan tak kunjung menjalankan mobilnya.


"Ayo berangkat" ucap Zoya pada Azlan lagi.


"Gak bisa gerak sayang" balas Azlan pura-pura kaku, membuat Zoya seketika menatap Azlan panik.

__ADS_1


"Kenapa? apa yang salah? "


"Gak ada yang salah, hanya saja tombolnya belum di pencet" ucap Azlan. Zoya mengerut bingung, tombol mana yang Azlan maksud? dan sejak kapan mengendarai mobil Azlan pake tombol.


"Tombol yang mana? "


"ini" tunjuk Azlan pada bibirnya. Zoya mencekik, bisa bisanya Azlan bercanda seperti ini.


"Buruan sayang, kita udah mulai telat ini" desak Azlan.


"Ihh buruan jalan, "


"Tekan dulu tombolnya"


plok~ Zoya memukul bibir Azlan dengan telapak tangannya.


"Ihh bukan di pukul Zoya" rengel Azlan.


"Lalu?? " Zoya tidak mengerti maksud Azlan, tadi pria itu meminta Zoya untuk menekan tombol, sekarang malah bukan seperti itu setelah Zoya memukulnya.


Cup~


Mata Zoya membulat, tubuhnya menegang seketika. Baru kali ini bibir Zoya di sentuh oleh pria lain. Eh bukan deng, ini bukan yang pertama. Tapi ketika Zoya melakukan nya secara sadar baru kali ini, jadi kita anggap ajah ini yang pertama yah guys 😁.


Azlan menutup matanya, ia hendak melepaskan tautan bibir nya dan Zoya. Tetapi Azlan merasa tidak rela menyia nyiakan hal ini.


Azlan menggerakkan bibirnya perlahan, menikmati bibir ranum Zoya yang terasa manis di bibirnya.


Zoya tak bergerak, gadis itu malah ikut memejamkan matanya menikmati permainan bibir Azlan. Mereka lupa dengan jam yang sebentar lagi akan menunjukkan pukul 7.20.


"Azlan!! " pekik Zoya mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya. Pikiran jernih Zoya telah kembali ketika oksigen di paru parunya mulai habis. Nafasnya tersengal, Zoya tidak munafik gadis itu juga menikmati permainan Azlan, meski dirinya hanya menikmatinya saja.


"Kita harus berangkat sekolah sekarang, jika tidak kita akan terlambat" ujar Zoya.


Azlan memejamkan matanya menekan nafsu yang baru saja membara. matanya berkabut penuh nafsu,namun akal sehat masih menguasai Azlan.


"Baiklah"


Azlan menancap gas dengan kecepatan penuh, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Azlan.


Tepat ketika bel masuk berbunyi, saat itu pula Azlan melajukan mobilnya masuk ke dalam perkarangan sekolah. Zoya bernafas lega karena mereka tidak terlambat.


"Gue masuk dulu" pamit Zoya menyalami tangan Azlan.


"Eh" lenguh Zoya, Azlan tidak melepaskan tangannya.


"Gue udah telat Azlan"


"1 ciuman lagi" mohon Azlan, ia benar-benar menginginkan bibir Zoya lagi. Bahkan lebih.


"Azlan ini di lingkungan sekolah, bagaimana jika ada yang melihat nya" protes Zoya mengingatkan Azlan di mana mereka sekarang.


Cup~

__ADS_1


"Azlan!! " teriak Zoya kesal, Azlan kembali menciumnya tanpa permisi, bahkan sempat memberikan gigitan kecil pada bibir bawah Azlan.


"keluar lah, sebelum gue membawa loe kabur dari sekolah ini" lirih Azlan, membuat Zoya langsung buru buru ke luar dari mobil.


__ADS_2