MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 65


__ADS_3

"Selamat! Kamu benar-benar hamil mbak." ucap seorang dokter wanita yang ada di hadapan Aneska dan Irma.


"Wah benarkah itu? Alhamdulillah... Kamu hamil Aneska, selamat ya.." seru Irma sambil memeluk tubuh Aneska yang masih mematung.


Aneska benar-benar tidak percaya, hamil? Bagaimana bisa? Mereka melakukannya hanya sekali dan itu benar-benar dilakukan tanpa dasar suka sama suka.


"Bagaimana ini? Selama ini aku sudah berusaha untuk menghindari kak Elvan, tapi dengan adanya anak ini justru membuatku semakin terhubung dengannya." Batin Aneska yang saat itu benar-benar bingung.


"Oh iya, ada satu hal lagi yang perlu kamu tau." ucap dokter tersebut.


"Apa itu dok?" Tanya Aneska.


"Kemungkinan anakmu kembar."


"Apa!? Kembar? Wah kamu langsung dapet dua anak Aneska!" seru Irma.


"Tiga bu, kembar tiga." sahut dokter tersebut.


Aneska dan Irma sama-sama terkejut hingga kedua mata mereka seperti akan keluar dari tempatnya.


"Kalian pasti kaget ya? Hehe, ini adalah suatu keajaiban karena jarang sekali seorang wanita mengandung anak kembar tiga."


"I-ini beneran dok? Saya hamil kembar tiga?" Tanya Aneska.


"Iya mbak, selamat ya! Jangan lupa makan makanan yang bergizi dan jangan kelelahan ya." ucap dokter tersebut.


Aneska masih mematung di tempatnya, dia tidak bisa menjawab ucapan dokter tersebut, sedangkan Irma yang mengetahui kalau Aneska masih terkejut langsung menjawab dokter tersebut.


"Baik dok! Aku akan menjaga kandungan keponakanku dan juga makanannya." ucap Irma.


Setelah semuanya selesai, Irma segera pergi untuk menebus vitamin Aneska, sedangkan Aneska duduk di kursi tunggu sambil memegang perutnya yang masih rata.


"Kembar tiga? Kenapa kalian datang di saat seperti ini?" gumam Aneska sambil mengelus perutnya.


"Nes, ayo kita pulang! Tante sudah menebus obatnya." Suara Irma membuat Aneska tersadar dari lamunannya.


Aneska segera berdiri dan berjalan menghampiri Irma, lalu keduanya segera pulang ke rumah.

__ADS_1


Aneska segera membantu Irma memasak makan malam untuk mereka.


"Aneska, kamu duduk saja jangan kelelahan!" ucap Irma.


"Tante, jangan berlebihan gitu deh.. Anes baik-baik saja kok serius deh!"


"Baiklah! Kalo capek langsung istirahat ya!" ucap Irma lalu di balas anggukan oleh Aneska.


"Oh iya Nes, bolehkah tante bicara?" Tanya Irma.


"Boleh kok te! Bicaralah." ucap Aneska sambil memotong bawang.


"Apa kamu tidak mau pulang ke rumah suamimu?" Tanya Irma.


Aneska yang mendengar ucapan Irma langsung berhenti memotong, dia langsung menoleh ke arah Irma dengan wajah penuh tanda tanya.


"Bukannya tante ngusir Nes, tapi tante selaku orang yang lebih tua kayaknya salah kalo ngebiarin kamu terlalu lama pergi dari suamimu." jelas Irma.


Aneska diam sejenak, dia menarik nafas panjang sebelum akhirnya berbicara.


"Bagus kalau begitu! Cobalah untuk membuka hatimu, tante dengar suamimu sangat frustasi mencari keberadaanmu." ucap Irma.


"Oh iya, kata Kanaya juga suamimu sampai tidak boleh masuk ke perusahaan sampai dia berhasil menemukanmu." lanjutnya.


"Apa!? Tidak boleh masuk ke perusahaan?" Tanya Aneska yang sangat terkejut mendengar ucapan Irma.


Irma hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Aneska.


Selama kepergiannya, Aneska memang sengaja mematikan hpnya, dia bahkan tidak memberi kabar kepada siapapun termasuk Kanaya. Kanaya harus bertanya kepada Irma tentang keadaan Aneska.


"Bagaimana bisa papa sekejam itu? Perusahaan itu di buat dengan sungguh-sungguh oleh kak Elvan, bagaimana bisa dia tidak boleh masuk ke dalam perusahaannya sendiri?" Batin Aneska.


"Te, Anes ke kamar dulu ya." pamit Aneska yang di balas anggukan oleh Irma.


Aneska masuk ke dalam kamarnya, dia mengambil hp yang ada di dalam koper dan langsung mengaktifkannya.


Betapa terkejutnya Aneska saat melihat banyak sekali notifikasi panggilan dan pesan dari keluarganya. Terutama Elvan, ada seribu lebih panggilan, dan puluhan pesan yang di kirim oleh Elvan kepadanya.

__ADS_1


"Yaampun banyak sekali!" gumam Aneska.


Aneska tidak membaca pesan di hpnya, tujuannya hanya menghubungi Elvan setidaknya untuk mengatakan kalau dirinya baik-baik saja.


***


Di sisi lain, Elvan masih berusaha mencari keberadaan Aneska sendiri. Dia tidak bisa menyerakan tugas ini begitu saja kepada orang lain.


Elvan juga ikut berusaha mencari keberadaan Aneska di tempat-tempat yang biasa Aneska datangi.


Drrtt,, drrtt..


Satu panggilan saja membuat Elvan terpaku. Terpaku karena terkejut dan juga tidak menyangka karena Aneska menghubunginya lebih dulu.


Elvan mengangkat telfon dengan ragu, dia tidak mengatakan apapun sampai Aneska berbicara lebih dulu.


"Halo?" ucap Aneska dari sebrang telfon.


"Aneska!? Ini beneran kamu? Kamu dimana Nes? Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf atas semua yang aku lakukan. Aku benar-benar tidak waras saat itu maaf!" ucap Elvan.


"Tenanglah kak, aku sudah memaafkanmu."


"Kamu dimana?"


"Aku... Aku di rumah tantenya Kanaya kak."


"Apa!? Kenapa Kanaya tidak mengatakan apapun padaku?"


"Jangan marah padanya, aku yang menyuruhnya untuk tidak mengatakannya kepada siapapun." jelas Aneska.


"Baiklah, tapi pulanglah aku mohon.. Semua orang mengkhawatirkan kamu, Aneisha juga sudah mulai syuting drama pertamanya apa kamu tidak ingin melihatnya?" ucap Elvan.


"Ingin, aku ingin sekali melihatnya. Aku.. Aku juga tiba-tiba ingin pulang kak." ucap Aneska malu-malu.


Mendengar ucapan Aneska membuat Elvan tersenyum senang, dia ingin sekali rasanya Elvan berteriak sekencang-kencangnya.


Entah mungkin bawaan bayinya atau apa, tapi kali itu Aneska benar-benar menghilangkan egonya dan menghubungi Elvan lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2