
"Zoya!! "
"Apa kamu tidak dengar mama memanggil mu? "
Febi menarik lengan Zoya yang terus berjalan tanpa menghiraukan nya. Zoya menatap mamanya sinis, ia benar-benar sudah muak dengan sikap mamanya. Sejak Zoya ikut bersama mamanya ke Amerika, gadis itu tidak pernah menatap mamanya hangat.
"Apa lagi sih Ma, aku capek mau istirahat"
"Tapi mama mau bicara sama kamu! " Febi menarik putrinya ke ruang keluarga, mendudukkan Zoya pada sofa yang ada di sana.
"Mama tahu, mama banyak salah sama kamu. Tapi apa kamu tidak mau memaafkan mama? " lirih Febi menggenggam kedua tangan Zoya yang tidak mau melihat ke arahnya. Zoya membuang muka ke samping.
"Mama tidak perlu minta maaf sama aku, minta maaflah sama papa. " Zoya bangkit dari duduknya, melepaskan genggaman mamanya lalu melangkah pergi. Zoya tidak bisa menatap mamanya yang tega mengkhianati sang papa. Zoya baru tahu penyebab papanya memilih untuk bunuh diri adalah karena mendapatkan kabar bahwa mamanya akan menikah dengan bule rekan kerjanya.
Ini yang Brian maksud ketika mengatakan Zoya akan tahu suatu hari nanti. Pantas papanya merasa nyaman di dalam penjara dari pada di rumah nya sendiri.
"Maaf Zoya" lirih Febi menunduk menyesal.
Sementara di tempat lain Meika tengah menatap sang putra yang terbaring di sofa. Mengabaikan setiap omelan yang ia lantunkan.
"Azlan! kamu dengar bunda gak sih!. "
"Aduh bunda, Azlan udah bosen denger itu dan itu"
"Tapi kamu gak mau menerima usulan bunda" lirih Meika mengerucutkan bibirnya. Azlan tidak mau segera menikah, ia selalu menunggu Zoya yang tidak tahu keberadaan nya.
"Bunda, Azlan itu udah nikah. Azlan gak mau menduakan istri Azlan! "
"Mana, kalian itu sudah bercerai. Pasti Zoya sudah menikah lagi dan memiliki anak yang lucu"
Rahang Azlan mengeras, ia tidak akan menerima jika Zoya menikah dengan pria lain.
"Azlan dan Zoya belum resmi bercerai"
"Tapi ini sudah 6 tahun sayang" bubuk Ketika terus menerus. Tidak ada tujuan lain, sebenarnya Mereka hanya ingin Azlan melupakan Zoya dan kembali ceria. Akan lebih baik lagi jika Zoya yang kembali. Tetapi Zoya tidak memiliki jejak yang pasti, bahkan febi sudah memutuskan kontak dengan mereka.
"Udah lah bun, Azlan itu masih muda. Jangan di paksa nikah gitu la" bujuk Raya.
Gadis yang semakin cantik itu berjalan anggun ikut bergabung dengan bunda dan adiknya. Raya sekarang menjadi seorang desainer terkenal, kadang ia keluar masuk negara untuk menghadiri acara.
"Nah tu Raya aja noh di minta nikah cepat. Aku mah udah" cibir Azlan.
__ADS_1
Pria itu bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju kamarnya. Azlan menghirup udara segar di balkon kamarnya. menatap jauh ke langit biru, seketika itu wajah Zoya tergambar di sana.
"Aku pasti akan menemukan mu sayang" senyum manis yang sudah lama hilang terlihat di wajah Azlan, hanya Zoya yang bisa menyembuhkan kegilaan Azlan.
Drrrt Drrttt
Azlan meronggoh saku celananya, ia langsung menempelkan benda pipi itu ke telinganya setelah melihat siapa yang menghubungi nya.
"Ada apa? " tanya Azlan tanpa basa basi.
"Bos, perusahaan kita mendapatkan undangan penjamuan di perusahaan asing Paris, apa bos ingin menerima undangan itu? " Suara Malik asisten Azlan.
"Terima saja, "
Malik menatap ponselnya, sungguh di luar dugaan Azlan menerima undaijamuan seperti ini.
"Baiklah bisa, saya akan mempersiapkan semuanya. "
Klik~ Azlan memutuskan sambungan secerah sepihak.
"Untung bos aku, kalo nggak.. " dumel Malik terpotong.
"Kalo enggak apa? "
"Kalo tidak aku juga gak bakal berani" cicit Malik nyengir.
"Hhheuuhh, bacot banyak lu, entar gue aduin baru tahu rasa! " ancam Ali,
Malik adalah teman satu jurusan Trio A, hanya pria itu yang mampu bergabung dengan Azlan. Selain pintar Malik juga mempunyai selera dan ketulusan hati yang baik menurut Agai dan Ali.
6 Tahun ini Azlan sudah menjadi CEO, begitu juga dengan Ali, Agai. Hanya Malik yang menjadi Asisten. Azlan sudah memberikan kepercayaan untuk Malik mengelola sebagian perusahaan nya. Tetapi Malik tidak mau, ia lebih suka bekerja di bawah Azlan.
"Ada berita apa tentang bos loe? " tanya Ali penasaran.
"Kepo! "
Malik pergi dari sana meninggalkan rasa penasaran pada Ali. Pria itu hanya mendengus kesal.
...----------------...
Semilir angin berterbangan meniup rambut panjang yang tergerai panjang. Mata yang selalu menatap lurus tanpa bosan menikmati keindahan Sunset.
__ADS_1
"Apa kau melihat mama di sini? " lirih Zoya, seolah olah suaranya di dengar oleh putra tampannya yang mungkin berusia 6 tahun jika ia masih hidup.
Perlahan air mata mengalir di sudut mata indah Zoya, seakan di dorong keras untuk mengalir ketika gadis itu memejamkan matanya.
Sebuah bola menggelinding di depannya, Zoya melihat seorang anak laki-laki berlari ke arahnya mengejar bola, seperti nya anak itulah pemilik bola.
"Maaf, bolanya mengenai tante"
Zoya tersenyum mendengar ucapan maafnya, Zoya menggalang, lalu bergerak mendekati anak kecil itu.
"Tante mengapa menangis? " tanya anak laki-laki itu bingung. tangan mungilnya bergerak menyentuh pipi Zoya lalu bergerak menghapus air mata Zoya. Sungguh anak yang sangat pintar dan menggemaskan.
"Aku tidak apa apa"
"Tante cantik tidak boleh menangis, ibu ku bilang nanti cantiknya hilang" ucap nya menggemaskan.
"Wahh kau sangat pintar, siapa nama mu? "
"Aku rael, si pria tampan" jawab bocah itu berpose 2 jari terangkat dekat pipinya. Zoya tertawa melihat tingkah lucunya.
"Rael!!! ayo pulang, hari mulai malam" teriak seorang wanita yang seperti nya dia adalah ibu Rael.
"Yea mom, aku datang" balas Rael sembari menatap mamanya.
"Tante aku pulang dulu, ingat jangan menangis lagi yah! " rael mengusap pipi Zoya sebelum pergi, lalu kembali memeluk bolanya dan berlari mengejar sang ibu.
"Mungkin dia seusia dengan anak itu" gumam Zoya.
Hatinya terasa menghangat setelah berbicara dengan rael, Zoya merasa berbicara bersama putranya yang seusia dengan rael.
"Aku sangat merindukan nya" batin Zoya. Gadis itu berjalan meninggalkan pantai, ia memiliki perjalan besok.
Begini lah hidup gadis itu, seperti tidak ada tujuan sama sekali, Zoya hanya menjalani hidupnya bekerja dan menatap langit.
"Dasar gadis bodoh! "
Zoya menghentikan langkah nya, dengan kesal gadis itu berbalik menatap pria yang tengah berkacak pinggang menatap kearahnya.
...----------------...
kira kira, siapa yah pria itu???
__ADS_1
Sesuai permisi, author akan mempertemukan mereka lagi. Bagaimana kisahnya?? jangan lupa komen, like dan vote. supaya author semangat nulis nyaðŸ˜ðŸ˜
Komentar komentar kalian adalah hiburan bagian author 😘 jangan lupa share juga yah cerita nya ke teman teman lain. author sangat menyayangi kalian, tanpa kalian author bukan lah apa apa. terimakasih bagi yang selalu suport Author 😘