Mendadak Hamil

Mendadak Hamil
Menjadi Guru Suami


__ADS_3

Pak Johar berjalan cepat masuk ke dalam lapangan, menatap Azlan tajam karena tidak menyelesaikan hukuman nya.


"Azlan!!! kamu ini bukannya menyelesaikan hukuman, malah asik ngobrol" omel pak Johar.


"Hehehe maaf Pak, ada bidadari ajak ngobrol mana bisa di tolak pak" celoteh Azlan asal, membuat Zoya melotot padanya.


"Permisi pak" ucap Zoya takut bersama kedua temannya hendak berlari dari sana. Namun panggilan pak Johar menghentikan aksi Zoya.


"Zoya! " panggil pak Zohar.


"I-Iya pak? "


"Kamu kan pintar, terus bapak dengar juga lagi dekat sama Azlan" jelas pak Johar membuat Zoya penasaran.


"Kami pacaran pak" sahut Azlan sembari berlari mengelilingi lapangan.


"Lari saja kamu cepat! " omel pak Johar tajam pada murid yang selalu saja membuat nya pusing.


"Bapak mau kamu menjadi guru Azlan, ajari dia dan beri pengarahan padanya agar tidak bolos lagi" tutur pak Johar merasa sudah jengah menghadapi murid yang benar-benar nakal, sudah di beri hukuman apapun siswa itu terlihat tak jerah malahan ia terlihat senang melakukannya.


"Tapi pak, bapak saja gak bisa apa lagi saya? " ucap Zoya sedikit keberatan. Bayangin aja, Zoya akan menjadi guru suaminya, bisa bisa Zoya menjadi beku karena Azlan terus saja menggombali nya.


"Bapak yakin kamu bisa Zoya, kamu kan galak" ucap pak Johar menatap Zoya serius.


Nisa dan Mila menahan tawa, ekspresi Zoya sungguh lucu saat ini. "Baiklah pak Saya akan coba menjadi guru nya" pasrah Zoya.


"Zoya jadi Guru gue?? " Azlan kembali mendekat pada mereka, wajahnya tampak berseri dengan titik titik keringat menghiasi wajah tampannya.


"Iya, mulai hari ini bapak memerintahkan Zoya untuk menjadi guru privat kamu. " Ucap pak Johar, lalu berlalu dari sana.


"Wahhhh mau belajar gimana ini?? orang gurunya cantik gini" celetuk Azlan. Entah sejak kapan pria ini berubah begitu manis dan ganjen di depan Zoya.


"Cieeee Jadi guru suami" ledek Nisa.


"Hahaha, nikmati aja abang gue" timpal Mila.


"Ihh kalian apaan sih, udah deh yuk ke kantin" ucap Zoya kesal di goda terus sama teman temannya, lalu berjalan cepat menuju kantin.


"Eh eh malah ngambek, loe sih! " ucap Nisa menyalahin Azlan, lalu berlari menyusul Zoya, di ikuti oleh Mila.


"Kok gue sih, eh malah di tinggal" gerutunya Azlan ikut menyusul Zoya.


Di kantin, Ali Adi dan Agai sudah bergabung dangan mereka. Menatap Azlan yang sejak tadi hanya memperhatikan Zoya makan.


"Ihh ALan loe jangan natap gue! liat tu piring loe" sanggah Zoya.

__ADS_1


"Ada yang lebih indah ngapain di anggurin" jawab Azlan tanpa mengalihkan pandangannya dari Zoya.


"Sejak kapan sih ni cowo lebay alay kaya gini? " komentar Nisa, bukan hanya Zoya mereka pun merasa risih melihat tingkah Azlan yang berubah drastis pada Zoya.


"Gini ni, kalo dari benci jadi cinta. Bucin nya gak ke tolong" celetuk Ali.


"Bukan karena itu, Si Azlan nya aja yang lebai" ketus Agai, ia kesal dengan Azlan. Sejak beberapa hari ini Azlan tak henti henti nya membuat masalah, pria itu terus bolos dan juga tak menyelesaikan tugas. Azlan hanya peduli dengan Zoya. Tidak seperti biasanya, Azlan tetap membuat tugasnya meski ia sering terlambat atau pun malas masuk kelas.


"Gue rasa ini efek bayi nya" Ujar Nisa.


"Ngidam maksud loe? " tanya Mila. Mereka gak sadar ada ali dan Agai yang kaget mendengar pembicaraan mereka. Zoya melotot pada kedua sahabat nya, ia memberi kode agar Nisa dan Mila menghentikan mereka.


"Bayi?? " beo Ali.


"Azlan punya bayi? " tanya Agai penasaran, kedua pria itu menatap Zoya dan Azlan bergantian.


"Ituuu ehh" Nisa dan Mila mulai panik.


"Gimana dong Mil" panik Nisa.


"Entar gue cerita" ucap Azlan mendadak berubah ah menjadi dingin.


"Cerita apa? cerita sekarang! " desak Ali.


"Nanti yah nanti! "


"loe kenap-_" pertanyaan Zoya terhenti karena ALan sudah pergi dari sana.


"Kok dia marah sih" dengus Zoya masih menatap punggung Azlan yang semakin menjauh.


"Darah muda yah begitu" celetuk Ali.


Zoya menjadi penasaran, apa yang membuat Azlan menjadi marah seperti ini.


"Mau kemana? " tanya Mila ketika Agai dan Ali bangkit dari duduknya dan hendak pergi.


"Mau nyusul bos kita lah" Jawab Ali.


"Bentar" cegah Zoya.


"Jika Azlan cerita sesutu kalian jangan marah yah, jat sampai pecah" pintah Zoya dengan nada pelan, ia takut Agai dan Ali marah dan tidak bertegur sapa karena tidak saling jujur seperti pertemanan mereka kemarin.


"Tenang aja Zoy, kita ini laki-laki banyak pertimbangan dan gak terlalu lebai, bukan seperti cewe cewe berdua tu" ucap Agai melirik Nisa dan Mila, lalu terkekeh pelan.


"Baguslah kalau begitu" lega Zoya.

__ADS_1


Ali dan Agai bergegas menyusul Azlan yang mereka tahu sekarang berada di mana.


"Azlan! " panggil Ali, kedua pria itu mendekat pada Azlan yang tengah menatap langit.


"Jadi malam itu berakhir di atas ranjang? " tanya Agai. Azlan berbalik menatap Agai dingin, lalu melihat sekeliling nya.


"Sorry" lirih Agai.


"Gue salah minum, ternyata dalam minuman itu ada campuran lain" lirih Azlan mengingat kecerobohan nya malam itu.


"Jadi karena itu loe ajak Zoya pergi dari sana? "


Azlan mengangguk, jika pria itu membiatkiZoya tetap di bar waktu itu, entah bagaimana jadinya. Zoya yang sudah mabuk merasa gerah dan bernafsu.


"Gue gak salahin loe kok Lan, tapi sayang nya loe juga minum" sahut Ali. Mereka mengerti apa yang di lakukan Azlan.


"Kalau gue gak ikut minum, gak mungkin gue malah ikutan lupa sama semua yang terjadi" lirih Azlan menunduk.


"Gue yang udah hancurin masa depannya" lirih Azlan dengan nada menyesal.


"Gak papa bro yang penting loe udah tanggung jawab" ujar Again menepuk pundak Azlan pelan.


"Ini buat loe" Ali meletakkan seluruh kunci mobilnya ke tangan Azlan.


"Pilih mana yang loe mau" tambahnya lagi.


"Untuk saham gue udah urus kok suratnya"


Azlan menatap kedua temannya, sejujurnya Zoya tidak membutuhkan ini. Azlan memiliki lebih banyak dari pada hadiah taruhan.


"Ambilah gue gak butuh" tolak Azlan, ia sekarang tidak menginginkan hasil Tarusan, tetapi menginginkan Zoya bersama nya selamanya.


"Eh kenapa? "bingung Ali.


" Gue udah punya istri gue yang menjadi hadiah terbesar dalam hidup gue" ucap Azlan bangga.


"Eleh, dasar bucin" ledek Agai.


"Kalian gak rasain gimana enak nya pacaran ketika setelah menikah dan juga masih sekolah" ujar Azlan songong.


"Apa?? gak ada perubahan dari loe sama sekali kecuali berubah bucin" bantah Ali membuat Azlan melirik nya malas.


"Kalian lihat saja nanti, gue bakal jadi juara kelas" kekeh Azlan membayangkan istri nya yang akan menjadi guru privat nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


akan kah Azlan menjadi juara?? akan kabar semua nya berjalan lancar?? atau semuanya menjadi happy ending?


mungkin akan lebih menarik jika kita memberi sedikit bumbu bumbu permasalahan 🤣🤣🤣


__ADS_2