
Elvan yang sudah selesai bersiap segera menuruni tangga dan melihat Aneska yang sedang cemberut sambil duduk di kursi makan.
“Kamu kenapa cemberut gitu Nes?” tanya Elvan yang sudah menghampiri Aneska.
“Aku kesel mas, aku ga bisa ngapa-ngapain di sini, bahkan nyiapin bekal buat aku sama suamiku sendiri aja ga boleh.” Protes Aneska.
Elvan yang mendengar protes dari Aneska hanya bisa tersenyum lalu mengelus rambut sang istri dengan lembut.
“Sabar ya sayang, kamu tau kan kalau anak-anak kita adalah cucu pertama di keluarga ini, jadi tentu saja mereka semua sangat antusias dan berhati-hati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.” Jelas Elvan.
“Tapi mas,, aku juga ga akan melakukan hal yang bisa membahayakan bayi kita.” Ucap Aneska.
“Ya mungkin mereka takut kalau kamu khilaf, sudahlah ayo kita berangkat sebelum mama berubah fikiran dan melarangmu untuk ikut ke perusahaan.” Ucap Elvan.
Mendengar ucapan Elvan, Aneska segera menganggukkan kepala dan mengambil tempat bekal yang sudah di siapkan lalu berjalan dengan cepat ke luar rumah dan masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan Elvan yang melihat tingkah sang istri hanya terkekeh geli karena menurutnya Aneska sangat menggemaskan, terlebih saat melihat tubuh Aneska yang saat ini sudah berisi karena hamil.
“Ma, Elvan dan Aneska pamit berangkat dulu ya..” ucap Elvan kepada mamanya.
“Di mana Aneska?” tanya Mala.
“Dia sudah berada di mobil karena takut kalau mama bakalan ngelarang dia ke perusahaan.” Jawab Elvan.
“Haaah,, dasar anak itu emang susah kalo di bilangin!” ketus Mala sambil menggelengkan kepalanya.
“Sudahlah ma, biarkan dia refreshing sebelum melahirkan.. Dia juga butuh udara segar agar tidak stress dan bisa melahirkan dengan lancar.” Ucap Elvan.
“Bener tuh kata Elvan ma, apa lagi ini anak pertamanya dan langsung tiga anak lagi! Coba pasti pikirannya udah aneh-aneh tuh kalo ga di ajak refreshing.” Sambung Bagas yang entah datang dari mana.
“Ih papa ikutan aja deh!” ketus Mala dengan wajah yang cemberut.
“Sudahlah Elvan lebih baik kamu segera berangkat kasian Aneska nungguin di mobil tuh.” Ucap Bagas kepada Elvan.
Elvan langsung menganggukkan kepala lalu segera berjalan menuju mobil menyusul sang istri.
“Mama ga ngomong apa-apa lagi mas?” tanya Aneska saat Elvan sudah duduk di kursi kemudi.
“Ngomong, mama bilang kamu nakal hahaha..” ucap Elvan sambil tertawa puas.
__ADS_1
“Ih nyebelin!” ketus Aneska sambil memukul pundak suaminya.
Elvan hanya tertawa lalu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahaannya.
Sesampainya di perusahaan, semua karyawan terlihat senang saat melihat kedatangan Aneska di perusahaan mereka.
“Selamat pagi tuan Elvan, nyonya Aneska..” sapa para karyawan dengan ramah.
“Pagi semuanya..” jawab Elvan dan Aneska secara bersamaan.
“Kenapa mereka sepertinya sangat senang pagi ini?” tanya Elvan dengan kerutan di keningnya.
“Itu karena kamu membawa istrimu kemari!” jawab Evano yang tiba-tiba sudah berada di belakang Elvan dan Aneska.
“Yaampun Evano kamu ini setan ya? Tiba-tiba muncul udah kayak jalangkung!” ketus Aneska.
“Jadi selama ini mereka ga senang kalau ada aku?” tanya Elvan kepada Evano.
“Mereka bosan melihat atasan mereka yang menyebalkan sepertimu kak.”jawab Evano.
“Cih! Menyebalkan!” ketus Elvan yang langsung menggandeng tangan Aneska dan berjalan cepat menuju lift.
Evano yang melihat sepupunya masuk ke dalam lift segera mengejarnya namun Elvan sudah menutup pintu lift sehingga Evano tidak bisa menaiki lift yang sama dengan Elvan.
Sedangkan di dalam lift, Aneska melihat wajah suaminya yang tersenyum puas karena sudah berhasil menutup pintu lift sebelum Evano masuk ke dalam lift.
“Kamu seneng banget kayaknya.” Ucap Aneska kepada Elvan.
“Iya tentu saja aku senang karena sudah berhasil mengerjai orang yang menyebalkan sepertinya.” Balas Elvan.
“Sepertinya kalian berdua ini sebelas dua belas deh, kamu juga menyebalkan sama seperti Evano tau.” Ucap Aneska.
Elvan yang tidak terima di bilang menyebalkan sama seperti sepupunya itu langsung menatap Aneska dengan tatapan tajam hingga membuat Aneska ketakutan.
“Serem amat sih mas..” ucap Aneska dengan polosnya.
“Kamu juga nyebelin sih, aku kan ga mau di samain sama Evano!” ucap Elvan.
“Iya, iya deh maaf ya mas..”
__ADS_1
Ting! Pintu lift terbuka tepat saat Aneska meminta maaf dan masalah di antara keduanya pun selesai sampai di situ.
Di koridor ruangan Elvan sudah banyak orang yang berkumpul untuk wawancara yang membuat Elvan dan juga Aneska terkejut karena mereka tidak mengira kalau pewawancara akan sebanyak itu.
“Banyak sekali orang yang mau di wawancara kak?” bisik Aneska.
“Entahlah aku juga ga tau kenapa sebanyak ini.” Balas Elvan.
Elvan dan Aneska berjalan melewati beberapa orang yang ada di sana, lalu Aneska terkejut saat melihat seseorang yang sangat dia kenal, lalu Aneska berhenti dan kembali melihat ke arah orang tersebut.
“K-kak Kevin?” ucap Aneska yang berada di hadapan laki-laki tersebut.
Mendengar Aneska memanggil nama sang mantan kekasihnya itu langsung menoleh ke arah Aneska dan melihat laki-laki yang sedang di lihat Aneska.
Elvan sangat terkejut karena laki-laki yang ada di hadapan istrinya memang Kevin, hanya saja Kevin yang dia lihat hari ini memakai kacamata dan membuatnya tidak sadar jika hanya melihatnya sekilas.
“Kau!” ketus Elvan yang langsung berdiri di hadapan orang tersebut dan menggenggam tangan Aneska dengan kuat.
Aneska sadar jika suaminya sedang menyembunyikannya dari orang yang ada di hadapannya, dengan segera Aneska menggenggam kembai tangan Elvan untuk menenangkannya dan memberitahunya jika hati Aneska tidak akan goyah.
“M-maaf tuan, nyonya, saya bukan Kevin, saya Krish..” ucap laki-laki tersebut yang terlihat kebingungan.
“Jangan berbohong! Aku tau kalau kamu adalah Kevin! Apa yang sedang kamu lakukan di sini!?" ketus Elvan.
Aneska terkejut karena melihat suaminya yang marah dan juga Aneska melihat ke arah semua orang yang menatap Elvan dengan tatapan ketakutan.
"Mas, ngomongnya di ruangan aja ya, ga enak di liat yang lain.." bisik Aneska kepada sang suami.
Elvan melihat sekelilingnya lalu menyadari jika perbuatannya membuat semua orang terkejut.
"Kamu! Datang ke ruangan saya!" tegas Elvan kepada Krish yang langsung berjalan masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh Aneska dan juga Krish.
"Mas, sabarlah jangan emosi seperti ini.." ucap Aneska berusaha untuk menenangkan suaminya.
"Kenapa!? Kamu senang karena bisa bertemu dengan mantanmu lagi hah!?" ketus Elvan yang membuat Aneska terkejut mendengarnya.
"Apa!? Bagaimana bisa kamu mengatakan hal itu setelah aku mengandung anakmu!?" ucap Aneska yang juga tersulut emosi karena suaminya.
Elvan yang menyadari jika perkataannya sudah kelewat batas segera menarik nafas panjang sambil memegang keningnya.
__ADS_1
"Nes, maafkan aku aku terlalu emosi saat melihat laki-laki itu, maaf..." ucap Elvan.
"Sudahlah mas jangan membahas masalah ini!" ucap Aneska yang langsung duduk di sofa yang ada di ruangan suaminya itu.