
Hari ini adalah hari pernikahan Kevin dan Aneska, semua orang sudah sibuk untuk menyiapkan semua acara pernikahan mereka.
Acara pernikahan di adakan di rumah Bagaskara sendiri, dan kamar Aneska menjadi kamar rias dan kamar ganti untuk Aneska.
"Aneska sayang, kemana Kevin? Kok belum dateng?" Tanya Mala.
"Masih ada rapat penting katanya ma, bentar lagi dia dateng kok katanya." ucap Aneska dengan santainya.
"Rapat? Hari ini dia mau menikah, terus kenapa dia masih bekerja juga?!" Tanya Mala yang kesal dengan penjelasan Aneska.
"Biarin aja ma, lagian kan kalo cowok ga ribet, tinggal ganti jas selesai deh." ucap Aneska mencoba untuk menenangkan mamanya.
Mala sudah tidak bisa mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh anak perempuannya. Akhirnya Mala memutuskan untuk pergi meninggalkan Aneska.
Tidak lama kemudian, Kanaya masuk ke dalam ruangan rias Aneska. Kanaya benar-benar sangat terpukau dengan sahabatnya yang saat ini sudah cantik dengan gaun pengantinnya.
"Yaampun Nes, kamu cantik sekali!!" puji Kanaya saat masuk ke dalam ruang rias Aneska.
"Yaampun Nay, kamu ini muji aku terus sih!!" balas Aneska.
Keduanya tertawa bersama karena perkataan mereka masing-masing.
"Sudah jangan tertawa terus! Ayo kita keluar karena pernikahan akan segera di mulai." ajak Aneska.
"Kan Kevin udah dateng?" Tanya Aneska.
"Eh! Ga tau deh Nes, tapi waktu akad udah hampir mulai nih! Kata orang dulu akad nikah ga boleh kelewat dari jam yang udah du tentuin." ucap Kanaya.
Akhirnya Aneska menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari ruang riasnya bersama Kanaya.
Di sisi lain, Elvan, Evano, Aneisha dan keluarganya yang lain sedang berkumpul di tengah-tengah kerumunan tamu undangan.
"Elvan! Gimana? Kamu udah dapet kabar dari Kevin?" Tanya Mala.
"Belum ma, aku udah coba telfon tapi ga di angkat." ucap Elvan.
"Gimana dong ma? Masa iya kak Kevin php sih? Kayaknya engga akan ngelakuin itu deh!" ucap Aneisha.
"Kalo sampe Kevin ga dateng gimana kak?" Tanya Evano.
"Jangan sembarangan ngomong! Omongan itu doa! Jadi doain semoga Kevin datang." tegas Elvan.
Aneska dan Kanaya menghampiri keluarga mereka.
"Kenapa kalian wajahnya tegang begitu? Bukannya aku yang harusnya tegang ya?" Tanya Aneska hingga membuat semua orang terkejut dan menoleh ke arah Aneska.
"Kak Anes? Kakak cantik banget!" puji Aneisha.
"Kakak nanya apa di jawab apa!" ketus Aneska.
"Nes, Kevin belum dateng!" ucap Evano.
Mendengar ucapan Evano membuat Aneska sedikit takut, namun dia berusaha untuk menghapus perasaan itu.
__ADS_1
"Hpku mana Nei?" ucap Aneska.
Aneisha segera memberikan hp kakaknya. Dengan segera Aneska langsung mencoba untuk menghubungi Kevin.
"Gimana?" Tanya Kanaya.
"Engga aktif nomernya!" ucap Aneska.
Drrtt,, drrtt.. Seketika Aneska mendapatkan pesan dari nomer tidak di kenal.
'Aneska, tuan putriku! Aku mohon maafkan aku,, aku tidak bisa menikah denganmu karena sesuatu! Aku harap kamu bisa mengerti keadaanku, dan semoga saja kamu mau menungguku kembali padamu!'
Hanya kata-kata itu yang di kirim oleh Kevin, kata-kata yang sama sekali tidak menjelaskan apapun, kata-kata yang menurut Aneska sangat menggantung.
Seketika air mata menetes di pipi Aneska, semua orang yang melihatnya langsung merasa khawatir karena yang mereka takutkan sepertinya benar-benar terjadi.
"Hikss,, hikss.." Aneska hanya bisa menangis tanpa mengatakan apapun.
Hatinya hancur sehancur-hancurnya! Aneska berlari kembali ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.
Kanaya dan Aneisha ingin menyusul Aneska, namun tiba-tiba Elvan mencegahnya dan ingin menyusulnya sendiri.
"Biar aku saja yang menghampiri Aneska." ucap Elvan.
Kanaya dan Aneisha mengangguk dan membiarkan Elvan menghampiri Aneska.
Tok,,tok,,tok..
"Nes.." ucap Elvan sambil membuka pintu kamar Aneska.
Elvan segera menghampiri Elsa dan memeluk tubuhnya dengan erat, dia tidak tau apa yang terjadi tapi setidaknya pelukannya bisa membuat Aneska menjadi lebih tenang.
"Nes, tenanglah, aku mohon tenang dulu dan ceritakan semuanya kepadaku." ucap Elvan.
Hikss,, hikss.. kak..." Akhirnya Aneska menceritakan isi pesan yang di kirim oleh Kevin.
"Apa!? Kurang ajar! Mana nomernya, aku akan menghubunginya!"
"Ga bisa kak, aku ga bisa menghubungi nomer itu lagi.. hikss.."
"Sialan!!! Laki-laki brengsek!!" teriak Elvan sambil melempar semua barang yang ada di sana.
"Hikss,, hikss, aku harus gimana kak? Batalkan saja pernikahan ini kak, aku sudah tidak sanggup melihat para tamu di sini." ucap Aneska.
"Tidak Nes! Pernikahan ini akan tetap berlangsung." ucap Elvan.
"Hah? Gimana sih kak? Pengantinnya udah ga ada jadi jangan ngaco! Aku ga mungkin menikah sendirian!" ucap Aneska.
"Aku akan menggantikan posisinya! Aku akan menikahimu Aneska!" ucap Elvan.
"Apa!? Kamu gila ya kak! Semua orang akan membicarakan kita karena mereka tau aku akan menikah dengan siapa! Lagipula kamu sudah punya tunangan kak! Aku tidak bisa menjadi perebut tunangan orang!" ucap Aneska.
"Kamu tau dari awal pertunangan kami, aku tidak menginginkannya! Sekarang adikku membutuhkanku, aku tidak bisa diam saja! Aku akan menjadi pengganti Kevin!" tegas Elvan.
__ADS_1
"Kak! Ga bisa kak! Lebih baik aku malu jika seperti ini!"
"Kamu malu? Keluarga kita juga malu Aneska! Papa dan mama sangat bangga mengumumkan pernikahanmu dengan Kevin, bagaimana perasaannya!?" Tanya Elvan.
Aneska memikirkan ucapan Elvan, dia tidak bisa berfikir jernih saat itu dan tidak tau apa yang harus di lakukan.
"Baiklah! Aku mau menikah denganmu kak, tapi.."
"Tapi apa Nes?"
"Setelah semua pemberitaan tentangku reda dan keadaan sudah membaik seperti semula, kita bisa bercerai kak. Aku ingin kamu mencari wanita yang kamu cinta kak, aku ga mau kalau kamu terus berusaha untuk melindungiku." ucap Aneska.
"Apa!? Pemberitaanmu akan reda selama sebulan atau dua bulan Nes! Sedangkan jika setelah itu kita bercerai, kamu akan mendapat pemberitaan lagi karena menikah hanya bertahan sebulan dua bulan!" ucap Elvan dengan kesal.
Aneska kembali berfikir, dia tau kalau berita perceraiannya akan lebih membuat media gempar di bandingkan dengan berita pernikahannya yang pengantin prianya di gantikan.
"Baiklah! Dua tahun! Sepertinya dua tahun cukup!" tegas Elvan.
"Dua tahun?"
"Hm, dua tahun waktu yang cukup untuk kita!"
"Cukup untuk membuatku bahagia karena menjadi suamimu!" batin Elvan di dalam hatinya.
Jujur saja, Elvan sangat senang karena dia akan menikahi wanita yang diam-diam dia sukai! Namun di sisi lain, dia juga merasa bersalah karena Elvan sangat bahagia di atas penderitaan Aneska.
"Ayo kita turun dan beritahu semuanya kalau kita akan menikah!" ucap Elvan sambil mengulurkan tangannya.
"Aku tau yang sedang kita lakukan ini adalah hal yang sangat gila! Tapi jangan tunjukkan ekspresi seperti itu di hadapan wartawan dan tamu undangan." lanjut Elvan.
Aneska tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan penuh keyakinan, dia segera membalas uluran tangan Elvan dan memutuskan untuk menyetujui perjanjian dengan Elvan.
***
Gimana tuh? Kira-kira kaget ga ya keluarga mereka kalau Aneska dan Elvan bilang mereka akan menikah???
Kira-kira hati keduanya kuat ga ya bertahan sampai 2 tahun? Apa sebelum 2 tahun mereka udah saling mencintai??
Author kasih visual mereka di pernikahan Aneska ya..
Aneisha
Kanaya
Gavin
Evano
__ADS_1